Suami Idaman

1.4K 142 2
                                        

Aku bersyukur memiliki suami seperti Jung Jaehyun, dia yang tidak pernah menuntut apapun pada diriku, meskipun aku tak bisa memasak sekalipun, suamiku tidak akan pernah marah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aku bersyukur memiliki suami seperti Jung Jaehyun, dia yang tidak pernah menuntut apapun pada diriku, meskipun aku tak bisa memasak sekalipun, suamiku tidak akan pernah marah.

Bukannya aku tak mau belajar hanya saja jari-jariku yang akan menjadi korbannya dan tentunya Mas Jaehyun akan marah karena itu. Dia tidak ingin aku terluka sedikitpun.

Tak mengapa jika aku tak bisa memasak toh ada dirinya yang bisa memasak, seperti itu katanya. Padahal aku juga ingin seperti wanita lain yang membawakan bekal makan siang untuk suami.

Jam menunjukkan pukul enam pagi, sialnya aku terlambat bangun, ku lihat suamiku sudah tak ada di sampingku, aku berjalan ke arah kamar mandi guna mencari keberadaannya tapi aku tak menemukannya sama sekali.

"Apa dia di bawah?"

Aku berjalan menuruni anak tangga, menemukan si tampan sudah berkutat di dapur. "Mas, kenapa nggak bangunin aku sih?"

"Ngapain?"

"Lho, kok ngapain? Bantu nyiapin sarapan lah buat kamu." Sambil berbicara aku berjalan ke arahnya, memberikan kecupan pagiku kepada orang yang begitu luar biasa dalam hidupku. "Selamat pagi sayangku."

"Selamat pagi duniaku," balasnya.

Entahlah, setiap kali dia mengatakan itu hati ini selalu terenyuh, sekali lagi aku bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan memberikanku teman hidup sepertinya.

"Masak apa pagi ini?"

"Aku telat bangun sayang, nggak apa-apa kan kalau kita sarapan nasi goreng?"

"Mas, maaf ya."

"Jangan nangis, kita sering bahas ini. Aku nggak mau kandungan kamu kenapa-kenapa."

Bukan masalah aku yang sedang mengandung, aku merasa tidak becus menjadi istri bahkan aku tak membangunkan suamiku di pagi hari hingga dirinya terlambat seperti ini.

"Kamu siap-siap sana, biar aku yang terusin."

"Nggak ada, yang ada dapurku berubah warna jadi hitam nanti," ucapnya seraya terkekeh.

"Ih, kamu mah."

"Duduk aja sambil liatin aku, siapa tahu kamu kangen aku kayak kemarin kan? Minta aku pulang cepat-cepat." Terdengar ada kalimat sindiran di sana.

Tentu saja aku menjadi tak terima. "Bukan aku, anak kamu yang kangen kamu."

"Halah, padahal kamu juga kangen cuma gengsi aja."

"Ih, kamu godain aku terus deh."

"Hahahaha, kamu gemesin kalau lagi bangun tidur gini."

"Udah cepet, aku laper."

"Siap ratuku."

Dia mengulurkan sepiring nasi ke arahku. "Makan yang banyak, jangan lupa susunya kamu minum juga."

JAEHYUN AS (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang