Om Jaehyun pt. 2

1.6K 198 3
                                        

Gadis bernama Yourname itu merenung meratapi nasibnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Gadis bernama Yourname itu merenung meratapi nasibnya. Entah bagaimana caranya ia bisa menolak perjodohan yang dilakukan papanya itu, seakan najis hukumnya jika Y/N menolak.

Jaehyun sendiri sama sekali tidak menolak. Y/N sempat bertanya kepada Jaehyun alasan laki-laki berdimple itu menyetujui perjodohan konyol yang dibuat para orang tua. "Saya cuma mau orang tua saya bahagia," katanya saat itu. Sedikit menyentuh hati memang tapi Y/N justru menjawab dengan perkataan yang membuat Jaehyun terkekeh.

"Tapi kalau Bapak yang nggak bahagia bagaimana? Bapak yakin bisa bahagia nantinya?"

"Melihat mereka bahagia saya juga ikut bahagia Y/N, lagi pula bahagia itu kita yang ciptakan. Kenapa kamu harus merasa terbebani? Malu kamu menikah dengan saya?"

Mengingat obrolan tempo hari membuat kepala Y/N sedikit pening, dirinya menelungkupkan kepalanya di meja. "Kalau gue bisa makan meja, udah gue makan sampai habis. Kesel banget, duh Gusti Nu Agung harus banget ya nikah sama dia? Nggak ada pilihan lain apa?"

"Saya nyuruh kamu ke ruangan saya bukan cuma buat merenung, Y/N. Saya bingung kamu nggak punya hobi lain yang bermanfaat ya selain merenung?"

"Om Jaehyun bisa nggak sih nggak ngagetin saya."

"Om? Ini di kampus. Jangan seenaknya panggil saya Om. Memangnya saya setua itu apa?"

"Ya iyalah, nggak punya kaca lo di rumah? Sini gue kasih, di rumah ada banyak tuh," ucap Y/N dalam hati. Panas, setiap bersama dengan cowok itu Y/N merasa otaknya semakin panas.

"Iya Pak Jung Maha benar Jaehyun," balas Y/N penuh penekanan.

"Berani kamu?" tantang Jaehyun.

Y/N meringis, kemudian ia mengukir cengiran khas miliknya. "Nggak Pak, mana berani saya sama Bapak. Bisa jelek nilai saya nanti. Terus sekarang saya ngapain di sini?"

"Kamu nggak ada kelas lagi kan setelah ini?" tanya Jaehyun memastikan. Y/N mengangguk mengiyakan.

"Bagus, kita cari cincin tunangan."

Sungguh, secepat itu kah? Y/N sudah menyetujui perjodohan itu meskipun dengan terpaksa bukan berarti pertunangan akan diadakan dalam waktu dekat.

"Pak yang benar aja, kasih saya waktu dong? Bapak nggak kasihan sama jantung saya? Saya aja baru dapat kabar kalau saya dijodohin sama Bapak dan sekarang malah cari cincin tunangan. Kenapa semua serba kayak tahu bulat yang digoreng dadakan?"

"Cepat, saya nggak punya banyak waktu buat ngeladenin ocehan kamu."

Miris sekali, kembali lagi Y/N meratapi nasibnya untuk masa depan. Rasanya ia ingin mencari cara agar pertunangan itu gagal.

JAEHYUN AS (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang