Stranger Pt. 2

917 157 2
                                        

Bertahan selama beberapa bulan di pulau terpencil membuat aku harus kehilangan bayiku selama dua kali

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bertahan selama beberapa bulan di pulau terpencil membuat aku harus kehilangan bayiku selama dua kali. Sudah dapat dipastikan mereka kekurangan asupan bergizi dan juga kandunganku yang terlalu lemah, tidak ada obat yang aku konsumsi untuk memperkuat janinku saat itu.

Meskipun Mas Jaehyun dokter tetap saja akan berbeda rasanya karena dirinya bukan dokter kandungan.

"Perut kamu sakit lagi?" tanya Mas Jaehyun, pria itu baru saja membakar ikan yang dirinya tombak di pinggir laut.

Setahun lebih mengkonsumsi ikan membuatku mabuk ikan, tentunya aku bosan, terkadang aku tak bisa memasukkan apapun pada perutku, ditambah kandunganku yang sekarang cukup rewel meskipun usianya sudah menginjak tujuh bulan kalau aku tidak salah menghitung, ini adalah kehamilanku yang ke tiga.

Salahkan ayahnya yang terlalu tergesa-gesa. Aku juga tidak tahu mengapa kandunganku ini kuat sekali, sangat berbeda dengan kehamilanku yang terdahulu.

"Nggak Mas, cuma mual aja. Kayaknya dia nggak mau makan ikan."

"Paksain ya? Nggak apa-apa kan? Atau saya cari kelapa hijau buat kamu?"

Aku menahan lengannya yang hendak pergi. "Nggak usah, kamu makan aja. Aku paksain makan. Semoga bisa masuk perut."

"Maaf."

Mas Jaehyun akan selalu meminta maaf di saat aku merasa kesulitan seperti ini. Semua kehendak Tuhan, buktinya dia masih bisa bertahan di dalam perutku dengan situasi dan kondisi aku yang seperti ini.

Kami hanya makan secukupnya dan itupun makan sesuai dengan bahan makanan yang ada. Aku pernah terpaksa memakan ulat sagu hingga membuatku menangis, setelahnya aku memilih untuk tidak memakannya.

Aku tak akan sanggup.

Hewan melata merupakan musuh terbesarku.

Setelah makan, kami memilih untuk istirahat di gubuk yang mas Jaehyun buat, tepat dipinggir laut. Angin sepoi-sepoi membuatku merasa damai. Mas Jaehyun memeluk tubuhku dari belakang. "Kenapa nggak bawa selimut? Nggak bagus anginnya buat ibu hamil."

"Mas?"

"Hum?"

"Dua bulan lagi dia lahir, apa aku bisa?"

"Bisa, kamu pasti bisa. Saya tahu kamu kuat. Jangan lupa untuk selalu berdoa."

"Setahun lebih kita di sini, mereka juga pasti menyangka kita hilang dan udah nggak bernyawa, rasanya aku mau berhenti berharap. Aku cuma bisa nunggu ajal menjemputku aja sekarang."

"Bicara apa kamu?"

"Nggak, aku cuma bersikap realistis, buktinya kita nggak ditemukan. Mereka pasti berhenti buat cari kita Mas." Memang benar kan? Buktinya selama ini tidak ada yang berhasil menemukan kita.

"Sayang...... Jangan sampai ketakutan itu masuk ke jiwa kamu, tenang. Hanya sikap tenang yang kita perlukan saat ini. Kamu lagi mengandung, jangan banyak pikiran."

JAEHYUN AS (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang