Setelah selesai membakar semua daging dll, mereka semua kini melingkari makanan tersedia yang di lapisi daun pisang yang di ambil menjelang magrib di dekat Villa tadi sambil duduk bersila di atas karpet. Semua hidangan makan malam mereka siap di santap, Naya mempersilahkan mereka semua untuk makan karena ia sebagai tuan rumah di sini lalu satu persatu pun mulai menyantap hidangan makan malam mereka dengan di selingi candaan siapa lagi kalau bukan Leo dan Fandi pelaku nya.
" Naya, lo kok nggak makan daging sih?" Tanya Leo saat menyadari Naya hanya makan jagung bakar dan 4 lelaki itu pun menatap ke arah Naya.
" Emm, gue lagi diet, ya diet," jawabnya sedikit gugup.
" Busset, body segitu lo masih diet? Lo mau tinggal tulang saja?"
Naya hanya tersenyum kecut mendengar penuturan Fandi.
" Oh iya, orang tua lo nggak ikut liburan Nay? " Lagi-lagi Leo bertanya membuat gerakan Naya ingin suap berhenti dan menatap Leo dengan menggelengkan kepalanya pelan.
Gema yang duduk di hadapan Naya melihat jelas perubahan mimik wajah Naya saat Leo membahas orang tua nya. Baru juga Leo mau bicara lagi, Gema sudah mengeluarkan kalimat yang membuat Leo diam.
" Leo diam, kalau makan itu diam."
Setelah Gema menegur Leo, suasana makan pun terasa hening. Mereka masih sedang menikmati makan malam, tiba-tiba guntur bergemuruh di langit yang sudah mulai menggelap, bintang-bintang juga mulai satu persatu hilang. Dan setelah makan malam, mereka semua sama-sama membersihkan bekas makan mereka dan hujan pun langsung membasahi bumi membuat 9 orang itu berlari masuk ke dalam Villa karena tadi masih berada di area taman.
Mereka menyeka pakaian mereka yang sedikit basah akibat rintikan hujan, dan para lelaki itu menggosok rambutnya yang lepek.
" Sebaiknya kalian bersihkan diri dulu takut kalian terserang flu karena habis kena hujan walau sebentar." Mira meminta mereka mandi lalu 5 bujang itu pun ke kamar tamu untuk mandi dan beruntung mereka tadi bawa tas nya ke Villa Naya jadi mereka ada baju ganti dan alat mandi.
" Di atas ada kamar mandi juga, kalian boleh kok pakai kalau mau," ucap Naya lalu berlalu ke atas bersama Mia.
" Aku mandi duluan ya Mi, takut flu karena aku mudah terserang penyakit."
" Iya Nay, silahkan."
Naya pun masuk ke dalam kamar mandi terlebih dahulu dan Mia menunggu di sofa kamar. Sekitar 15 menitan Naya pun keluar dengan rambut basahnya sambil di gosok-gosokan pakai handuk lalu kini giliran Mia pun masuk ke kamar mandi.
Naya keluar kamar masih dengan menggosokan handuk di rambut sepunggungnya, ia hendak turun ke bawah namun di ujung tangga Naya berpapasan dengan Gema yang sepertinya akan ke kamar mandi depan kamar Naya.
" Eh Gema, mau kemana? Mau nyamperin aku ya? Nggak usah di samperin kok ini juga sudah mau turun kok."
" Nggak usah berharap ."
Naya malah tersenyum mendengar ucapan Gema.
" Nggak berharap Gema tapi aku yakin saja kalau kamu kangen kan sama aku? Baru juga di tinggal mandi, udah kangen saja, gimana kalau di tinggal selamanya."
Gema memutar bola matanya malas, setiap ketemu Naya ada saja kalimat yang Naya lontarkan bikin Gema pusing mendengarkannya.
Tanpa mau berlama-lama mendengar ocehan tidak jelas Naya, Gema berlalu melewati Naya yang masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Naya kembali melanjutkan jalan nya ke lantai bawah.
" Mbok, tolong bikin Hot Chocolate dong, lagi butuh yang hangat-hangat nih."
" Berapa non?"
" Hmm, bikinin untuk semua saja mbok nanti kalau cowok-cowok itu mau nya minum kopi, nanti baru di bikinin lagi."
KAMU SEDANG MEMBACA
Nayanika ( END )
Fiksi RemajaBerawal dari seorang gadis cantik yang imut namun memiliki sorot mata yang tajam bernama Nayanika yang tiba-tiba menembak seorang pria di dalam mall yang entah ia kerasukan apa membuat ia jadi tontonan gratis dan berujung ia di tinggalkan begitu saj...
