114. Drive Like Crazy

496 31 25
                                        

🔞

🔞

🔞

🔞


Hanya ada dua kamar tidur di rumah mewah itu. Pemiliknya memang sengaja meminta desain rumah dengan hanya ada dua kamar, tetapi berukuran luas. Bukan tanpa alasan karena rumah itu dibangun khusus untuk Yoongi dan Jimin. Spesial untuk mereka yang sering mendapat tamu orang-orang penting.

Baik wanita ataupun pria, tergantung kebutuhan, itulah tamu-tamu yang harus dilayani Jimin dan Yoongi. Tamu-tamu yang sukarela menghamburkan uang demi kepuasan nafsu. Mereka memanjakan diri untuk dipuaskan salah satu di antara Yoongi dan Jimin atau justru bermain bersama dua-duanya.

Yoongi sendiri tidak masalah dengan statusnya. Mau menjadi pihak atas maupun bawah, Yoongi tetap menikmatinya. Sebab yang ia suka adalah uang. Apalagi bayarannya jika berkenan menjadi pihak bawah, ia bisa mendapatkan masukan dana hingga tujuh kali lipat.Yoongi tentu memilih siapa yang berhak menikmati bagian tubuh belakangnya. Bukan sembarang klien yang bisa menjamah area pink itu.

Seperti yang terjadi saat ini. Yoongi membuka kaki lebar-lebar untuk memudahkan kliennya, Namjoon, menusuk analnya. Penis pria itu lebih besar dari miliknya, meskipun ukuran kejantanan Yoongi juga tidak bisa diremehkan. Mungkin perbedaan tinggi badan memengaruhi. Tak heran Yoongi sibuk mendesah ketika Namjoon bergerak sedikit brutal.

Sayangnya, desahan itu tidak bisa selepas sebelumnya ketika Seokjin kembali dari balkon usai bertelepon lumayan lama, sekitar 20 menit. Begitu datang, klien satunya itu langsung menyodorkan penis ke mulut. Yoongi sempat terbatuk sebentar, tetapi itu bukan masalah besar sebab setelahnya ia terampil melakukan seks oral.

"Bagaimana distribusinya?" tanya Namjoon di tengah genjotannya.

"Eunghh ... lancar saja. Pemerintah jika disumpal uang juga bungkam. Mirip Yoongi, ia bungkam karena tersumpal penisku. Ha-ha-ha." Seokjin tertawa untuk leluconnya yang garing. Tanpa jeda ia memajumundurkan kepala Yoongi supaya bergerak lebih cepat.

"Bagus. Eungghh sial. Lubang ini tidak pernah tidak memuaskan penisku." Namjoon kian cepat karena putihnya segera tiba.

"Yoongi memang terbaik." Pujian Seokjin seperti angin lalu bagi Yoongi. Ia hampir kehilangan kendali akibat gerakan Namjoon yang temponya makin cepat.

"Dan Jimin. Mereka berdua punya lubang hebat," sambung Namjoon.

"Aahhhh ...." Rupanya Seokjin lebih dahulu menumpahkan maninya di dalam mulut Yoongi. Setelah itu, Namjoon menyusul. Ia buru-buru melepas penisnya untuk menghampiri Seokjin, lalu menciumnya.

Pemandangan tersebut terekam oleh netra Yoongi. Dalam keadaan lelah, ia menyaksikan pasangan gila itu berciuman liar. Yoongi tak ambil pusing kendati ia sendiri belum mengalami pelepasan. Ia bisa melakukannya nanti.

"Cukup, Namjoon." Seokjin mengalihkan kepalanya untuk menghindari ciuman susulan. "Sekarang biarkan aku menikmati permen Yoongi."

Yoongi yang sempat menganggur kembali mendesah. Kepala penisnya terasa geli sekaligus hangat di dalam mulut Seokjin. Lidah pria itu begitu lihai memanjakan. Yoongi pikir, ia bisa belajar dari gerakan lidah Seokjin.

"Aku akan bersih-bersih. Ingat, Seokjin, kau hanya punya setengah jam untuk permenmu. Kau tidak lupa jika malam ini kita ada penerbangan ke Amerika, kan?"

"Cerewet. Jika telat, kita bisa pesan tiketnya lagi. Tiba-tiba aku tidak hanya ingin permen saja." Seokjin yang membungkuk, mengubah posisi menjadi agak tegak untuk melihat wajah Yoongi. "Aku ingin kepala permen ini di dalamku."

ChorusTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang