Staycation

658 26 0
                                        

Setelah melakukan pemeriksaan tadi, kini Naya sudah jalan pulang. Naya masih terus saja terdiam, menatap jalanan dari balik jendela mobil. Sesekali Mira melirik Naya namun Mira tidak mau mengganggu Naya, biarkan Naya menyelesaikan sendiri pergulatan batinnya.

" Mir, besok ke Bandung yuk," ucap Naya tiba-tiba.

" Ngapain?"

" Kangen liburan, kita cari Villa dan staycation di sana yuk. Besok kan aku libur, bosan di rumah selama 3 hari. Kepala ku pening rasanya, mau ya?"

" Berdua?"

" Ajakin mbo Darmi juga, kalau perlu ajakin juga pak maman."

" Nanti deh kalau pulang ke rumah, saya beri tau mbo Darmi dan pak maman."

Naya pun mengangguk lalu kembali menatap jalanan dari balik jendela, ia kembali teringat kata dokter Riko tadi kalau kankernya sudah naik ke Stadium 2 dan benjolan Limfa terus menambah di tubuhnya. Secara fisik Naya masih terlihat baik-baik saja tapi dalam tubuhnya bahkan kanker itu sudah mulai menggorogoti darah tengahnya. Ia di suruh mulai sekarang untuk rutin pemeriksaan dan konsultasi agar bisa menekan semakin menjalarnya kanker. Naya juga selalu di minta untuk selalu berpikir positif , dan meminta Naya untuk tetap semangat menjalani pengobatannya karena masih ada kesempatan sembuh jika kita pasien yang punya semangat tinggi untuk sembuh.

Tak terasa mobil yang Naya tumpangi pun tiba di parkiran rumahnya, ia segera masuk ke dalam rumah dan langsung ke kamarnya. Saat melintasi ruang tamu, keadaan rumahnya masih sepi, sepertinya orang tuanya belum pulang atau bahkan sudah tidak pulang lagi untuk ke depannya. Naya membaringkan tubuhnya yang sudah lelah, ia sekarang mulai cepat merasakan lelah di banding biasanya, ini salah satu efek kanker darahnya.

Malam harinya, Naya sedang duduk di balkon kamarnya sambil menatap bintang-bintang. Pintu kamar Naya terbuka dan menampilkan mamanya berjalan menghampirinya.

" Kamu ngapain Nay?" Mama nyaa bertanya saat menyusul Naya ke balkon.

" Ini mah lagi lihat-lihat bintang, kapan mama datang nya?"

" Baru saja, papa habis meeting sama kementerian dalam negri jadi tadi mama pergi. Kata Mira, besok kamu jadi ke Bandung?"

Naya hanya mengangguk.

" Mama sudah bicara sama papa tadi, kamu pilih saja Villa dulu, nanti papa sama mama menyusul kamu ke Villa kalau papa sudah selesai meeting nya besok."

Naya menganga tak percaya mendengar ucapan mamanya, ia segera berdiri dan memeluk erat mamanya dan mengucapkan terima kasih karena akhirnya ia bisa merealisasikan keinginan nya liburan bersama orang tuanya.

*****

Jam 9 pagi, Naya bersama Mira, Mia dan mbok Darmi pun berangkat ke Bandung. Semalam Naya tiba-tiba kepikiran untuk mengajak Mia dan Naya pun menelpon Mia dan Mia pun mau ikut dan ia juga di izinkan sama ibu panti nya sehingga mereka pun akhirnya liburan bersama untuk pertama kalinya. Pak maman satpam mereka pun tidak ikut karena memilih jaga rumah saja sehingga mereka pun tidak memaksakan. Selama perjalanan Naya dan Mia selalu mengobrol banyak hal apalagi Mia baru pertama kalinya mau pergi liburan agak jauh karena biasanya ia hanya pergi bersama adik-adik pantinya ke taman kota atau tempat yang dekat dan rumah. Mia sangat senang karena Naya mengajaknya liburan dan begitu pun Naya karena ia punya teman tidur sekaligus teman ngobrol nantinya.

Tak terasa setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam, mereka tiba pada salah satu Villa yang terkenal di daerah Dago, Bandung. Pemandangan Villa nya begitu indah, udaranya juga sangat sejuk, sangat jauh sama udara Jakarta. Pepohonan hijau dimana-mana menambah kesan dingin dan sejuk, Villa itu berlantai 2 dan saat masuk ke dalam Villa, mereka di sambut dengan interior yang begitu bagus, bahkan Villa ini juga mempunya Swimming pool. Naya dan Mia ke kamarnya yang berada di lantai 2 sedangkan Mira dan mbok Darmi juga masuk ke kamarnya yang berada di lantai 2 untuk meletakan barang bawaan mereka.

Kamar Naya begitu luas, terdapat pula balkon. Saat keluar ke balkok kita langsung di sambut dengan pemandangan pepohonan dan juga gunung-gunung yang menjulang tinggi yang tak jauh dari tempat mereka tinggal.

" Astaga Naya, ini indah sekali tempatnya," ucap Mia yang tengah berada di balkon kamar melihat-lihat pemandangan dari lantai 2.

" Iya, nggak rugi kita akan menghabiskan masa liburan kita di sini."

" Ada hikmah nya juga ya sehabis tawuran, kita punya waktu untuk liburan," kekeh Mia di anggukan oleh Naya.

Tapi bicara soal tawuran, Naya tiba-tiba teringat Gema. Apa kabar lelaki itu ya? Apakah ia kemarin terluka? Naya tidak sempat memperhatikannya saat ingin pulang kemarin karena masih di landa ketakutan akibat tawuran kemarin. Naya berharap pria itu bisa menjaga diri dan tidak membiarkan tubuhnya terluka. Dan untuk beberapa hari kedepan, Naya akan mencoba tidak memikirkan Gema, ia akan fokus melalukan Self Healing di di sini. Ia tidak mau liburannya terganggu oleh pikiran-pikiran yang buat ia stress dan membuat ia semakin sakit nantinya.

Naya juga belum memberi tau kedua orang tuanya soal penyakitnya yang sudah naik stadium, ia bahkan tidak berniat memberi tau nya karena ia tidak mau jadi beban untuk kedua orang tuanya. Naya juga belum siap cerita ke Mia, hanya Mira lah yang tau keadaan Naya sekarang tapi Mira sudah berjanji ke Naya kalau ia akan tutup mulut soal sakit Naya.

Naya dan Mira ke lantai bawah setelah menyimpan barang bawaan mereka, mereka berdua duduk di ruang santai sambil menunggu mbok Darmi menyiapkan makan siang untuk mereka karena tak terasa sudah setengah 12 saja, memang waktu berlalu begitu saja.

" Mir, pelatana BBQ kamu bawakan?"

" Iya, tadi aku simpan di kulkas."

" Hmm bagus, nanti setelah Isya, baru kita mulai BBQ an nya,ya."

Mira hanya mengangguk menjawab ucapan Naya.
Setelah makan siang di sajikan, mereka pun makan bersama dengan khidmat.
Setelah makan siang, mereka kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat apalagi Naya sudah dari tadi merasakan lelah akibat perjalanan di tambah penyakitnya yang buat ia mudah lelah. Naya dan Mia berbaring di kamar sambil menatap ke arah keluar melalui jendela kaca besar yang ada di kamar itu.

" Besok kita jalan yuk Mi."

" Ke mana?"

" Hmm, kemana ya bagusnya. Kita cari tempat yang bagus dekat-dekat sini untuk kita kunjungi, kalau perlu kita ke mall saja untuk belanja sekaligus cariin ole-ole adik-adik panti kamu."

" Nggak usah Nay, kamu nanti kecapean. Akhir-akhir ini, aku lihat kamu mudah lelah, aku takut kamu kenapa-kenapa."

" Tenang saja, aku tidak apa-apa kok Mia.  Aku selalu bawa peralatan obat ku jadi aman, lagian aku ke sini untuk liburan bukan sekedar rebahan. Kalau aku mau sekedar rebahan, ngapain jauh-jauh ke sini, di rumah juga bisa." Lanjut Naya dengan kekehannya.

Lama-lama ngobrol, mata mereka semakin berat dan rasanya ingin tertutup di tambah angin yang masuk melalui jendela seakan menari-nari di kelopak mata dan seakan minta mata untuk di pejamkan apalagi udara Bandung di siang hari tetap dingin sehingga sangat enak untuk tidur walau siang hari.
Tak berapa lama, akhirnya  Naya dan Mia pun tertidur.
Mereka tidur dengan lelap, mungkin efek kecapean selama di perjalanan di tambah suasana yang mendukung untuk tertidur di siang hari.

Nayanika ( END )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang