Awal sebuah rencana

1.4K 83 2
                                        

Malam harinya aisyah memutuskan untuk tidur bersama teman-temannya yang lain di pondok.
Dan kini sudah menunjukan pukul 03.30 dan nayla yang sudah bangun pun bergegas membangunkan temannya yang lain. Namun saat ingin membangunkan aisyah, ternyata dia sudah tidak ada.

"Loh Ka' aisyah kemana ? " gumam nayla dan langsung membangunkan siti dan nadin.

"Siti, nadin bangun. Kak aisyah gak ada."

"Hooaaam, aya naon si nenk ? "

"Kak aisyah gak ada."

"Apa ? Kok bisa ? "

"Gak tau, ayo cepetan kita kasih tau bang azzam "

"Iya ayok " dan setelah itu mereka bertiga langsung bersiap dan pergi untuk menemui azzam.

Baru setengah perjalanan, mereka malah melihat azzam dan fikri sedang berjalan menujh mesjid.

"Bang azzam tunggu " teriak nayla dan azzam yang merasa dipanggil pun berhenti dan menekok ke belakang begitupun dengan fikri

"Assalammualaikum bang " ucap nayla

"Waalaikumsallam " jawab azzam dan fikri

"Kalian ini kenapa ? Kok panik banget " tanya azzam

"Anu bang.. anu, itu "ujar nayla gugup

"Anu apaan dah ? " ujar fikri tak mengerti

"Itu kak aisyah gak ada dikamar " ujar nayla

"Apaa ? " ujar azzam dan fikri berbarengan

"Kok bisa " lanjut mereka dan saling melirik

"Nay juga gk tau bang, waktu nayla bangun Ka' aisyah udah gak ada."

"Yasudah, sekarang kita kemasjid dulu ya, karna sebentar lagi adzan subuh. Setelah itu baru kita nyari aisyah " ujar azzam dan diangguki oleh yang lainnya

Namun saat mereka sampai mesjid, sayup-sayup mereka mendengar suara wanita sedang mengaji.

"Tunggu deh, ini pendengaran aku yang bermasalah. Atau emang ada suara orang mengaji ? " tanya nayla kebingungan

"Iya nenk, aku juga denger " ujar nadin dan diangguki oleh siti.

"Tunggu, kayanya ane kenal suara ini " gumam fikri dan menajamkan lagi pendengarannya untuk memastikan

"Ahh, iya. Ini suara aisyah adek ane zam " pekik fikri dan menjentikan jarinya

"Ente serius fik ? "

"Serius, ini emang suara aisyah. Ane yakin. Tapi dimana dia kok gak keliatan " ujar fikri dan mengedarkan pandangan nya di segala penjuru mesjid. Namun tak tak dilihatnya aisyah ada disana.

"Suaranya dari lantai atas bang " ujar nayla

"Iya bener. Yaudah ayo kita keatas " ujar fikri dan langsung melesat pergi kelantai atas untuk memastikan dan diikuti yang lainnya dibelakang.

Saat sudah sampai disana fikri menghentikan langkahnya begitupun yang lainnya, karna mereka melihat aisyah. Ya suara itu adalah suara aisyah. Yang sedang mengaji dengan memakai mukena warna putih yang sangat cocok dengan nya. Juga memangku alquran berukuran sedang. Sesekali aisyah tampak menghapus titik-titik air matanya yang entah mengapa menetes tiba-tiba.

"Aisyah " gumam fikri pelan namun masih bisa di dengar oleh aisyah. Aisyah pun menghentikan ngajinya dan menoleh pada fikri. Untuk sesaat azzam terbengong karna melihat aisyah. Namun buru-buru dia menundukan wajahnya dan beristighfar dalam hatinya

"Loh, kalian " ujar aisyah

"Kalian ngapain disini ? " tanya aisyah lagi

Dan fikri menghampiri aisyah dan langsung menjewer telinga aisyah yang masih tertutup mukena.

"Dasar anak nakal. Harusnya kita yang nanya, kenapa kmu ada disini syah. Kamu gak tau apa, tiga temen kamu itu panik karna gak ada kamu dikamar." Ujar fikri yang masih menjewer aisyah

"Adaah, awww.. sakit bang. Lepas ihhh " ujar aisyah dan menepuk-nepuk tangan fikri agar melepas jewerannya. Dan berhasil, kini fikri sudah melepas tangannya dari telinga aisyah dan bersidekap di depan aisyah

"Iya iya. Maaf," ujar aisyah yang masih mengelus elus telinganya.

"Yaudah, ayo turun bentar lagi adzan " ujar fikri dan diangguki oleh aisyah.

Dan adzan subuhpun berkumandang. Para santri dan santriwati melaksanakan solat subuh berjamaah, dilanjut dengan tadarus quran. Dan ditutup dengan ceramah singkat dari pak kiayi.

-----------------

"Kak aisyah ayok " ajak nayla pada aisyah karna yang lain sudah bubar

"Lo duluan aja. Gue masih mau disini " tolak aisyah

"Tapi mau apa Ka'? Yang lain kan udah pada bubar, untuk sarapan "

"Lo kira gue mau ngapain di masjid hah ? Udah lo duluan aja, tar gue nyusul "

"Yaudah, nay duluan ya. Assalammualaikum "

"Waalaikumsallam " dan setelah nayla pergi, aisyah langsung berdiri dan naik kelantai atas.
Pergi ke pojok dekat rak penyimpanan mukena, dan mengambil kardus berukuran sedang. Dibukanya kardus itu dan mengambil kamera cctv. Lantas aisyah langsung berlari ke arah jendela, dan mendongak kan kepalanya, melihat kiri dan kanan. Setelah merasa aman. Aisyah memanjat kusen jendela itu, dan memasang kameranya, tepat menghadap ke taman belakang yang berada tepat di depan jendela masjid itu.

Dan setelah selesai aisyah langsung meloncat dan menepuk nepukan kedua telapak tangannya seolah banyak debu yang menempel disana. Setelah itu aisyah berkacak pinggang dan bergumam. "Permainan dimulai " dan tersenyum miring

----------------

"Assalammualaikum " ujar nayla saat sampai didalam rumah

"Waalaikumsallam " jawab penghuni rumah serempak

"Loh nay, adek gue kemana ? " tanya fikri karna tidak melihat adanya aisyah

"Ohh, Ka' aisyah masih ada dimasjid. Katanya nanti nyusul " jujur nayla

"Ngapain tuh anak? " gumam fikri dan nayla hanya mengendikkan bahu lantas berjalan menghampiri pak kiayi dan azzam di meja makan. Fikripun menyusul nayla

"Loh, aisyahnya mana? " tanya umi nyai. Sebelum ada yang menjawab sebuah suara mengalihkan perhatian semuanya

"I'm here umi " teriak aisyah dan langsung lari mencium tangan umi nyai dan menyusul duduk disebelah fikri

"Dari mana lo ? "

"Masjid "

"Ngapain ? "

"Dugem, ya lo pikir gue ngapain di mesjid hah ? "

"Cuma tanya, sowot banget, PMS lo ? "

"Dasar ogeb. Klo gue PMS ngapain gue solat heh ? "

"Kirain "

"Aduuhh, aisyah fikri. Udah, kalian ini udah besar masih aja berantem " lerai umi nyai

"Dia duluan tuh umi " ujar aisyah dan menunjuk fikri

"Apaan. Gue cuma tanya ya. Lo nya aja yang sensian. Wleee " ujar fikri tak terima dan menjulurkan lidahnya

"Lo.." ujar aisyah terpotong karna perkataan nurul

"Aduh, umi jadi bingung. Gimana momi kalian bisa ngadepin kalian ginj sih ? Udah makan. Jangan berantem lagi " dan setelah mengatakan itu tak ada lagi percakan diantara mereka. Hanya dentingan sendok dan piring yang beradulah yang mengisi suasana dipagi hari itu.

--------------

Sory banyak typo.

Sebenernya aku juga bingun mau lanjut atau engga. Karna mengingat cerita ini semakin ngawur dan gak jelas jalan ceritanya..

Dendam Dan CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang