K&Q S.2 - 4

129K 15K 806
                                        

Senin (20.23), 04 Februari 2019

------------------------

Sejak menyerahkan kesetiaan pada Kingsley, Tristan dan Emily memutuskan menetap di dimensi manusia dan membeli rumah sekitar dua kilometer dari rumah Queenza. Namun rumah itu seolah hanya mereka tempati saat malam karena begitu pagi menjelang, Tristan pasti sudah bersama Kingsley dan Emily akan menghabiskan waktu keluyuran lalu siangnya di rumah Queenza.

Seperti siang ini, Emily mengajari Queenza beberapa teknik berpedang dan menjatuhkan musuh di halaman belakang rumah Queenza. Awalnya Queenza menolak karena olahraga bukanlah kesukaannya. Namun begitu mulai berlatih, dia mengakui bahwa ini cukup menyenangkan.

"Kau punya bakat, Queen," puji Emily setelah mereka selesai. "Kalau kau berlatih setiap hari, aku yakin kau akan segera siap melawan musuh."

"Jangan panggil aku begitu. Aku selalu merasa itu bukan namaku karena Kingsley menggunakan nama itu untuk menyebut jiwaku yang lain."

Emily mengerutkan kening seraya membuntuti Queenza ke dalam rumah. "Tapi itu kan dirimu juga. Apa jiwa kalian benar-benar terpisah? Seperti alter ego."

Queenza angkat bahu. "Mungkin. Terakhir kali dia menguasai tubuhku, kesadaranku timbul tenggelem. Beberapa kali aku bisa melihat yang dia lakukan tapi tidak sanggup menggerakkan tubuhku. Tapi hanya itu. Aku merasa berbeda darinya. Jiwanya terasa sangat gelap. Penuh kebencian. Penuh dendam. Tapi kadang ada sedikit cahaya. Saat itu dia lebih tenang dan tidak terlalu ingin membunuh orang."

Emily duduk di kursi depan meja pantri lalu bergumam terima kasih saat Queenza meletakkan soda dingin di depannya. Sejenak dia menunggu Queenza duduk di sebelahnya lalu berkata, "Aku merasa dia telah mengalami siksaan keji sebelum kematiannya."

"Kingsley juga berkata begitu. Aku sedikit prihatin, tapi tetap tidak bisa menyingkirkan perasaan ngeri bahwa ada pembunuh dalam tubuhku."

"Aku bisa membayangkannya. Itu pasti mengerikan." Emily diam sejenak, tampak berpikir. "Tapi mungkin kau bisa mencoba berkomunikasi dengannya. Seperti dalam film-film. Berbicara dengan jiwa dalam tubuhmu melalui cermin."

Queenza meringis. "Kalaupun benar itu bisa, aku tidak berani. Bagaimana kalau ternyata kami tidak bisa akur dan dia malah berusaha menguasai tubuhku?"

"Itu hanya saran. Lagipula kita tidak akan pernah tahu sebelum mencoba, kan?"

"Dan aku tidak ingin mencoba, setidaknya dalam waktu dekat."

Emily mengangguk mengerti. "Itu keputusanmu. Aku hanya ingin kau tahu, andai 'dia' berusaha menguasai tubuhmu lagi, ada aku dan Errie juga yang akan melindungimu."

"Terima kasih," Queenza tersenyum.

Tok... tok... tok...

Suara ketukan di pintu depan membuat kedua gadis itu menoleh.

"Apa mereka sudah pulang?" tanya Emily.

"Biasanya Kingsley langsung masuk tanpa mengetuk. Toh aku tidak mengunci pintu depan," gumam Queenza seraya meneguk minumannya lalu segera berdiri menuju pintu depan. Emily membuntuti di belakangnya.

Klek.

Queenza dan Emily saling pandang melihat tidak ada seorang pun di depan pintu.

"Hei, Queenza!"

Seruan itu membuat mereka menoleh ke arah pintu pagar rumah Queenza. Tampak lelaki yang tidak asing di mata Queenza berdiri di sana sambil melambaikan tangan.

"Siapa itu?" tanya Emily dengan sikap waspada.

"Ah, dia itu seseorang yang kenal aku dan Kingsley tapi aku tidak mengingatnya. Aku lupa bahwa dia bilang akan datang sore ini." Queenza membalas lambaian tangan orang itu dan hendak menuju pagar namun Emily mencekal lengannya di teras. "Ada apa?" tanya Queenza bingung.

Kingsley & QueenzaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang