73. Happier

1.7K 116 9
                                        

Nara mengerjapkan matanya, tidur siang memang selalu menyenangkan. Dia adalah tipe orang yang sangat menyukai tidur, tidur siangnya pun bisa sampai tiga jam dan tidak akan bangun walaupun keadaan ramai sekaligus.

Jika di kost, tentu kebiasan itu semakin menjadi. Di rumah ada mamanya yang selalu membangunkan Nara jika sudah terlalu lama, kalau di kost Nara lebih leluasa. Akhir-akhir ini dia jarang tidur siang karena Rajendra yang selalu menculiknya. Jadi, saat dapat tidur siang lagi maka Nara tidak akan menyia-nyiakan waktu.

Setelah menghabiskan brownies, Rajendra harus kembali ke rumah sakit dan bersikeras agar Nara tetap stay di apartemennya saja. Nara si tidak masalah, disini sungguh nyaman. Rajendra bilang dia bebas melakukan apapun di kamar ini karena kamar ini adalah teritorialnya.

Masih jam lima lebih sedikit, Rajendra pasti juga belum pulang. Nara memilih memutar musik dari ponselnya dan mulai berselancar ke media sosial.

"So sweet banget cowok gue," gumam Nara saat melihat dua postingan terbaru Rajendra. Lalu dia mulai melihat-lihat Instagram Stories teman-temannya.

Luna yang sedang bersama Aria, selalu.

Diva yang berada di pesantren milik orang tua Raza.

Ah, satu lagi. Nara memperhatikan postingan story Fara yang sedang berada di sebuah bengkel. Dengan pacarnya mungkin?

Lalu, ada satu story yang membuat Nara meringis. Ada mamanya selfie dengan papanya dan mentag Instagramnya dengan caption : Sebelum anak perempuan mau balik, mama papanya pacaran dulu.

"Duh yang ngajarin siapa deh?" Nara menepuk dahinya. Jangan sampai mamanya mengomentari postingan-postingannya. Duh, kenapa juga dia lupa kalau ada akun milik mamanya di followers dan dia malah mengupload foto Rajendra. "Ah, biarin deh lagipula juga udah kenal." Gumam Nara kembali berselancar ke media sosial.

Nara mengerucutkan bibirnya saat sudah tidak menemukan hal yang menarik lagi. Kali ini dia pindah aplikasi, akhir-akhir ini Nara sering melihat tutorial mendekorasi cake. Aplikasinya sih belum, dia berencana membuat kue ulang tahun spesial untuk Rajendra.

Bisa Nara bayangkan akan sesenang apa Rajendra mendapatkan surprise dari orang terdekatnya. Dia sudah memutuskan untuk pulang ke Semarang dan akan memberitahu rencananya pada Rajendra. Huh, selalu berat kalau liburan tidak pulang ke rumah.

Pada awal-awal, intesitas pulangnya masih terbilang sering lalu semakin bertambah semester sudah berkurang banyak. Bisanya hanya saat liburan. Dia bukanlah orang asli Semarang, mereka dari Bogor namun pindah ke Semarang saat Nara di dalam kandungan. Dia tumbuh besar di Semarang dan akhirnya memilih kuliah di Jakarta.

Memang pada awalnya Nara tidak berencana pulang karena orang tuanya akan datang kemari namun liburan semester tidak naik kereta untuk pulang kampung rasanya tidak afdol. Jujur dia sudah merindukan rumahnya dan orang tuanya juga. Untuk anak kost, pulang ke rumah adalah saat-saat yang menyenangkan. Dan Nara tentu salah satunya.

"Apa gue buatin makanan buat Mas Rajen ya? Kok feeling gue bakal susah," Nara beranjak dari tidurnya untuk ke dapur.

Nara membuka lemari es dan melihat ada ikan fillet, bawang bombay, dan banyak lagi. Nara berfikir sejenak, sudah lama tidak makan ikan fillet asam manis. Mungkin itu pilihan yang bagus.

Memasak selalu menyenangkan untuk Nara, bereksperimen di dapur juga sungguh menantang adrenalin. Yah, dia sebenarnya ada keinginan ikut Masterchef tapi dia masih pemilih dalam memasak dan makanan yang disuka pun terlalu sedikit jadi pupuslah sudah keinginannya.

Ikan fillet, bawang bombay, nanas, dan wortel memang cocok untuk asam manis. Ah membayangkan saja sudah nikmat. Nara memulai memasak ditemani dengan musik.

Fall In LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang