Jadi dokter, pacar, suami, kakak ipar, kakak, selingkuhan, guru ngaji ataupun tutor? Jung Jaehyun of NCT bisa menjadi siapun yang kalian inginkan. Fiktif belaka ya jangan disamakan dengan kehidupan real life sang idola. Di sini kamu yang jadi lead f...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Masa pengenalan kampus yang biasa dikenal dengan sebutan OSPEK, penuh beragam cerita seram soal perlakuan dari para senior dan tak jarang menimbulkan kecemasan sendiri bagi mahasiswa baru, termasuk aku.
Namun, abangku yang kebetulan sebagai pengurus OSPEK tahun ini memberitahu bahwa metode pelaksanaan OSPEK sudah berubah. Pengawasan kampus lebih diperketat dan ancaman sanksi dikeluarkan dari kampus hingga hukuman pidana bagi senior yang masih nekat melakukan kekerasan fisik kepada mahasiswa baru pun membuat nyali para senior seketika menciut.
"Diingat ya, Dek. Selama kamu OSPEK nanti, jangan ketemu Abang dulu sampai kegiatan orientasi dan pengenalan kampus selesai," ucapnya sebelum meminum susu kaleng yang disiapkan oleh Bunda.
"Memangnya ada apa sih, Bang? Kenapa harus begitu? Bunda senang kok adik kamu bisa kuliah di kampus yang sama. Setidaknya kamu bisa jagain dia juga."
Aku mengangguk menyetujui pernyataan Bunda. Memangnya mengapa jika yang lain tahu aku adik dari seorang Lee Taeyong? Apa Bang Taeyong malu memiliki adik sepertiku?
"Justru itu Bunda. Taeyong bisa pastikan jaga Y/N dari jauh. Taeyong cuma takut mahasiswa yang lain merasa Y/N diistimewakan karena adanya Taeyong sebagai pengurus OSPEK nantinya," jelasnya. "Paham maksud Abang kan, Dek?" lanjutnya lagi sembari menatapku.
"Iya, Abang."
"Yasudah, biar Ayah yang antar adik kamu ke kampus," ujar Ayah. Bunda yang mendengarnya pun memperlihatkan kedua ibu jarinya sambil tersenyum sumringah.
Biasanya Ayah dan Bunda akan loveydovey setelahnya. Tapi, tidak untuk kali ini karena aku yang sedang terburu-buru. Takut jika nanti terlambat, sebab hari ini merupakan hari pertamaku OSPEK.
Aku berjalan menyusuri koridor dan melihat lapangan yang sudah dipenuhi oleh para senior maupun para mahasiswa baru.
"Cepat kumpul ya! Buat barisan. Yang cowok di sebelah kanan dan yang cewek di sebelah kiri."
"Bisa lebih cepat tidak?!" Teriak senior itu lagi dengan suara lantang terkesan galak dan dingin di waktu yang bersamaan. Bukannya ikut berlari menghampiri mereka. Aku justru terdiam mengamati kakak galak tadi yang bernama Kim Doyoung. Aku sempat mengetahui namanya dari nametag yang tersemat pada almamater-nya itu ditambah Bang Taeyong juga mengingatkanku bahwa ketua OSPEK kali ini cukup tegas.
"SAYA HITUNG SAMPAI TIGA. KALAU DALAM HITUNGAN KE TIGA KALIAN BELUM MENEMUKAN BARISAN. SILAHKAN BERDIRI DI DEPAN SAYA!" Mendengar kakak itu berbicara demikian membuatku kalang kabut, pasalnya aku masih berdiam diri di area koridor kampus.
Sekuat tenaga aku berlari menuju tengah lapangan. Sayangnya pergerakanku terhenti karena ditabrak oleh seseorang hingga rambutku tersangkut di kancing kemeja yang ia kenakan.