Satu jam sebelum pergantian hari, Yoongi menanggalkan seluruh lapisan yang menutupi kulit putihnya. Ia masuk pelan-pelan, lalu yang dirasakan setelahnya adalah kenyamanan. Setelah konser perdana BTS sejak selesai wamil usai, yang ternyata selama tampil hujan tidak berhenti-berhenti, merendamkan tubuh di bak mandi panas adalah sebuah kenikmatan. Ya, salah satu cara Yoongi meredakan pegal-pegal tubuhnya usai konser adalah dengan bermanja pada air hangat. Tentu dengan segelas teh kamomil di pinggir jacuzzi.
Sambil menikmati sensasi relaksasi, Yoongi membiarkan waktu berjalan dengan beragam kenangan yang muncul di kepalanya. Ah, sudah empat tahun sejak konser terakhir mereka di Busan. Bersyukur sekali ia dan keenam anggota lainnya bisa menyapa penggemar mereka lagi. Selama masa hiatus mereka karena wamil, ada banyak kejadian yang ia dan para anggota alami. Yoongi tersenyum mengingatnya. Ada banyak kejadian yang menguras fisik dan psikisnya. Beruntung, Yoongi dan anggota yang lain bertahan hingga mereka bisa comeback memenuhi janji untuk fans.
"Wah, benar-benar ada jacuzzi di rumahmu, Hyung?"
Satu suara membuyarkan pikiran tenang Yoongi. Sebuah suara yang malam ini bernyanyi begitu indah, sesuai dengan wajah sosok itu. Mata Yoongi terbuka, lalu ia mendongak ke belakang dan melihat Jimin berdiri di sana. Kenapa Yoongi tidak sadar jika ada yang masuk ke rumahnya?
"Kapan kau datang?"
"Baru saja. Kau tidak dengar suara pintu terbuka?"
Barangkali karena terlalu nyaman dan larut dengan pikiran membuat Yoongi tidak sadar. Namun, tunggu dahulu. Kenapa ....
"Dua hari lalu kau memberiku akses kode masuk ke rumahmu, Hyung." Jimin menjelaskan sebelum Yoongi bertanya.
Benarkah?
Jimin pelan-pelan menyelupkan tangan ke dalam. Temperaturnya pas untuk berendam. Pantas Yoongi senyaman itu sampai tidak menyadari ia datang. Apakah ia boleh bergabung? Sekilas pertanyaan muncul di benak Jimin.
"Kemarilah." Yoongi ternyata mengajaknya.
"Ei, aku sudah mandi."
"Lalu kenapa ke sini?"
"Hem, hanya mengunjungi tetangga."
"Lepas semua dan masuklah," lirih Yoongi yang kembali menyandarkan kepala dan memejamkan mata.
Tidak ada suara sekian detik hingga Yoongi merasakan gelombang kecil lantaran seseorang bergabung bersamanya. Jimin yang sudah mandi kembali membasahi tubuhnya.
Yoongi terkekeh ringan. Matanya terbuka, lalu menoleh sambil mengatakan, "Katanya sudah mandi, tetapi kau te--"
lanjang. What the fuck, Park!
"Kenapa kau telanjang, Park Jimin?" tanya Yoongi dengan nada heran.
Jimin "Hyung bilang lepas semua."
Tidak salah, tetapi tidak benar juga. Setidaknya pria 30 tahun itu menyisakan satu pakaian, yakni masih memakai celana dalam sepertinya. Bukan telanjang seperti sekarang. Meskipun tinggi permukaan air sampai pinggang Jimin, tetap saja Yoongi bisa tahu bahwa anak itu tengah tampil polos.
"Relax, Hyung. Seperti tidak pernah melihat saja." Jimin mengakhirinya dengan tawa. Ia ikut bersandar seperti Yoongi. Kini, jarak mereka hanya satu hasta.
Hening sekitar satu menit, Jimin akhirnya membuka suara. "Yoongi Hyung keren sekali malam ini."
"Kau membicarakan diri sendiri?"
"Aku? Hari ini aku hanya keren, tidak pakai sekali. Hujan membuat penampilanku kurang sempurna."
"Fan tidak akan setuju dengan pendapatmu. Mereka pasti akan mengunggah kata-kata di media sosial bahwa kau sangat keren."
KAMU SEDANG MEMBACA
Chorus
FanfictionChorus merupakan kumpulan kisah manis Yoongi dan Jimin di dunia mereka yang disebut YoonMin's World. 🐱🐤 "Hyungie ..." rengek Jimin. "Apa, Sayang?" balas Yoongi. Jimin yang bersandar pada belahan hatinya mendongak, mencoba untuk menarik atensi dari...
