Entah angin apa yang melanda orang tua Naya yang tiba-tiba pulang di rumahnya setelah berbulan-bulan tak nampak. Pulang dari sekolah Naya di sambut dengan kehadiran kedua orang tuanya, Naya langsung memeluk papa dan mamanya karena sudah benar-benar merindukan mereka, Naya sangat senang dengan kehadiran orang tuanya. Setelah melepas rindu, Naya pamit ke kamar untuk ganti baju dan mereka akan makan siang bersama.
" Mama sama papa, berapa hari di rumah?" Naya mulai mengangkat pembicaraan saat di meja makan.
" Besok papa ada Meeting di Bandung jadi mama sama papa sudah harus pergi lagi."
" Berapa hari kalian di Bandung? Dan nginapnya di mana?"
" Kenapa memangnya?"
" Hmm, gini ma. Sekolah Naya kan di liburkan 3 hari mulai besok karena tadi ada sedikit insiden, boleh nggak Naya ikut ke Bandung. Anggap liburan kita bersama, kita stay di Villa saja ma. Kita kan sudah lama nggak liburan bareng."
" Nggak bisa gitu dong Naya, papa ke sana mau kerja, bukan liburan, ngerti nggak sih kamu?" Kalimat papa nya serasa menghempas angan-angan Naya untuk liburan bersama papanya.
" Tapi papa kan_"
" Kamu tuh egois banget ya Naya,papa sudah capek-capek kerja buat hidupin kamu, kamu malah nuntut banyak. Dasar anak nggak tau terima kasih ke orang tua."
" Pa, sabar," tegur mama Naya.
" Selesai makan, kamu ke kamar dulu ya Naya, nanti mama yang ajak papa kamu bicara."
Naya pun mengangguk dan segera menghabiskan sisa makanan nya lalu ke kamarnya sedangkan papanya makan sambil menelpon tanpa memperdulikan Naya setelah papa nya mengeluarkan kalimat yang melukai hati Naya.
Hati anak mana yang tak sakit ketika kita hanya butuh waktu orang tua kita barang sebentar apalagi kita sudah jarang bertemu karena kesibukan mereka tapi kita malah dikatai melunjak dan tidak tau diri. Padahal kita hanya ingin Spend time bareng mereka untuk melepas rindu apalagi ini Naya libur tapi Naya bisa apa kalau papanya yang gila kerja itu tidak punya waktu untuknya. Tak terasa air mata Naya membasahi pipinya, kenapa sulit sekali meraih yang ia inginkan di sisa-sisa usianya? Apakah tuhan tidak mengizinkan Naya meraih yang ia impikan? Rasanya dada Naya sesak sekali.
*****
Di lain tempat, tepatnya di Basecamp Daredevil, mereka semua baru berkumpul setelah mengantar teman sekolahnya bersama guru-guru nya tiba di rumah mereka masing-masing. Mereka kini tengah mengobati beberapa luka di tubuhnya akibat tawuran tadi, beberapa memar di wajah dan lengan mereka akibat pergulakan tadi.
" S*al, gue tadi nggak sadar kalau ada anak the black samping gue saking fokusnya ngehajar yang di depan dan jadilah muka tampan gue ini harus kena tangan kotor mereka," umpat Fandi saat mengolesi wajahnya dengan salep.
" Gue juga, wajah tampan gue kena goresan dikit, bahaya ini bisa-bisa pacar gue nggak ngenalin gue lagi," sambung Leo.
" Emang pacar lo berapa?"
" Satu lah, satu di sekolahan, satu di dekat rumah, satu di tempat lain," jawab Leo tertawa membuat yang lain mengumpati Leo dan Fandi melemparnya dengan bantal sofa.
" Sorry bos, orang ganteng nih." Leo menyombongkan dirinya membuat Fandi pura-pura ingin muntah membuat Leo melempari wajahnya bantal.
" K*mpret lo, sakit nih muka gue."
" Sudah-sudah, obati dulu muka kalian itu baru berbangga lagi dengan ketampanan kalian, muka bonyok saja bangga."
KAMU SEDANG MEMBACA
Nayanika ( END )
Novela JuvenilBerawal dari seorang gadis cantik yang imut namun memiliki sorot mata yang tajam bernama Nayanika yang tiba-tiba menembak seorang pria di dalam mall yang entah ia kerasukan apa membuat ia jadi tontonan gratis dan berujung ia di tinggalkan begitu saj...
