Jadi dokter, pacar, suami, kakak ipar, kakak, selingkuhan, guru ngaji ataupun tutor? Jung Jaehyun of NCT bisa menjadi siapun yang kalian inginkan. Fiktif belaka ya jangan disamakan dengan kehidupan real life sang idola. Di sini kamu yang jadi lead f...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Lagi-lagi Jeno merasa sedikit kesal jika sang kakak mengganggu acaranya dengan sang kekasih terus menerus, bukan Y/N tidak menyetujui hubungan sang adik dengan kekasihnya. Hanya saja Y/N tak berani jika berpergian cukup jauh dari rumah, lagipula sang ayah sudah memberikan tanggung jawab penuh kepada sang adik jika dirinya memerlukan bantuan apapun itu.
"Mulai sekarang, Adek yang temenin Mbak kemana-mana, jangan sampai kejadian kayak tadi terulang lagi. Kamu pengganti Ayah, cuma kamu yang bisa Ayah andalkan. Jaga Mbakmu seperti kamu menjaga Bunda."
Itu adalah kalimat sang ayah saat Y/N hampir saja diculik oleh seseorang yang tak di kenalnya tempo hari. Entahlah bagaimana bisa, yang dirinya tahu ia memesan salah satu transportasi online untuk mengantarkan dirinya pergi ke seminar di daerah Bogor. Y/N yang tidak tahu jalan sama sekali tak menyadari jika dirinya justru sampai di daerah lain.
"Tolongin gue Jeno, lo kan tahu kalau gue trauma naik transportasi online apalagi transportasi umum."
"Tapi hari ini cewek gue ulang tahun Mbak. Tolong ngertiin gue dong. Mau sampai kapan lo bergantung sama gue terus? Nggak selamanya lo harus sama gue kan? Cari pacar yang bisa lo jadiin tempat bersandar. Maaf, gue ngomong begini bukan berarti gue nggak mengemban tugas yang dikasih Ayah ke gue. Gue cuma nggak mau lo itu semakin takut sama dunia luar, nggak semua supir transportasi online itu jahat, kemarin memang lo lagi apes aja."
Y/N terdiam, mencerna kalimat demi kalimat yang dilontarkan adik satu-satunya itu. Ada rasa kecewa saat dia mendengar kalimat Jeno. Dirinya merasa jika selama ini telah merepotkan sang adik, harusnya dia lebih bisa mandiri kan? Tidak melulu bergantung dengan sang ayah ataupun sang adik.
"Yaudah, sorry kalau selama ini gue ngeribetin elo," balas Y/N dengan suara lirih. Gadis itu berjalan pelan ke arah kamar tanpa menunggu balasan dari Jeno, dia tak peduli lagi dengan apa yang akan menimpanya toh dirinya hanya bisa menyusahkan keluarga saja.
"Goblok banget gue, salah ngomong kan ah.. kalau kayak gini gue juga yang bakalan ribet." Ada sedikit rasa penyesalan dalam diri Jeno, ia berharap kakaknya tidak sakit hati dengan ucapannya.
Banyak pertanyaan yang terlintas dari benaknya, apa yang membuat kakaknya menolak beberapa pria yang ingin menjadi kekasihnya? Alasan yang cukup kuat kenapa sang kakak betah menjomblo?
Dengan cekatan, pria tampan yang terpaut jarak dua tahun di bawah Y/N mulai mengetikkan sesuatu di ponsel pintarnya, entah kepada siapa pria itu mengirim pesan.
Pesan yang bertuliskan jika sang penerima pesan benar menyukai sang kakak, dengan senang hati Jeno akan memberikan info mengenai sang kakak. Upaya itu Jeno lakukan agar sang kakak memiliki seseorang yang bisa menjaga Y/N.