Kita semua pasti pernah menemukan sesuatu yang menarik dan ingin segera ditunjukkan kepada seseorang. Entah itu foto, video, tulisan, cerita random, dan lain sebagainya. Hal itulah yang tengah dialami Park Jimin. Kaki-kaki yang kata seseorang menggemaskan, tengah berlarian dari kamar menuju dapur tanpa alas. Jimin ingin menunjukkan sesuatu atau tepatnya bertanya kepada sang kekasih, yakni Min Yoongi.
"Hyung ... Hyung ... Hyung ... Yoongi Hyung ...." panggil Jimin dengan telepon pintar di tangan kirinya.
Suara melengking itu. Hanya mendengarnya dari kejauhan saja sudah menimbulkan efek bahagia pada Yoongi. Aksi potong sayurnya pun dihentikan sementara.
"Yoongi Hyung ...."
"Ada apa?" tanya Yoongi memutar tubuhnya. Tampangnya tampak tak niat, tetapi hati begitu semangat.
"Aku menemukan video yang menarik. Lihatlah."
Yoongi melihat seksama isi video tersebut. Beberapa detik kemudian ia menangkap maksud isinya. Termasuk pertanyaan yang akan dilontarkan Jimin. Matanya kemudian menatap si pemuda manis.
"Jadi ... misal ada pertanyaan Jimin usia lima tahun dan lima Jimin, Hyung pilih mana?"
Benarkan tebakan Yoongi. Tanpa perlu pikir lama, pemilik marga Min mengatakan, "Lima Jimin."
"Wah ... sesuai yang diharapkan."
Jimin terlihat senang dengan jawaban kekasihnya. Namun, ada hal lain yang ingin ditanyakan dan mau tak mau ia harus menahan lapar lebih lama karena mengganggu aktivitas Yoongi memasak.
"Kenapa tidak pilih Jimin yang usia lima tahun? Kan itu menggemaskan."
"Em ... dewasa pun kau tetap menggemaskan," jawab Yoongi sambil memotong sayur. Sementara Jimin sudah bersemu dengan tingkah loncat-loncat kecil.
"Memangnya kalau lima Jimin, Hyung mau apa?" Ia penasaran seandainya benar-benar ada lima Jimin, apa yang akan dilakukan Yoongi.
"Hem ... pertama ... aku akan memintanya untuk membersihkan rumah," terang Yoongi.
Bibir Jimin cemberut mendengar alasan kekasihnya. Tahu betul kalau Jimin tidak duka beres-beres. "Semuanya akan disuruh membersihkan rumah?"
"Tidak."
"Lalu?"
"Menyuruhnya ke supermarket, lalu memasak."
Jimin makin cemberut. Kalau ke supermarket masih bisa diterima, tetapi memasak? Jimin hanya bisa memasak ramen. Ternyata Yoongi hanya ingin menjadikan dirinya ART.
"Sisa dua Jimin mau diapakan?" tanyanya dengan ketus.
Yoongi tampak berpikir serius. Ia tidak tahu kenapa jawaban itu muncul. Namun, tampaknya akan menyenangkan menyisakan dua Jimin hanya untuknya seorang.
"Bermain dengan mereka," bisiknya.
"Bermain?" ulang Jimin.
Yoongi mengangguk antusias. Bermain apa yang dimaksud Yoongi?
"Bermain apa, Hyung?" tanya Jimin.
Mungkin efek sudah tidak lama melakukannya karena Jimin harus fokus ke ujian kenaikan kelas sehingga pikiran Yoongi menjadi tidak-tidak. Apalagi dengan bayangan lima Jimin dewasa yang mengelilinya. Jimin yang menggemaskan, manis wajah sekaligus tutur katanya, dan hal-hal baik lain yang membuat Yoongi beruntung menjalin hubungan bersama anak yang delapan tahun lebih muda darinya itu.
Ah ... memiliki kekasih yang masih duduk di bangku SMA tingkat dua memang harus ekstra sabar. Terutama saat obrolan yang mengarah ke hal-hal dewasa. Konektivitas otak Jimin masih lemah. Terkait sikap manja kekasihnya, Yoongi masih memaklumi. Meskipun pernah sesekali Jimin merengek tidak jelas dan Yoongi harus menebak-nebak apa yang diinginkan laki-laki kecilnya. Hanya sebatas itu, bukan pertengkaran besar.
Jimin sudah pasang telinga untuk mendengar bisikan Yoongi yang berucap, "Seesaw. Kau di atas dan hyung di bawah. Jungkat-jungkit sampai kita berkeringat. Setelah itu, kita sama-sama—"
"Aku mau pulang!" Jimin berlari begitu saja. Ia juga menambahkan teriakan, "Yoongi Hyung mesum aku tidak mau bermain ke rumahnya lagi ...."
Gagal sudah rencana Yoongi yang ingin bermesraan dengan kekasih kecilnya di akhir pekan. Harusnya larangan itu terpatri di kepala Yoongi, yakni dilarang menggoda dengan mengatakan hal-hal berbau mesum jika bukan Jimin yang memulainya atau suasana tidak mendukung.
Kalau sudah begini, akan sulit membujuk Jimin. Konsekuensinya adalah pemuda itu akan jarang berkunjung ke apartemennya bahkan enggan untuk antar jemput sekolah. Yoongi harus memutar otak untuk mencari tahu cara merayu Jimin selain menggunakan 10 batang cokelat serta 5 kotak es krim yang masing-masing rasa vanilla dan strawberry.
Yoongi menatap sayuran yang belum selesai dipotong. Entah kenapa, ia seperti ditertawakan akibat pikiran mesumnya. Yoongi pun pergi dari dapur menuju kamarnya menyusul Jimin. Kekasihnya pasti sedang berkemas-kemas dengan muka merah efek menangis.
End
Pendek enggak apa-apa, ya kekekeke .....
Kalau kalian pilih mana? Jimin usia lima tahun atau lima Jimin. Kasih tahu alasannya, ya ....
Terima kasih sudah singgah ke Chorus ^^
KAMU SEDANG MEMBACA
Chorus
FanfictionChorus merupakan kumpulan kisah manis Yoongi dan Jimin di dunia mereka yang disebut YoonMin's World. 🐱🐤 "Hyungie ..." rengek Jimin. "Apa, Sayang?" balas Yoongi. Jimin yang bersandar pada belahan hatinya mendongak, mencoba untuk menarik atensi dari...
