Jadi dokter, pacar, suami, kakak ipar, kakak, selingkuhan, guru ngaji ataupun tutor? Jung Jaehyun of NCT bisa menjadi siapun yang kalian inginkan. Fiktif belaka ya jangan disamakan dengan kehidupan real life sang idola. Di sini kamu yang jadi lead f...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ya nggak apa dong yang? Mending aku main games terus dibanding aku main cewek," ujar Jaehyun, sejak tadi telinganya sedikit sakit karena sang istri menegurnya saat bermain games. Salahnya juga yang tidak tahu waktu. Tapi memang misi itu harus cepat terselesaikan, akan tanggung jika pada akhirnya dia harus mengulang dari awal lagi.
"Oh, mulai berani kamu ya Mas?"
Jaehyun melempar ponselnya ke arah ranjang, kemudian menghampiri istrinya yang sedang berdiri membawa pakaian kotor. "Nggak sayang, aku cuma bercanda. Sini-sini aku bantuin, kamu jangan bawa-bawa yang berat. Kan kamu udah bawa baby J di perut kamu."
"Alah basi mas, nanti juga kamu lakuin lagi. Aku tuh capek pengen diperhatiin kamu tahu. Kamu kerja sampe sore, terus pulang juga sibuk sama ponsel kamu, waktu buat aku kapan?" tanya Y/N dengan suara bergetar, air matanya sudah siap untuk terjun bebas. "Aku sama anak ini cuma butuh perhatian kamu, sedikit aja apa itu susah? Kamu boleh main games, aku nggak melarang kamu. Tapi kamu harus tau waktu Mas."
Y/N berjalan perlahan meninggalkan Jaehyun, saat sampai diambang pintu iya berbalik menoleh ke arah Jaehyun, "Kalau kamu mau kayak gitu terus, pulangin aku aja ke orang tua aku."
Deug!
Pria berdimple itu seperti dihantam batu keras, Y/N memintanya untuk memulangkan sang istri ke rumah orang tuanya. Itu berarti ia akan berpisah dengan istri dan juga anaknya kan?
"Kamu bicara apa sih?!" tegur Jaehyun tak suka dengan kalimat Y/N.
"Aku capek ngerti nggak? Aku juga butuh healing, aku butuh kesiagaan kamu. Tapi yang kamu lirik cuma ponsel dan laptop kamu."
"Aku juga main games dapat uang sayang, nggak cuma main aja. Itu juga buat kebutuhan kamu, buat kebutuhan anak kita."
"Anak aku, bukan anak kamu. Bahkan ayahnya aja nggak perhatian."
Jaehyun tahu jika dirinya salah, tapi haruskah Y/N berkata demikian pada Jaehyun?
"Y/N... aku minta maaf tapi aku pikir kamu udah keterlaluan." Setelah mengucapkan kalimat itu Jaehyun pergi melewati Y/N yang sudah menangis, entahlah pria itu sedang tak bisa menahan emosinya saat ini. Dia lebih memilih untuk mencari udara segar dan membiarkan ponselnya tertinggal. Jaehyun berpikir biarkan Y/N merengungi kesalahannya.
Bukan hanya Jaehyun yang bersalah, tapi Y/N juga merasa bersalah. Dia tidak bermaksud untuk mengucapkan kalimat itu, tapi hatinya benar-benar sedang kacau.
Yang Y/N butuhkan adalah sang suami yang siaga untuknya dan juga si buah hati yang masih di dalam kandungan. Y/N tak meminta banyak, cukup Jaehyun peduli dan selalu ada disisinya itu lebih dari cukup.
Terkadang Jaehyun memang ada disebelahnya tapi pria itu sibuk dengan laptopnya yang katanya ada deadline kantor. Selain itu Y/N pernah menginginkan sesuatu tapi Jaehyun sedang sibuk dengan ponselnya hingga Y/N kesal sendiri dan memilih untuk tidur.