K&Q S.3 - 9b

51.1K 6.4K 178
                                        

Senin (21.15), 17 Februari 2020

---------------------

Esoknya Kingsley memerintahkan Emily kembali ke dunia manusia untuk menjaga Queenza. Tristan hanya mengantarnya melewati gerbang dimensi lalu membiarkan Emily menuju rumah Queenza sendiri karena dia harus segera kembali ke sisi Kingsley.

Kebersamaannya dengan Tristan membuat mereka bisa berbagi kekuatan. Tentu saja, latar belakang Emily sebagai manusia berpengaruh. Karena hanya pernikahan penduduk Immorland dan manusia yang membuat pasangan itu bisa berbagi kekuatan dan bahkan memiliki anak yang bisa dibilang merupakan spesies baru.

Dalam sekejap, Emily sudah mencapai rumah Queenza. Dia melewati pintu pagar tanpa kesulitan lalu tertegun sejenak menyadari ada aura manusia yang tercium asing. Dengan kening berkerut penasaran, Emily memasuki beranda dan langsung berhadapan dengan Queenza yang sudah membuka pintu karena merasakan kehadirannya.

"Em!" seru Queenza senang. Sejujurnya bukan hanya karena kedatangan wanita itu yang sudah ia anggap sahabat. Tapi Queenza juga merasa kedatangan Emily berarti berita baik.

"Hai," sapa Emily lalu memeluk Queenza. "Kau tampak baik-baik saja."

Queenza tersenyum kecil. "Memangnya kau berharap menemukanku dalam kondisi seperti apa?"

"Entahlah. Yang jelas tidak dalam kondisi untuk mencari teman baru."

"Oh, maksudmu Myria? Ayo kuperkenalkan padanya," Queenza berjalan mendahului Emily ke dalam rumah seraya bercerita. "Dia temanku semasa SD. Dulu dia pindah sekolah. Tapi sekarang memutuskan kembali ke kota ini dan datang menemuiku."

"Apa kalian dulu memang akrab?" Mengingat orang yang pernah dianggap Queenza sebagai Paman dan Bibinya ternyata adalah mata-mata musuh, Emily tak bisa langsung memercayai yang satu ini.

"Tidak. Bisa dibilang dia memang sedikit antisosial saat masih di sekolah dulu."

Mendadak Emily mencekal lengan Queenza hingga Queenza berhenti melangkah lalu menoleh menatap Emily penuh tanya.

"Saat masih SD dan kalian sama sekali tidak akrab?" tanya Emily pelan. "Kedengarannya sangat mencurigakan. Aneh sekali dia masih mengingatmu bahkan mengingat rumahmu."

Queenza angkat bahu tak acuh. "Dia menemukan alamatku di buku kenangan." Lalu dia menyeringai. "Lagipula aku memang gadis yang spesial. Siapa yang bisa melupakanku? Terutama mengingat namaku cukup unik di zaman sekarang. Nama yang dulu membuatku merajuk tak suka pada orang tuaku." Sorot mata Queenza menerawang sedih sebelum kembali menatap Emily dengan senyum yang berhasil mengusir awan mendung dalam matanya. "Tapi sekarang aku mengerti betapa melekatnya arti nama ini padaku dan aku sangat bersyukur orang tuaku bisa memilihnya."

Emily tak bereaksi mendengar ucapan panjang Queenza. Dia malah berpikir Queenza sengaja mengalihkan pembicaraan.

"Oh, ayolah. Tidak perlu banyak berpikir." Tanpa peringatan, Queenza langsung merangkul lengan Emily lalu mengajak wanita itu ke halaman belakang tempat tadi dia menyiram bunga ditemani Myria dan Kenzie.

Tiba di sana, mereka menemukan Myria mengkerut ketakutan sambil sesekali melirik Kenzie yang menatapnya dengan sorot membunuh dan—wajah basah?

"Apa yang terjadi?" tanya Queenza begitu mereka cukup dekat.

"Dia menyiram wajahku!" seru Kenzie.

"Itu—itu tidak sengaja," Myria berusaha membela diri dengan sorot takut.

"Kau pasti sengaja," geram Kenzie seraya menyeka sisa air di wajahnya.

"Sungguh, tidak!" Myria menggeleng lalu menoleh ke arah Queenza dengan sorot memohon. "Tadi aku kaget karena dia tiba-tiba bicara. Jadi refleks aku menoleh dan—" Myria tak sanggup lagi melanjutkan.

Kingsley & QueenzaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang