Bad Boy pt. 2

1K 165 3
                                        

Jaehyun duduk terdiam memperhatikan gadis yang sangat ia rindukan sedang bercengkrama dengan Doyoung, pria yang merupakan kakak tingkat gadis itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Jaehyun duduk terdiam memperhatikan gadis yang sangat ia rindukan sedang bercengkrama dengan Doyoung, pria yang merupakan kakak tingkat gadis itu.

Doyoung, pria yang sedang berbicara dengan Y/N pun tertawa pelan saat mendengar suara pekikan dari sang gadis. "Kak Doy! Balikin dong?"

"Bisa disimpan dulu nggak? Saya lagi pusing banget sama program bulan besok," ungkap Doyoung.

Jaehyun yang mendengarnya pun merasa kesal, kenapa harus gadis itu hanya berduaan dengan Doyoung? Mana anggota hima yang lain?

"Salah Kakak sendiri, kenapa nggak minta bantuan saya atau anak yang lain? Saya udah sering bilang jangan semuanya kakak kerjain sendiri, Kakak itu....." Y/N mengatupkan bibirnya saat tanpa sengaja kedua matanya bertatapan dengan manik mata milik Jaehyun. "Kak, saya lupa ada kelas lagi setelah ini. Kita lanjut nanti ya? Bye Kak Doy."

Doyoung hanya menatap kepergian Y/N tanpa bisa mencegah gadis itu, sedangkan Jaehyun berjalan pelan ke arah di mana Doyoung sedang duduk.

Pria berdimple itu menarik kursi yang sebelumnya diduduki oleh Y/N membuat atensi Doyoung yang sedang melihat ke arah Y/N yang sudah menghilang dari pandangannya pun beralih untuk menatap Jaehyun. "Ada perlu sama gue?" tanya Doyoung.

"Jangan ganggu Y/N." Satu kalimat yang merupakan kalimat perintah, Jaehyun tak suka jika ada pria lain yang dekat dengan gadisnya itu.

"Ck. Memang lo siapanya? Lupa kalau udah bukan siapa-siapa dia? Atau lo baru menyadarinya sekarang? Sadar kalau sebenarnya cewek itu berarti buat lo, iya kan?"

Pria berdimple itu terdiam, semua yang Doyoung katakan adalah benar membuat Jaehyun mengepalkan tangannya. Pergerakan itu pun tak luput dari mata Doyoung, "Kenapa? Emosi? Pukul gue aja kalau mau, biar mantan lo itu semakin yakin bahwa apa yang dia lakuin sekarang adalah benar, memilih untuk berpisah dari orang toxic kayak lo."

"Gue cuma minta lo buat jauhin dia, bukan menghina gue."

"Lo mau gue jauh dari Y/N? Sedangkan dia itu anggota hima gue, mikir dong Jaehyun?" Doyoung semakin dibuat emosi dengan pemikiran Jaehyun, ia tahu jika pria itu sedang cemburu dengannya.

"Gue nggak bisa jauh dari Y/N, kalau lo masih bersikeras untuk itu lo bisa bilang sama Y/N buat jauhin gue dan hima." Doyoung berniat untuk meninggalkan Jaehyun, tapi sebelum itu dirinya menepuk bahu Jaehyun pelan. "Semoga berhasil ya Jae. Sorry nih gue terlalu sibuk, lagi banyak program jadi gue nggak punya waktu buat meladeni kecemburuan lo," ucapnya santai, kemudian berlalu menjauh dari sana.

"Sialan!" Pria itu menggebrak meja dan menendang kasar kursi yang sempat Doyoung duduki membuat semua pasang mata tertuju kepadanya. Jaehyun sadar bahwa keputusannya membiarkan Y/N pergi adalah salah. Kim Doyoung menyukai Y/N dan Jaehyun merasakan itu.

Jaehyun berpikir bahwa dia harus bertemu dengan Y/N, persetan dengan gengsinya karena yang dia inginkan hanya Y/N untuk sekarang ini.

"Jaehyun, kamu mau ke mana?" Gadis berambut blonde itu mengalungkan tangannya di tangan kiri Jaehyun, mulai saat ini dia tak akan malu-malu untuk melakukan skinship dengan Jaehyun karena pria itu hanya miliknya.

