Seperti yang di perintahkan papa nya, Naya beneran tidak ke sekolah setelah tadi pagi papanya langsung yang meminta izin ke kepala sekolah dan wali kelas Naya untuk Naya tidak ikut ujian sehari karena ada urusan penting dan sebagai orang penting di negara ini sangat mudah bagi papa Naya untuk mendapatkan jawaban ia dan Naya lah kini yang merasa tidak enak karena merasa di istimewa kan padahal di sekolah Naya tidak pernah memperkenalkan siapa dirinya dan memang hanya wali kelas dan kepala sekolah Naya yang tau siapa Naya tapi dengan tidak kehadiran Naya di ujian hari ini tidak menimbulkan kecurigaan dari teman-teman nya.
" Jadi kamu tidak punya alasan lagi untuk menolak, sehabis sarapan, kamu harus siap-siap ke hotel tempat Mr.Emir menginap dan temani anak-anak mereka jalan-jalan," ucap papa nya ketika mereka bertiga kumpul di meja makan untuk sarapan.
" Iya pa."
" Ayo pa, segera habiskan sarapan nya tidak lama lagi pertemuan akan di langsungkan," ucap mama Naya mengingatkan suaminya.
Andre pun segera menyelesaikan sarapan nya lalu setelah itu papa Naya pamit pergi ke pertemuan persahabatan negara-negara dan kali ini mama Naya tidak ikut karena masih di sekitaran Jakarta.
" Mama tumben nggak ikut?" Tanya Naya penasaran.
" Karena masih dekat juga acara papa kan mama sudah urus tadi lagian masih ada asisten papa yang bantu papa di sana dan mama juga kebetulan nanti sebelum makan siang ada arisan jadi memang nggak bisa ikut sama papa."
" Arisan dimana?"
" Itu restoran Jepang yang baru buka, katanya bagus jadi kami ibu-ibu mau coba. Naya cepat siap-siap, jangan sampai mereka yang menunggu kedatangan kamu."
" Iya ma, baru juga setengah 8," jawab Naya karena sebenarnya Naya malas sekali untuk keluar jalan-jalan apalagi menemani orang yang asing bagi Naya tapi mau bagaimana lagi mau menolak juga tidak di dengar.
Naya heran kenapa harus dia, padahalkan banyak tourguide, tinggal sewa saja kemana pun pasti mereka antar sedangkan Naya saja baru-baru kembali tinggal di Jakarta jadi dia juga masih buta-buta tentang sang ibu kota ini tapi kembali lagi Naya tidak punya kuasa untuk menolak jadi suka tidak suka ya Naya harus tetap jalankan.
Naya melanjutkan sarapan roti gandum nya sedangkan mama nya sibuk main Hp di meja makan dan belum menghabiskan sarapannya.
" Ma, habisin dulu sarapan nya," Naya mengingatkan mamanya.
" Iya nanti, mama lagi sibuk balasin chat di grup."
Naya cemberut karena dirinya ada di depan mamanya tapi mamanya lebih fokus ke Hp nya padahal mereka jarang makan seperti ini dan punya lebih banyak waktu bersama tapi mamanya tetap saja menyianyiakan waktu mereka.
" Ma, pergantian tahun baru nanti, rencana kemana?"
" Mungkin temenin papa kerja," ucap Sania sekena nya.
" Liburan yuk ma, udah lama nggak liburan akhir tahun."
" Belum bisa di pastikan," ucap Sania lagi sambil terus menatap hp nya.
" Ayolah ma, usahakan kan jarang-jarang kita liburan bertiga," pinta Naya lagi.
Sania akhirnya menaruh hp nya di atas meja namun menatap Naya dengan tidak suka.
" Kamu itu cerewet sekali sih Naya, kamu nggak bisa dong maksa harus liburan gitu kan kamu tau bagaimana pekerjaan papa kamu, dia itu orang penting di negeri ini Naya, tidak sembarangan papa mu bisa pergi begitu saja, kamu ngerti dong Naya pekerjaan papa kamu. Toh kami bekerja juga buat hidup kamu dan juga ngobatin penyakit kamu," ucap Sania mengomel.
Dada Naya rasanya kembali sesak mendengar ucapan mamanya.
" Naya nggak maksa ma, Naya cuman meminta dengan baik. Kalau kalian nggak bisa ya udah bilang nggak bisa saja, nggak usah sampai ungkit penyakit Naya juga. Naya juga nggak mau sakit seperti ini dan nyusahin orang banyak tapi ini bukan mau Naya ma. Naya cuman rindu sama kalian, bagaimana pun kalian tetap orang tua Naya dan sebagai anak wajar dong anak merindukan kebersamaan nya bersama orang tuanya. Banyak kok orang yang lebih sibuk dari papa tapi masih tetap meluangkan waktunya untuk keluarga karena mereka sadar Keluarga jauh lebih penting tapi entah ada apa dengan kalian yang susah sekali ada untuk Naya apalagi semenjak Naya di vonis kanker Apa kalian malu sama penyakit Naya? Mama sama papa di rumah atau tidak, sama saja. Tetap mengacuhkan Naya, mungkin memang jika ajal menjemput Naya nantinya, baru kalian akan merasa hidup bebas," ucap Naya berusaha menahan tetesan air matanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nayanika ( END )
Teen FictionBerawal dari seorang gadis cantik yang imut namun memiliki sorot mata yang tajam bernama Nayanika yang tiba-tiba menembak seorang pria di dalam mall yang entah ia kerasukan apa membuat ia jadi tontonan gratis dan berujung ia di tinggalkan begitu saj...
