Jadi dokter, pacar, suami, kakak ipar, kakak, selingkuhan, guru ngaji ataupun tutor? Jung Jaehyun of NCT bisa menjadi siapun yang kalian inginkan. Fiktif belaka ya jangan disamakan dengan kehidupan real life sang idola. Di sini kamu yang jadi lead f...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Orang tua mana yang tidak merasa bahagia ketika mendapat kabar bahwa putrinya akan dipinang dengan laki-laki baik, bertanggung jawab dan mapan. Terlebih mendapatkan point plus tersendiri ketika calon menantunya tersebut meminta restu keduanya untuk membahagiakan anak gadis mereka.
Begitu pula yang dilakukan Jaehyun tanpa sepengetahuan kekasihnya itu, Jaehyun sempat berkunjung ke rumah orang tua Y/N di Malang saat dirinya sedang ada perjalanan Dinas ke kota penghasil apel yang cukup terkenal tersebut.
Mendapat perlakuan yang baik dari kedua calon mertua membuat Jaehyun bahagia bukan main, terlebih ia sudah mendapatkan lampu hijau dari kedua orang tua Y/N setelah berbincang mengenai niatnya untuk mengajak Y/N membina rumah tangga.
"Alhamdulillah, Bapak sama Ibu senang sekali ditengoki Nak Jaehyun disela kesibukan kamu. Kalau Nak Jaehyun memang mempunyai niat baik dan ingin mengajak putri bapak dan ibu ke tahap yang lebih serius, bicarakan langsung dengan Y/N karena kalian nanti yang akan menjalaninya. Kami sebagai orang tua hanya bisa mendampingi, memberi nasihat, mendo'akan, dan merestui kalian."
"Kalau Allah berkehendak, InsyaAllah kami merestui kalian. Sejujurnya Bapak dan Ibu ndak mau kalian lama-lama berpacaran, bapak khawatir, bukannya Bapak ndak percaya sama kamu, Bapak percaya sekali Nak Jaehyun ini laki-laki yang baik, bertanggung jawab, dan juga bapak bisa merasakan ketulusan kamu yang menyayangi putri Bapak dan Ibu tapi Bapak juga ingin kalian bisa cepat menjalankan setengah dari ibadah. Bapak dan Ibu ini udah tua, ya to? Bapak rasa Nak Jaehyun pasti sudah paham maksud dan tujuan Bapak bicara ini."
Jaehyun sangat mengerti maksud dan tujuan pembicaraan sore itu. Sebagai orang tua dari pihak wanita, wajar jika menginginkan kepastian dalam setiap hubungan. Ada keresahan dalam diri mereka dan Jaehyun memahami itu.
Selain itu, bukan hanya orang tua Y/N yang menuntut menginginkan cucu, orang tua Jaehyun pun demikian. Terkadang di setiap waktu sang ibu meminta kepadanya untuk segera menikah agar cepat menimang cucu. "Bang, kamu tahu Mama sama Papa udah tua kan? Mau menunggu sampai kapan lagi? Mama pengen punya cucu, dan omongan tetangga itu lho Bang, Mama bosan dengarnya, apa sih yang kamu cari lagi? Y/N gadis baik-baik. Mama juga pingin ada yang merawat kamu."
Menjadi anak pertama dalam keluarga membuat Jaehyun tersadar bahwa apa yang diinginkan sang ibu itu bukan sesuatu hal yang aneh. Wajar di usia yang sudah tak lagi muda, orang tua sering merasa kesepian. Apalagi dengan kesibukannya dan juga sang adik yang jarang sekali berada di rumah, ditambah Jaemin yang kerap kali menginap di apartemennya karena jarak kampus adiknya lebih dekat dengan apartemen yang sudah ia tinggali selama dua tahun terakhir.
"Bang?"
"Hum?" Jaehyun menolah ke arah sang adik yang memanggilnya, ia terlihat heran saat melihat Jaemin yang masih berada di apartemen miliknya. Apa hari ini bocah itu sedang tidak ada jadwal?— pikirnya.
"Jadi?"
"Apanya?" tanya laki-laki itu, ia tak paham dengan pertanyaan Jaemin. Seingatnya, Jaehyun tak pernah membuat janji apapun dengan Jaemin.