Jadi dokter, pacar, suami, kakak ipar, kakak, selingkuhan, guru ngaji ataupun tutor? Jung Jaehyun of NCT bisa menjadi siapun yang kalian inginkan. Fiktif belaka ya jangan disamakan dengan kehidupan real life sang idola. Di sini kamu yang jadi lead f...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tidak ada salahnya menikah dengan pria yang sangat mencintai orang tuanya terlebih sang ibu. Wanita bernama lengkap Your Namejustru mengagumi sosok sang suami yang kerap kali mengutamakan kebahagiaan sang ibu tapi semakin kesini entah mengapa Y/N semakin muak dengan sikap Jaehyun.
Bukan maksud hati untuk membenci atau cemburu dengan ibu mertua. Namun, sikap sang suami membuatnya semakin tak mengerti. Apa harus Jaehyun menyamakannya dengan sang ibu?
"Mama nggak pernah cuci baju seperti itu Y/N, kenapa kamu nggak bisa lebih rapih sedikit."
"Mas.. aku Y/N bukan Mama."
Jika sudah dalam situasi seperti itu, Y/N selalu membalas dengan kalimat andalannya, agar suaminya sadar bahwa dirinya dengan sang mertua sangatlah berbeda, tidak bisa disamakan.
Cara kerja seseorang dalam melakukan sesuatu itu bisa berbeda, mungkin mereka memiliki cara yang berbeda untuk mencapai tujuan yang sama. Contoh kecilnya seperti ini : Y/N dan Jaehyun sama-sama ingin pergi ke luar kota. Tujuan mereka saat itu adalah Yogyakarta. Tak menutup kemungkinan mereka pergi ke tujuan yang sama dengan cara yang berbeda pula kan? misal Y/N menempuh jarak ke Yogya dengan jalur darat sedangkan Jaehyun melalui jalur udara. Yang terpenting saat itu adalah mereka sampai di tujuan tidak peduli bagaimana pun caranya.
Haruskah sang suami meminta Y/N untuk mengikuti semua cara yang dilakukan ibunya? Bahkan hanya dengan masalah sepele pun, misalnya dalam hal mencuci pakaian atau membersihkan rumah.
Y/N hanya takut jika Jaehyun memiliki obsesi lain. Obsesi untuk menjadikan Y/N seperti figur ibunya. Mulai dari cara berdandan, berpakaian, memasak lalu memberikan perhatian kepada sang suami dan juga anak-anaknya kelak.
Jika sampai itu terjadi Y/N memilih untuk mundur. Adakalanya Y/N merasa bosan jika hal kecil pun harus meminta saran dari sang mertua dan itu kerap terjadi beberapa hari belakangan, salah satunya perihal perabotan kemarin, Y/N yang menginginkan perabotan dapur berwarna emas sedangkan sang mertua menyarankan untuk membeli warna silver. Tentu saja Jaehyun mengiyakan saran dari ibunya dengan dalih, kecocokan furniture di dapur.
"Halah, bullshit," ucap Y/n setelah menceritakan kepada teman-temannya kejadian beberapa hari yang lalu.
"Kenapa lagi kali ini?" tanya Kiara.
"Biasa, paling lakinya," timpal Sera.
"Kamu nggak mau coba bicara sama Jaehyun perihal ini Y/N? Mbak rasa masalah kalian harus segera dibahas jangan di tunda lagi. beri pengertian ke Jaehyun kalau kamu dan ibunya itu berbeda. Butuh waktu untuk merubah seseorang, semua butuh proses. Nggak ada salahnya kamu meniru hal positif dari mertua kamu tapi kalau Jaehyun udah terobsesi itu lain ceritanya." Y/N mendengarkan saran dari Alana. Sahabat yang merangkap sebagai kakak iparnya.
"Mbak.. terkadang aku capek sama sikap Jaehyun. Aku tahu dia itu anak mami. Apa-apa selalu Mama. Saran dari aku pun nggak dia dengar, hampir enam tahun aku menghadapi sifat Jaehyun yang kayak begini, capek kalau gini terus."