105. No Tittle

607 63 6
                                        

Pentas seni kampus yang diselenggarakan di Fakultas Pertanian, Universitas Dulset pecah dengan lagu penutup "That-That" yang dinyanyikan oleh Suga. Konfeti yang dinyalakan makin membuat suasana saat itu ramai dengan teriakan penonton. Tujuh lagu dengan bayaran begitu fantastis. Suga menutup pertunjukannya di atas panggung dengan napas terengah-engah sambil mengedarkan pandangan. Ketemu! Anak itu di sana.

Sebelum benar-benar meninggalkan area panggung, Suga berbisik kepada manajernya. Cukup tiga kata, tetapi mampu membuat manajernya panas dingin. "Bawa anak itu."

***

Jimin bersenandung. Hatinya sedang berbunga-bunga karena kebahagiaan teman-teman fakultasnya. Sebagai salah satu panitia di sie humas, ia berhasil mengundang Suga sebagai guest star pensi di fakultasnya. Ya, Jimin berhasil mengundangnya atau lebih tepat disebut membujuk. Terserah dengan ucapan intonasi keras yang ia dengar seminggu yang lalu. Intonasi seseorang yang menyebutnya pemaksa.

"Eh, kenapa kau di sini?" Jimin terkejut mendapati Suga berdiri di belakangnya.

Bukankah seharusnya Suga sudah pulang? Kenapa ia malah di halaman belakang kampusnya yang jarang dikunjungi orang-orang?

"Kau benar-benar berbeda dengan Jimin yang menemuiku satu pekan lalu." Suga menatap penampilan Jimin dari atas ke bawah, lalu ke atas lagi.

Jimin memakai jaket, tas selempang, dan kaca mata bulat. Sungguh penampilan seperti anak kuliahan baik-baik dan khas dengan mahasiswa tidak banyak tingkah.

"Suga, apa kau tersesat?" Jimin berusaha mengendalikan situasi.

"Setelah merenung, aku sadar jika kau terus merecoki kehidupanku, Park Jimin."

Jimin menghela napas. Ia menekuk tangan di depan karena mulai malas dengan kecerewetan Suga.

"Kau mau apa?"

"Hidupmu pasti sangat-sangat tenang."

"Aku sudah berterima kasih padamu. Pak Lee sudah mentransfer pembayaranmu."

"Dengan membeli jadwalku yang seharusnya tampil di Daegu?"

"Kudengar refund tiketmu berjalan dengan baik."

Kepalan tangan tidak bisa membendung amarah Suga lagi. Ia mendadak berjalan menuju Jimin sehingga membuat si mahasiswa sedikit panik.

"Kau mau apa, sih, Suga?" tanya Jimin lagi.

"Bukan Suga, tetapi kau sedang menghadapi Min Yoongi, tunanganmu, Park Jimin."

"Iya, lalu kau mau apa? Jangan mencengkeram tangan seperti ini. Ini lama-lama sakit." Jimin berusaha memberontak.

"Tampil di kampung halaman adalah impianku sejak dahulu, lalu kau dengan egoisnya membatalkan konserku? Kau tidak berhak menyumpal mereka dengan uangmu, Park."

"Tetapi teman-temanku ingin kau yang tampil. Mereka di sini juga penggemarmu."

"Tidak! Kau hanya suka dengan pujian dan validasi karena berhasil mengundangku."

"Jadi, kau ingin memberi tahu mereka?"

"Memang akan seperti itu."

"Apa? Ya--" Jimin berteriak karena Suga menggendongnya tiba-tiba.

"Lepaskan aku, Min Yoongi!"

"Kau suka pujian dan ketenangan, bukan? Sebentar lagi kau akan mendapatkan pujian, tetapi tidak dengan ketenangan."

"Apa? Kau mau apa? Jangan gila, Yoongi!"

"Tidak adil jika hanya kau yang merecoki hidupku!"

"Kau akan menyesal!"

"Kita akan menyesal berdua!"

Maka, panggung yang belum dibongkar itu, lalu mahasiswa yang masih banyak berkumpul di sana, dikejutkan dengan kehadiran Suga yang menggendong Jimin di depan. Suga menurunkan Jimin sedikit kasar. Mata mereka sempat beradu sebentar, kemudian kaca mata bulat itu ditarik. Semua terkejut. Wajah Jimin terlihat lebih jelas.

Orang-orang di sana diam mengamati. Mereka heran, kenapa Suga menggendong Jimin? Mengapa Jimin yang pendiam dan jarang menjadi pusat perhatian digendong Suga?

"Semuanya, nama asliku adalah Min Yoongi. Dan dia," Suga menunjuk Jimin. "mahasiswa bernama Park Jimin ini adalah tunanganku. Aku tidak berbohong. Kami sudah bertunangan selama satu tahun!"

Setelah mengatakan itu, Suga langsung menarik Jimin untuk meninggalkan panggung, meninggalkan kehebohan dengan fakta yang orang-orang dengar. Pers kampus langsung menulis berita, orang-orang yang merekam langsung mengunggah ke media sosial. Sementa Park Jimin akan membalas semuanya. Min Yoongi harus dihukum. Kucing itu harus dikurung!





End


Hai, terima kasih sudah mampir ke Chorus.


Jimin kalau di kampus

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jimin kalau di kampus


Jimin di luar kampus alias waktu ketemu Yoongi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jimin di luar kampus alias waktu ketemu Yoongi

ChorusTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang