"Repeat again please."
Nara mengalihkan pandangannya dari kue yang sedang di potong Tante Kirana pada Rajendra yang menyandarkan tubuh oh tidak, pada Rajendra yang memeluk tubuh Nara dari samping dengan tanpa malu-malu. Nara malu sih tapi Tante Kirana, Vero, dan Ale tampak santai saja sedangkan Chandra jangan ditanya, wajahnya benar-benar terlihat asam.
"I love you." Jawab Nara dengan bisikan yang sama. Nara melihat Rajendra yang tersenyum lebar dan menggesek-gesekkan hidungnya di pipi Nara.
"I love you more," Rajendra membalas dan pelukannya semakin erat. "And I really miss you."
"I miss you too," Nara juga turut mengatakan kerinduannya. Lihatlah, wajah pacar tercintanya sekarang memerah. Nara tertawa pelan, lucu sekali Rajendra.
Nara kemudian kembali fokus memperhatikan Kirana yang memotong-motong kue menjadi beberapa bagian. Lalu pandangan Kirana berpindah pada Rajendra. "Nih, makan Dam kue nya. Mama buat sendiri." Ucap Kirana.
Rajendra mengangguk tanpa melepaskan pelukannya dari Nara, dia sudah tidak peduli pandangan orang padanya yang terpenting rindunya pada Nara terobati. "Nara suapin mas," pinta Rajendra dengan nada meminta khas anak kecil.
Kirana tergelak kencang. Ale dan Vero meringis geli sedangkan Chandra menatap Rajendra dengan pandangan ngeri dan aneh seolah melihat alien.
Nara? Nara sih hanya tersenyum saja dan mengambil kue buatan Tante Kirana tidak lupa mengucapkan terimakasih. Lalu Kirana juga membagikan kue-kue itu untuk semuanya.
Nara menyuapi Rajendra yang masih memeluknya bagai baby koala. "Aaaa," Nara mengarahkan sendok berisi kue ke arah Rajendra.
Rajendra menatap Nara lekat, "Passwordnya?"
"Hah? Password?" Nara terbengong sebentar tidak mengerti lalu dia tersenyum setelah berpikir beberapa detik. "I love you." Ucap Nara saat sadar sudah berapa kali dia mengatakan mencintai Rajendra kali ini. Inisiatifnya sendiri satu kali sisanya adalah permintaan Rajendra yang seolah kecanduan dengan pernyataannya.
"I love you more and more," balas Rajendra lalu makan kue dari suapan Nara dengan lahap. "Hem enak, terimakasih Ma." Rajendra kini mengalihkan pandangannya pada Kirana dan menunjukkan senyum lebar.
Kirana pun membalasnya dengan senyuman tidak kalah lebar. "Sama-sama Adam." Kata Kirana.
Lalu Rajendra mengalihkan pandangannya pada Vero, Ale, dan terakhir Chandra yang dia pandangi lebih lama. "Makasih." Ungkapnya dengan senyum tipis.
"Wow," Ale dan Vero berseru bersamaan, menatap Rajendra dengan takjub. Chandra hanya menganggukkan kepala dengan senyum tipis sadar kalau Rajendra menatapnya sedikit lebih lama.
Lalu pandangan Rajendra beralih lagi pada Nara, Nara memberikan senyuman disertai anggukan. Rajendra pun membalasnya dan mereka kembali makan kue buatan Kirana.
"Btw, hadiah gue sama Ale datang besok ke apartemen lo." Vero berkata dengan semangat yang diangguki oleh Ale.
Kini giliran Kirana, "Ah iya, mama juga ada hadiah buat Adam. Sebentar," Kirana mengambil sebuah kotak dan diberikannya pada Rajendra. "Dibuka di apartemen aja ya."
"Gue juga ada. Yah walaupun kita musuh tapi gak nutup hati gue sebagai adik lo." Chandra menyerahkan kotak kecil yang Nara yakin berisi jam tangan karena tidak dibungkus apapun dan merk nya sangat terlihat jelas.
"Terimakasih semua. Adam senang," Rajendra tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya lalu pandangan Rajendra menatap Chandra lagi membuat Chandra agak meneguk ludahnya takut. "Thanks, gue harap lo gak melewati batas lagim" Peringat Rajendra membuat situasi tenang kontan sedikit menegang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fall In Love
Fiction généraleFall in love Love And become a lovers Pernahkah kalian mendengar kalimat ini? Love enters a man through his eyes, woman through her ears, kutipan oleh Polish Proverb. Lalu, pernahkah kalian jatuh cinta? Jika iya, apa yang pertama kali membuatmu jatu...
