Suami Dadakan Pt. 3

1.1K 130 0
                                        

"Lo ngapain sama June tadi?!" sentak Jaehyun

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Lo ngapain sama June tadi?!" sentak Jaehyun. Aku merotasikan mataku malas ke arahnya. Sangat merasa jengah karena dirinya masih membahas soal pertemuanku dengan June tadi sepulang dari kampus hingga sampai sekarang.

Jam menunjukan pukul sepuluh malam dan aku belum bisa tidur karena ulahnya yang bertanya ini dan itu.

"Gue udah jelasin ke lo tadi kan? Masih belum paham?"

"Lo kan tahu penyebab Bang Taeyong dirawat di rumah sakit karena siapa? Kenapa bisa ketemu sama dia ditambah elo yang—"

"Dia yang gendong gue tiba-tiba Jaehyun, bukan kemauan gue! Memang kenapa sih? Harusnya yang marah itu pacar gue bukan lo," ucapku sebal.

"Lo lupa gua siapa?" Aku menelan salivaku kasar saat Jaehyun mengingatkan dirinya siapa untukku.

"Gua suami lo kalau lo lupa, harusnya gua yang lebih berhak atas diri lo."

"Gue nggak paham sama sikap lo yang makin ke sini semakin mengatur-ngatur gue, gue ingetin ini juga kalau lo lupa : kita ini cuma suami-istri di atas kertas, Gue nggak cinta sama lo dan lo pun nggak cinta sama gue. Toh dari awal lo sendiri juga setuju kan kita kayak gini? Kenapa lo sekarang banyak protes? Seakan lo benar-benar suami terbaik buat gue. Don't act too much Jaehyun coz we are just people forced to live under the same roof."

"Kenapa sampai lo bisa punya pikiran sempit seperti itu? Sejak kapan gua mengekang lo? Lo bebas pergi dengan siapa pun asal ijin sama gua karena saat orang tua lo tanya lo pergi ke mana dan sama siapa gua bisa jawab dan beri alasan ke mereka. Sekarang gua tanya sama lo, kalau gua nggak tahu keberadaan lo di mana dan sama siapa apa orang tua lo nggak berpikiran yang macam-macam? Baik tentang lo, gua dan bahkan pernikahan kita? Buka mata dan pikiran lo jangan cuma bisa menyudutkan gua terus seolah lo yang paling benar di sini."

"Sejak kapan gue menyudutkan lo, Jaehyun? Sekarang gue tanya siapa yang lebih mengatur siapa? Apa gue pernah mengatur lo buat jalan sama siapapun? Bahkan lo masih jalan sama Kiara dan Alleta pun gue masa bodoh," jelasku.

Jaehyun mematung mendengar ucapanku, benar kan ucapanku barusan, tidak salah kan? Aku tidak pernah melarang dia untuk jalan atau berteman dengan siapapun tapi ketika aku yang tidak sengaja bertemu dengan June, dia bisa semarah itu.

"Jaehyun kalau kita begini terus yang ada nggak akan kelar masalah. Gue tahu lo capek dan gue juga sama, gue udah kasih solusi buat kita pisah tapi lo nggak pernah mau. Kita ini nggak akan bisa menyatu Jaehyun, kita sama-sama keras kepala."

Melirik Jaehyun yang sedang mengepalkan tangannya kuat, aku beringsut mundur, sedikit ada rasa takut jika Jaehyun akan bertindak diluar nalar malam ini.

"Lebih baik lo tidur, kunci pintu depan, gue nggak akan pulang malam ini," ucapnya berlalu dengan menutup pintu sedikit kasar membuat aku terlonjak kaget.

JAEHYUN AS (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang