"Truth or dare?"
Nara bertanya dengan sangat bersemangat pada Rajendra yang kebetulan saja menerima apes saat botol permainan tertuju padanya. Rajendra tidak ikut main awalnya, tetapi saat akhirnya ikut malah dia yang kena.
Rajendra tanpa berpikir menjawab, "Dare." Katanya yakin.
Kini giliran Chandra yang bersemangat, "Dare buat lo adalah cium Nara di depan sini!" Chandra dengan tidak tahu malunya membuat tantangan yang menyeramkan membuat Nara memelototkan matanya.
"Gak gak gak!" Nara menolak. Malulah dia dicium dihadapan banyak orang! Kalau mau ciuman di kamar saja kan bisa, eh? Hehehehe Nara hanya bercanda.
Rajendra mengerutkan keningnya, "Kamu gak mau mas cium?" Tanyanya dengan wajah yang tidak suka.
Nara buru-buru menggeleng, "Aku mau--Oh maksudnya aku mau kalau cuma berdua, kalau begini ya malu lah mas. Emang mas gak malu?" Nara menjawab dengan kecepatan yang memganggumkan membuat Luna berdecih.
"Gaya banget. Segala pakai malu," Luna mencibir Nara namun Nara tidak peduli.
"Ganti saja kalau begitu," Rajendra mengangguk dan meminta agar darenya diganti. Naranya malu, jadi Rajendra tidak boleh mengabaikan itu.
Chandra tampak berpikir lalu menyeringai usil kemudian, "Gimana kalau Kak Adam nyanyi buat Nara?" ujarnya membuat Nara semangat.
"Setuju!" Nara menyetujuinya dengan heboh, kapan lagi dia mendengar Rajendra bernyanyi. Dia bahkan ingin request untuk lagunya. "Aku mau Mas Rajen nyanyi I Like Me Better."
Rajendra tampak mengerutkan keningnya, tidak tau lagu apa yang Nara maksud. Dia bahkan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tampak sekali wajah kebingungan. Sungguh bukan Rajendra yang biasanya. "Maaf Nara, tapi mas gak tau lagunya." Rajendra tampak menyesal karena tidak tau lagu yang Nara maksud.
Nara mengangguk, lalu menawarkan lagu lain, "Happier Ed Sheeran?"
Rajendra menggeleng
"You Are The Reason?"
Rajendra kembali menggeleng. Hingga beberapa judul sudah Nara sebutkan tapi Rajendra tetap tidak tahu. "Terus apa dong yang pernah mas nyanyiin?" Tanya Nara menyerah.
Rajendra tersenyum malu, "Mars kampus sama lagu nasional," katanya pelan membuat Nara dan Luna sukses melongo serta Chandra yang tertawa terbahak.
"Ganti truth aja deh," Chandra mengangkat tangannya tanda menyerah, tawa masih menghiasi bibirnya. Sungguh, kakaknya memang sekaku dan setidak update itu masalah kehidupan. Untung saja sudah menemukan tambatan hatinya, padahal Chandra takut kalau Rajendra akan hidup sendirian sampai tua.
Rajendra menggeleng, "Dare, tapi mas yang tentuin. Boleh Nara?" Tawar Rajendra.
Nara mengangguk saja karena juga bingung mau memberikan Rajendra tantangan apa. "Boleh, terser-"
Nara menghentikan kalimatnya ketika merasakan tiba-tiba Rajendra mengecup bibirnya dengan kilat serta Rajendra yang tiba-tiba saja sudah memelukinya. "Mas kangen, begini saja ya dare nya? Bertahan sampai nanti," kata Rajendra tanpa dosa. Nara sih senang-senang saja.
"Ish ish memang pasangan bucin," gumam Luna pada Chandra yang langsung Chandra setujui 100 persen.
"Sudah dilanjutkan, saya sampai sini saja." Ujar Rajendra. Ah mereka tau, Rajendra hanya kamuflase saja ikut begini karena sejatinya Rajendra hanya ingin dekat-dekat dengan Nara. Istilahnya, ToD hanya kedok belaka.
***
"Ih lepas dulu dong Mas Rajen," Nara berusaha melepaskan pelukan Rajendra yang terlalu erat pada tubuhnya. Sungguh, Rajendra membelitnya bagai ular membelit mangsanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fall In Love
Ficción GeneralFall in love Love And become a lovers Pernahkah kalian mendengar kalimat ini? Love enters a man through his eyes, woman through her ears, kutipan oleh Polish Proverb. Lalu, pernahkah kalian jatuh cinta? Jika iya, apa yang pertama kali membuatmu jatu...
