K&Q S.2 - 38b

104K 13.9K 619
                                        

Kamis (21.06), 30 Mei 2019

Biasakan cek wall profilku, beranda, timeline, atau apapun namanya untuk segala info, terutama mengenai update. Akhir-akhir ini notif wattpad sering error.

Happy reading!

------------------------

Sebagian besar bangunan Kerajaan Ackerley dirombak untuk menghapus jejak Kaisar terdahulu. Kamar Kaisar dan ratupun tak luput dari proses renovasi. Itu sebabnya mereka belum sepenuhnya bisa pindah kembali ke Kerajaan Ackerley, hanya menempati Kerajaan itu untuk urusan penting.

Seperti saat ini. Keduanya datang setelah Tristan dan Emily menjemput mereka. Tujuannya demi menjatuhkan hukuman pada para tahanan dan berakhir dengan kematian Paman dan Bibi Queenza serta dilepaskannya Kenzie secara diam-diam.

Kini Queenza baru saja berhasil tidur setelah terus menangisi pilihan Paman dan Bibinya. Wajah gadis itu tampak damai dengan berbantalkan paha Kingsley. Bibirnya melengkung membentuk senyuman dalam tidur. Mungkin sisa efek tawa gelinya setelah berhasil membuat wajah Kingsley memucat dan terlihat ngeri atas permintaannya.

Tentu saja Queenza tidak serius meminta Kingsley menari. Dalam keadaan normal saja lelaki itu pasti akan menolak mentah-mentah dengan alasan menjaga wibawanya sebagai kaisar. Apalagi saat dirinya tengah dipenuhi jiwa kegelapan. Dia mungkin lebih memilih meratakan Kerajaan Ackerley dengan tanah daripada harus menari meski itu atas permintaan Queenza.

Sejenak Kingsley menunggu hingga Queenza benar-benar terlelap. Setelahnya perlahan dia memindahkan kepala Queenza ke bantal lalu turun dari ranjang.

Langit sudah gelap saat Kingsley keluar kamar Queenza. Langkahnya tegap saat berjalan menuju balai pertemuan, membuat siapapun yang berpapasan membungkuk penuh hormat.

Sebagian besar pelayan dan orang-orang yang bertugas merawat Kerajaan Ackerley memilih melarikan diri saat perang terjadi. Tapi sebagian lagi—terutama yang sudah tidak memiliki keluarga dan menganggap Kerajaan Ackerley adalah rumah—memilih menetap.

Sejujurnya Kingsley lebih suka menghabisi mereka semua yang pernah mengabdi pada Kevlar. Namun keinginannya tidak disetujui para pengikut setianya, termasuk Queenza. Katanya tiap orang berhak memiliki kesempatan kedua. Pendapat yang sama sekali tidak disetujui Kingsley namun dia memilih diam.

Apa dirinya mengalah?

Tentu saja tidak! Tunggu saja sampai semua tahanan sudah dihabisinya. Maka giliran mereka akan tiba. Semua pengikut Kevlar akan mati di bawah kuku tajamnya.

Kingsley menyeringai geli, merasa tidak sabar untuk segera membunuh. Tapi ada hal lain yang perlu dilakukannya terlebih dahulu. Itu sebabnya sambil melangkah dia memberi perintah tegas pada salah seorang yang membungkuk memberi hormat untuk mencari Tristan dan menyuruhnya menemui Kingsley di balai pertemuan.

Tiba di balai pertemuan, Kingsley langsung duduk di singgasana kaisar. Tempat ini juga masih dalam tahap renovasi. Beberapa bagian dindingnya tengah dibongkar. Namun itu tak membuat Kingsley khawatir pembicaraannya dengan Tristan dicuri dengar. Sebagai salah seorang yang bisa menciptakan lapisan pelindung kuat tak tertembus, bahkan berbicara di tengah alun-alun tak membuat Kingsley khawatir akan ada yang mencuri dengar pembicaraannya. Hanya saja, melakukan itu tentu akan membuat tanda tanya besar yang berujung pada rasa curiga.

Tidak butuh waktu lama menunggu, Tristan datang lalu berdiri di depan singgasana. Kingsley memberi isyarat agar Tristan duduk sebelum menyelubungi sekitar mereka dengan lapisan pelindung.

"Bagaimana kaum echidna?"

"Kebetulan Anda mengungkitnya, Yang Mulia. Mereka telah merencanakan penyerangan terhadap Kerajaan Ackerley dibantu beberapa Kerajaan lain." Tristan menatap Kingsley dengan sorot memohon. "Hamba tahu Anda bisa mengalahkan mereka dengan mudah. Tapi tetap saja, membunuh kaum echidna akan menjadi kehancuran bagi Anda dan Immorland. Anda tidak boleh melakukannya."

Kingsley & QueenzaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang