Kasih aku komentar yang banyak ><
*
*
*
Rokok yang hendak dihisap Yoongi disahut kasar, lalu gepeng sekali injakan oleh kaki Jimin. Setelah itu, permen lolipop disodorkan ke arah Yoongi. Bibir tipis itu terbuka, lalu lidahnya mengecap rasa manis perpaduan stroberi dan vanila. Yoongi mengulum permen, tetapi di mata Jimin, itu tidak sekadar kuluman. Orang biasa akan mengemut permen dengan normal, tetapi entah kenapa Yoongi justru memasang wajah seduktif.
Jimin kesal dalam hati. Pertama, Yoongi yang merokok. Kedua, Yoongi tahu ia kesal sehingga menggodanya dengan pasang mimik seksi. Permen itu dicabut paksa, lalu dijatuhkan begitu saja. Jimin meraih bibir itu untuk dicium kembali. Meskipun bibir Jimin masih sedikit kebas, bahkan terlihat bengkak tidak seperti biasanya, ia tetap bersedia berciuman dengan Yoongi.
Namun, untuk sekarang Jimin hanya ingin main-main dengan bibir Yoongi. Ciuman malas tanpa harus beringas seperti beberapa jam lalu. Seperti ketika Jimin dan Yoongi sama-sama di dalam bak, lalu berciuman layaknya binatang liar. Tidak teratur, dipenuhi kabut nafsu, dan saling menuntut. Apalagi jika mengingat penampilan mereka yang hanya ditutupi handuk, lalu yang terjadi selanjutnya, yaitu kelamin bertemu kelamin.
Kepala Jimin menjauh, ia mengakhiri ciuman tersebut. Akan tetapi, Yoongi masih mengejarnya. Ia mengecup sebanyak tiga kali, lalu membiarkan bibir mereka beristirahat dengan posisi ujung hidung hampir bersentuhan.
"Bukannya tadi kau bilang ingin tidur?" tanya Yoongi.
"Jangan pernah merokok ketika bersamaku." Jimin langsung mengutarakan isi kepalanya.
"Hanya satu bata– Aw!"
"Tidak ada toleran dariku," tegas Jimin usai mencubit puting Yoongi.
Jimin memang sempat tidur, lelah karena habis olahraga bersama Yoongi. Ia terbangun gara-gara indera penciumannya mengendus asap rokok. Matanya segera terbuka. Dengan malas, Jimin yang hanya mengenakan kemeja kebesaran biru muda, turun dari ranjang menuju sumber bau menyebalkan itu. Ia melihat Yoongi di balkon, hanya memakai bokser tanpa penutup dada, dan sedang menghisap tembakau
"Ini yang terakhir, aku janji," ucap Yoongi.
Kedua tangan Yoongi yang berada di pinggang Jimin perlahan turun, lalu masuk ke dalam kemeja. Kulit tangan bertemu kulit halus pantat tunangannya. Jimin rupanya tidak mengenakan celana dalam. Tanpa aba-aba, Yoongi memasukkan satu jari tangannya ke lubang Jimin. Otomatis, pemuda berstatus mahasiswa itu melenguh kencang karena terkejut.
Padahal salep yang dioleskan ke anal Jimin belum lama kering. Yoongi dengan teganya memasukkan satu jari, menusuk-nusuk di dalam, lalu menambahkan dua jari. Tubuh Jimin melengkung indah ke arah Yoongi. Tangannya sigap berpegangan pada leher si penyanyi.
Yoongi tahu tubuh Jimin mulai menikmatinya. Itu bisa dilihat bagaimana tingkah Jimin yang menggesek-gesekkan bagian sensitifnya ke milik Yoongi. Anak itu mendesah kecil di ceruk leher Yoongi.
"Yoonnhh ..." desahan Jimin kian keras ketika empat jari Yoongi keluar masuk bebas. Mereka tidak peduli apakah akan ada yang mendengar atau tidak. Entah hewan-hewan di luar sana yang juga sedang kawin ataupun pohon-pohon yang menyaksikan adegan jorok tersebut.
Apa yang dilakukan Yoongi barusan bukanlah pemanasan. Lagi pula, beberapa waktu lalu ia telah menggenjot Jimin habis-habisan. Anal Jimin sudah beradaptasi. Mungkin sedikit nyeri-nyeri nikmat karena kembali diajak bermain.
Yoongi mengangkat Jimin tanpa kesulitan. Kaki ramping itu langsung melingkar di pinggang. Penis yang sudah tegang kembali dimasukkan. Jimin naik turun tanpa takut jatuh dengan anak yang lagi-lagi digenjot oleh penis Yoongi. Mulutnya mengeluarkan suara-suara desahan. Sesekali memanggil nama Yoongi, lalu pengakuan bahwa ia merasa keenakan, permintaan lebih cepat, dan berulang terus.
KAMU SEDANG MEMBACA
Chorus
FanfictionChorus merupakan kumpulan kisah manis Yoongi dan Jimin di dunia mereka yang disebut YoonMin's World. 🐱🐤 "Hyungie ..." rengek Jimin. "Apa, Sayang?" balas Yoongi. Jimin yang bersandar pada belahan hatinya mendongak, mencoba untuk menarik atensi dari...
