Entah karena penasaran atau bagaimana, malam harinya Gema kembali mendatangi rumah sakit yang biasa Naya datangi. Ia kembali memakai mobil dan hanya diam di dalam mobil dan tidak langsung turun ketika sampai di halaman rumah sakit. Sekitar setengah jam menunggu, Gema buru-buru keluar dari mobil nya dan mengejar seseorang.
" Mbak Mira," panggil Gema.
" Gema," jawab Mira kaget karena tidak menyangka Gema berada di sini.
" Ngapain kamu di sini?" Tanya Mira.
" Tungguin mbak."
" Hah, ngapain?" Tanya Mira heran.
" Boleh duduk di sana sebentar?" Pinta Gema menunjuk salah satu bangku panjang di dekat pohon.
Mira pun mengangguk lalu mereka pun jalan ke bangku tersebut.
" Mbak dari mana?" Tanya Gema menatap kantong kresek yang Mira bawa.
" Kamu belum jawab pertanyaan saya, Kamu ngapain nungguin saya?" Tanya Mira balik.
" Saya cari Naya karena tadi dia tidak ke sekolah, saya ke rumah kata pak satpam mbak Mira sama Naya keluar. Saya ke sini tadi siang kata perawatnya Naya nggak di rawat di sini tapi saya penasaran makanya saya balik lagi ke sini tadi dan ketemu mbak di sini. Naya sakit lagi mbak?"
Mira sejenak terdiam ketika Gema sudah menyelesaikan ucapan nya.
" Apa yang membuat kamu harus repot-repot mencari Naya sampai bolak balik seperti itu?"
Kini giliran Gema yang diam mendengar pertanyaan Mira karena sejujurnya ia pun tidak tau apa yang mendasari ia harus repot mencari Naya.
" Kenapa tidak jawab? Kamu tidak tau jawaban nya? Terus untuk apa saya menjawab pertanyaan kamu. Sebaiknya kamu pulang saja Gema," ucap Mira kemudian langsung berdiri.
" Mbak, boleh saya ketemu Naya," ucap Gema yang ikut berdiri.
" Naya sedang tidak mau ketemu siapa-siapa, makanya kami tutupi keberadaan Naya di rumah sakit ini. Jadi kamu pulang saja karena Naya juga tidak mau ketemu kamu."
Gema mengangguk paham.
" Baik mbak, semoga Naya cepat sembuh."
Gema pun berjalan meninggalkan Mira yang juga sudah mulai berjalan memasuki rumah sakit juga. Gema pulang dengan keadaan hati yang tak menentu, ada rasa yang tak bisa di jelaskan ketika mendengar Naya juga tidak mau bertemu dengan nya padahal sebelumnya ia tidak pernah di tolak sama Naya. Apa ia punya salah sama Naya? Apa perlakuan nya begitu kejam sama Naya sehingga Naya benar-benar sudah lelah?
" Maaf ya lama," ucap Mira saat sudah masuk ke dalam ruang rawat Naya.
" Iya nggak apa-apa kan ada mbok Darmi yang temenin."
" Kamu mau makan buah?"
" Iya mbak, aku mau anggur."
Mira pun mempersiapkan buah yang Naya mau lalu membawakan ke tempat tidurnya. Naya memang baik-baik saja, dia hanya melakukan terapi tapi dia sendiri yang memutuskan stay di rumah sakit agar gampang melakukan perawatan dan bedrest juga karena kalau di rumah ia pasti tidak bisa istirahat full karena ada saja yang ia lakukan.
" Mia penasaran banget mau ke sini mbak, dari tadi merengek mau jengukin," ucap Naya saat sudah mulai menelan buahnya.
" Kamu nggak jelasin kalau kamu juga bedrest."
" Jelasin lah mbak tapi tuh anak bebal katanya rindu tapi tetap aku tahan untuk tidak ke sini karena nanti ada yang ikutin."
" Siapa? Gema maksud kamu? Barusan mbak ketemu di bawah."
KAMU SEDANG MEMBACA
Nayanika ( END )
Teen FictionBerawal dari seorang gadis cantik yang imut namun memiliki sorot mata yang tajam bernama Nayanika yang tiba-tiba menembak seorang pria di dalam mall yang entah ia kerasukan apa membuat ia jadi tontonan gratis dan berujung ia di tinggalkan begitu saj...
