bagian 18: date

848 79 6
                                        

  Aku menuggu ran di depan patung pahlawan di alun-alun kota, "lamanya dia"aku melihat jam.

"Ren"teriakan ran.

"Oh ran..... "Mataku tertuju kearah ran.

"Ren apa kau menugguku lamah"ran dengan wajah malunya.

   Aku terdiam dan menatap ran dengan tatapan bodoh, "(imut) "kataku sambil melihat baju ran dan, "ran kau memotong rambutmu ya"aku menujuk rambutku.

"Oh iya"ran memainkan rambutnya, "cocok tidak"ran dengan pipi memerah.

"Cocok, bahkan imut banget(aduh keceplosan) "aku menutup mulutku.

"Begitu ya,(kata ren panggil aku imut!) "ran beteriak dalam hati.

"Ayo"aku mengajak ran pergi.

   Ran mengikuti dari belakang, entah kenapa hari ini aku merasakan hal yang berbeda dari ran, tak beberapa lama kami sampai di taman amazing park.

"Akhirnya sampai"ran mengangkat kedua tangannya.

"E.... "Aku bingung.

"Ah(sial kenapa aku semangat segala, aku sudah janji akan menjadi gadis yang biasa saja) "ran meneteskan keringat di pipi kirinya.

   Aku memalingkan wajahku, "kau mau naik wahana yang mana "aku menujuk salah satu wahana.

"Bagaimana kalau kita naik roller Custer aja duluan(sial kelepasan lagi) "ran dengan wajah malunya.

"Oke baikalah, sudah lama juga aku tidak naik itu "aku tersenyum lebar.

  Wajah ran mendadak memerah,dan menarik tanganku ke arah cangkir putar, "naik ini ya"aku dengan tatapan datar.

"Hem"ran mengangguk.

"Oke kalau itu keinginanmu nona"aku dengan suara gentlemen.

"Pfttf(sial wanita tidak boleh tertawa terbahak-bahak) "kata ran.

"(Tumben ran tidak tertawa, biasanya dia menujuk-nujuk sambil menyentuh perutnya, ada yang aneh) "aku menyentuh daguku dan berpikir.

"Ada apa ren"ran dengan wajah namapak seperti wanita polos.

"(Iya betul hari ini ran sangat berbeda) tidak apa-apa kok"aku dengab wajah poker faceku.

"(Ren sudah mengeluarkan wajah bodohnya, mungkin dia curiga) "ran beteriak dalam hati dan menarik tanganku memasuki wahana cangkir putar.

"Oke baik waktunya putar! "Ran berteriak semangat.

  Aku tersenyum senang, "(dia sudah kembali normal) "kataku.

"(Aduh kelepasan lagi) pelan-pelan ya putarnya ren"suara pelan ran.

"E...... (Dia berbeda!) "aku beteriak, "baik aku pelan-pelan saja"aku memutar kemudi cangkir dengan perlahan.

"Menyenagkan ya ren( jangan-janagn beteriak wahai  diriku) "ran menahan emosinya dalam pikirannya.

  Aku memutar wahana cangkir putar, perlahan bahkan menurutku ini terlalu lamah, tapi kalau itu kinginan ran aku tidak bisa menolak.

  Kami melainkan berbagai macam wahana,namun aku merasa ada yang berbeda dengab ran, dia lebih pendiam dan tidak berisik, biasanya semangatnya seperti api namun hari ini dia terlihat seperti bunga sakura yang memberi ke kenyamanan.

  Waktu berlalu jam makan siang aku dan ran sudah mulai lapar.

"(ini dia ran tidak mungkin bisa makan sedikit) ran kau makan apa"aku menujuk daftar menu.

School Girl (The Symbol)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang