106. After 00:00

545 64 10
                                        

🔞
🔞🔞
🔞

Tawa Jimin masih mengalun ketika masuk ke apartemennya. Suara itu menggema makin ke dalam mengisi ruang, sedangkan Yoongi cukup tersenyum di balik masker ketika menutup pintu. Jimin masih menertawakan hal sama usai makan malam bersama para anggota BTS.

Singkat cerita, usai Hoseok selesai menggelar konser, ketujuh anggota itu makan malam bersama. Para manajer dan bodyguard, bahkan turut serta. Kegiatan setelah makan malam itu pun menjadi ajang candaan dan menggoda Hoseok perihal penampilannya ketika membawakan lagu Killin' It Girl. Para anggota menilai bahwa Hoseok makin keren dalam lagu dan tarian.

Itulah hal yang masih ditertawakan Jimin hingga di rumahnya. Jimin menertawakan bagaimana ia memperagakan gerakan tarian intim itu bersama Jungkook.

Ngomong-ngomong, sekarang sudah lewat tengah malam dan Yoongi diminta si pemilik rumah untuk mampir karena ada sesuatu yang ingin diberikan. Yoongi hanya menurut saja. Satu-satunya anggota BTS yang belum menyelesaikan wajib militer itu tidak merasa repot harus menuruti Jimin. Lagi pula, besok akhir pekan sehingga masih ada waktu untuk istirahat.

"Jadi, mana barang yang ingin kau berikan padaku?" lugas Yoongi.

"Apa agendamu besok, Hyung?" tanya balik Jimin.

"Istirahat. Aku merasa sangat lelah. Pergi ke konser membuatku bahagia sekaligus lelah."

Raut wajah Jimin menekuk. Yoongi yang melihatnya terheran-heran. Apa ada yang salah dengan jawabannya.

"Kenapa?"

"Kau tidak merindukanku, ya?" Lagi-lagi Jimin melempar pertanyaan.

Masker Yoongi yang sedari awal sudah dilepas, kini disusul topi sehingga memperlihatkan rambut cepaknya. Yoongi tidak paham dengan pertanyaan Jimin. Tentu ia merindukan Jimin dan anggota yang lain.

"Tentu saja aku merindukanmu."

"Lalu kenapa kau bersikap biasa saja?"

"Huh?"

"Lihat. Hyung bahkan tidak tahu."

"Apa?"

Mata Jimin memutar ke atas karena frustrasi. Yoongi memang tidak peka. Akhirnya, ia mendekat ke yang lebih tua. Jimin nenaruh beban kedua tangannya di masing-masing pundak Yoongi.

"Aku rindu Min Yoongi-ku. Aku ingin pelukan, ciuman, juga milikmu."

Yoongi tahu-tahu tertawa kecil. Keberanian Jimin yang berterus terang menurutnya hal lucu dan menggemaskan.

"Bagaimana jika kita mandi dahulu?"

"Hyung ...." Jimin merengek sambil melepas tangannya tak lagi di pundak Yoongi.

"Jangan bilang sejak bertemu di konser kau menahan nafsu."

"Tentu saja. Aku ingin menciummu di sana."

"Gila. Ha-ha-ha." Yoongi melengos begitu saja sambil tertawa. "Aku pinjam handuk dan bajumu."

Sementara itu, Jimin tak bisa berbuat apa-apa, selain memaksa. Ia masih punya banyak rencana.

🍑

🍑

🍑

Pakai alasan ada barang yang ingin diberikan, tetapi aslinya supaya ia mampir. Yoongi yang tengah memijat kepala dengan sampo, tersenyum begitu mengingat permintaan Jimin.
Namun, kalau dipikir-pikir, sejak wamil mereka memang sangat jarang melakukan hal-hal yang disebutkan Jimin di ruang tengah tadi.

ChorusTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang