15 menit sebelum bel sekolah berbunyi Naya sudah berada di dalam kelasnya bersama Mia, mereka sedang bercanda sambil bercerita sedangkan temannya yang lain sibuk dengan kegiatannya masing-masing, hingga tak terasa bel masuk pun berbunyi guru sudah datang di kelas Naya. Naya melirik kursi kosong yang berada di sampingnya, sampai guru mulai mengabsen nama siswa,sang pemilik kursi tersebut belum memunculkan batang hidungnya, Mia melihat Naya selalu melirik ke kursi kosong itu pun berbisik.
" Tidak usah kamu lihat terus Nay,tidak akan kabur kok kursinya," bisik Mia lalu tersenyum menggoda membuat Naya meliriknya dengan tatapan kesal karena di goda Mia.
" Yang punya kursi sudah biasa tidak masuk kelas Nay bahkan guru sudah mulai malas mencari mereka, dia sudah langganan dengan guru BK, jangan khawatirkan dia, fokus belajar saja," bisik kembali Mia saat Naya masih menatap kursi kosong di sebelahnya dan Naya pun hanya mengangguk lalu kembali fokus ke gurunya yang mulai menjelaskan mata pelajaran Biologi.
Sampai 15 menit pembelajaraan berlangsung, guru bahkan tak menanyakan keberadaan Gema dan Vadi yang sampai saat ini belum datang juga namun itu mengganggu pikiran Naya. Naya pun akhirnya minta izin ke toilet, awalnya Mia berniat menemaninya ke toilet namun Naya tolak, Naya pun akhirnya berjalan dilorong sekolah yang sepi karena memang waktu pembelajaran. Hanya ada beberapa siswa yang terlihat di luar kelas itu pun mereka tidak belajar, mungkin guru mata pelajaran tidak sempat hadir. Setelah keluar dari toilet dan mulai berjalan untuk kembali ke kelasnya, Naya melihat seseorang menaiki tangga di bagian gudang, Naya pun berlari menuju orang tersebut.
" Gema, Gema," teriak Naya , Gema yang mendengar namanya di panggilpun menghentikan langkahnya saat ingin menaiki anak tangga berikutnya dan balik badan, ia terkejut saat melihat Naya berada di ujung tangga dengan ngos-ngosan namun ia hanya tetap diam menatap Naya.
" Kamu mau kemana? Ini sudah jam pelajaran, kenapa tidak masuk ke kelas?" Tanya Naya dengan mencoba mengatur pernapasannya karena lelah habis berlari setelah melihat Gema tadi yang ingin naik tangga.
Gema hanya diam tak menanggapi pertanyaan Naya,ia lalu balik badan dan ingin melanjutkan naik tangga sebelum Naya memegang pergelangan tangannya.
" Kamu mau kemana? Jawab pertanyaan aku Gema." Gema menatap pergelangan tangannya yang di genggam Naya, ia langsung menghempaskan tangan Naya dengan keras membuat Naya sedikit meringis.
" Kamu tidak usah ikut campur ," ucap Gema dengan suara berat dan penuh penekanan menatap Naya lekat dengan sorot mata yang tajam membuat Naya sedikit merinding melihat sorot mata Gema.
Namun ia tak pantang menyerah saat Gema ingin kembali menaiki tangga,Naya lagi-lagi menggenggam pergelangan tangan Gema.
" Tidak ya Gem, kamu harus ikut aku ke kelas. Bu widya menunggu kamu, ayo kita belajar," ucap Naya dengan gigih namun lagi- lagi Gema menghempas tangan Naya.
" Kamu punya kuping kan? Pergunakan dengan baik kuping kamu kalau begitu," ucap Gema kembali namun kali ini terdengar santai namun menusuk di dada Naya.
Naya pun hanya diam mematung dan membiarkan Gema pergi menaiki anak tangga berikutnya yang entah membawa Gema ke arah mana.
Naya pun akhirnya kembali ke kelas, saat Naya mulai menulis catatan ia menghempas-hempaskan lengannya karena terasa sakit apalagi tadi di hempaskan Gema. Mia yang menyadari Naya menghempas-hempaskan lengannya pun mulai bertanya.
" Lengan kamu kenapa? Kamu capek menulis?" Naya hanya menggelengkan kepalanya.
" Terus kenapa? Jangan di paksa Nay, nanti kamu bisa catat di rumah, lihat catatan aku."
" Aku tidak apa-apa kok Mia."
" Terus itu lengan kamu hempas-hempaskan seperti itu gara-gara apa kalau bukan karena capek menulis?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Nayanika ( END )
Teen FictionBerawal dari seorang gadis cantik yang imut namun memiliki sorot mata yang tajam bernama Nayanika yang tiba-tiba menembak seorang pria di dalam mall yang entah ia kerasukan apa membuat ia jadi tontonan gratis dan berujung ia di tinggalkan begitu saj...