"Lepasin Leta," ucap Jaehyun pelan. Dia sedang menahan emosinya saat ini karena tak ingin melukai gadis yang merupakan selingkuhannya sejak ia menjalin hubungan dengan Y/N.

"Nggak, kamu mau ke mana?"

"Lepasin nggak? Gue udah nahan emosi dari tadi, jangan sampai gue main tangan di depan mereka. Paham?"

"Kenapa sih Jae? Kan kamu udah putus dari Y/N, terus kenapa kalau aku begini sama kamu? Kita nggak perlu kucing-kucingan lagi kan? Lagipula ada bagusnya kamu putus sama cewek cupu kayak Y/N."

"Leta, gue udah kasih peringatan ya. Lepasin gue se.ka.rang? Dan satu lagi jangan sekali-kali lo ngejelekin Y/N di depan gue. Lo paham gue gimana kan? Gue bisa aja selingkuh dari Y/N jadi nggak menutup kemungkinan kalau gue juga bisa selingkuh dari lo. Jangan merasa kalau lo itu menjadi satu-satunya, lo itu cuma mainan gue saat gue bosan sama Y/N, tapi sekarang gue sadar siapa yang harus gue perjuangin dan pertahankan. Jadi mulai detik ini kita putus."

"Jaehyun... aku nggak mau, aku nggak mau putus," ucap Leta dengan mata berkaca-kaca, gadis itu sangat mencintai Jaehyun hingga dia merelakan semua yang ia miliki untuk pria itu.

"Terserah, tapi gue udah muak sama lo. Jangan nampakin diri di depan gue lagi." Tanpa rasa kasihan Jaehyun meninggalkan Leta yang sudah menahan isakan tangisnya, pria itu memang sangat tak punya hati.






***






Y/N termenung, bahkan es krim yang ada di tangannya pun sudah mencair. "Y/N aku ngomong sama kamu dari tadi, mau sampai kapan  kamu melamun terus? Sampai es krim kamu mencair pun kamu masih tetap dalam posisi itu," tegur Joana.

Sejujurnya Joana sangat senang saat ia tahu bahwa temannya sudah bebas dari Jaehyun, tapi akhir-akhir ini Y/N lebih banyak merenung membuat Joana semakin tak tahu lagi cara untuk membantunya.

"Oh, iya kenapa Jo?"

"Kamu kenapa? Coba sini cerita."

"Aku bingung Jo, Kak Jaehyun... dia ngajak balikan. Aku nggak tahu bagaimana perasaan aku sekarang. Aku sayang dia tapi aku juga nggak mau disakitin terus."

"Terus kamu bilang apa?"

"Aku belum balas apapun karena aku takut, takut salah ambil keputusan. Dia ngajak aku ketemu tapi aku belu...."

"Y/N?" Mendengar namanya disebut Y/N pun menoleh ke arah pria tinggi yang sedang menatap dirinya. Y/N sendiri tak mengenal siapa pria tersebut.

"Kamu Y/N kan?" ucap pria itu memastikan.

"Iya, ada apa ya Mas? Mas kenal sama saya?"

"Saya sepupu Jaehyun, bisa ikut saya? Jaehyun butuh kamu. Dia kecelakaan." Mata gadis itu melebar, Jaehyun kecelakaan? Bahkan pria itu baru mengiriminya pesan beberapa jam yang lalu meminta Y/N untuk bertemu.

"Kak Jae..hyun? kecelakaan?" tanya gadis itu lirih, tubuh gadis itu seketika melemas. Joana yang duduk disamping Y/N pun berdiri mendekati temannya.

"Bisa temuin saya dengan Jaehyun Mas?" Kepala Y/N menengadah ke atas, menatap pria itu dengan mata yang mulai memerah.

"Y/N kamu yakin? Aku nggak bisa nemenin kamu karena setelah ini aku ada kelas," ujar Joy berbisik kepada Y/N.

"Aku nggak apa Jo, kamu lanjut kelas aja. Ayo Mas tolong antarkan saya."

Y/N memang kecewa dengan Jaehyun tapi bukan berarti dia tidak peduli lagi terhadap Jaehyun kan?




JAEHYUN AS (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang