Mas Pacar

2.6K 218 0
                                        

Aku tidak pernah menyangka jika pada akhirnya akan menjadi kekasih dari seorang Jung Jaehyun yang merupakan sahabat dari kakakku sendiri

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aku tidak pernah menyangka jika pada akhirnya akan menjadi kekasih dari seorang Jung Jaehyun yang merupakan sahabat dari kakakku sendiri.

Awalnya Mas Taeyong terlihat ragu jika kami memiliki hubungan kekasih dan menganggap jika kekasihku itu bukan sahabat yang baik untuk dirinya karena tidak meminta ijin kepadanya terlebih dahulu saat ingin memacariku.

Oleh sebab itu, kami yang harus membujuk Mas Taeyong dengan segudang ubi starbak dan dengan mudahnya Mas Taeyong merestui hubungan kami.

"Setelah ini kamu ada jadwal lagi?" tanyanya masih dengan menyenderkan kepalanya di bahuku. Tolong ingatkan dia jika ini masih di area kampus.

Banyak pasang mata yang memperhatikan kami entah itu merasa iri ataupun benci terhadapku. Aku tidak mempermasalahkannya selama ini karena yang terpenting untukku adalah cukup dia yang mencintaiku.

"Ada, kelas Pak Lay. Kalau kamu mau pulang nggak apa pulang aja. Aku tahu kamu masih capek karena baru sampai Jakarta subuh tadi," ucapku memainkan jari-jari tangannya.

"Nggak, siapa bilang," sanggahnya cepat. Aku hanya tertawa merapihkan rambutnya yang mulai menutupi matanya.

"Pulang sana, tidur. Mata kamu udah kayak panda tahu. Aku bisa pulang sama Dejun nanti."

"Kak rambut kamu ini udah mulai panjang. Ini kamu nggak merasa risih ya hampir menutupi mata?"

"Aku belum sempat ke salon, sayang."

Aku tahu betul bukan belum sempat, tapi memang dirinya yang tidak mau jika aku tak temani. "Yaudah hari Sabtu aku temani." Mendengar ucapanku dia tersenyum cerah menampilkan ke dua pipi bolongnya. Kekasih siapa sih menggemaskan sekali?

"Sayang?"

"Hmmm," balasku yang hanya bergumam.

Saat ini aku sedang sibuk dengan novel yang sedang aku baca lima menit yang lalu.

"Selingkuh lagi?" tanyanya.

Aku menutup novelku, tak lupa untuk memberikan bookmark di dalamnya agar tidak lupa sampai dimana aku membacanya.

"Ada apa?" tanyaku menatap matanya.

Ya Tuhan susah sekali memintanya untuk pulang padahal dari wajahnya sudah tercetak jelas jika dirinya sangat lelah.

"Kamu nggak ada niatan mengganti panggilan kamu untuk aku?" tanyanya tiba-tiba.

Aku mengerutkan kening merasa heran, tumben sekali dia menanyakan hal ini?

JAEHYUN AS (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang