Dosen Pembimbing

1.3K 180 6
                                        

"Astagfirullah," ucap Y/N seraya mengelus dadanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Astagfirullah," ucap Y/N seraya mengelus dadanya.

"Allahuakbar." kali ini tangannya seperti memohon meminta pertolongan. "Ya Allah."

"Kamu ini lagi ngerjain skripsi apa berdo'a sehabis sholat."

"Pak, bisa nggak istirahat dulu? Capek banget jari saya. Bapak sadar nggak sih saat nyoret bab yang saya kerjain. Liat nih," tunjuk Y/N pada layar laptopnya. "Merah semua Pak.. untung bukan hasil print, bisa nangis saya."

"Harusnya kamu lulus tahun kemarin Y/N, masa masih stuck di bab III."

"Ya kan Bapak juga yang bikin saya malas buat ngerjain kalau lihat tulisan saya coretan merah semua."

"Ngejawab mulu kamu ya. Papa kamu cuma kasih waktu tiga puluh hari buat kamu menyelesaikan skripsi kamu. Dengan kamu dititip di rumah saya harusnya lebih ada effort dong. Jarang-jarang loh saya bisa kasih bimbingan 24 jam."

"Ya nggak 24 jam juga lah Pak, bisa gumoh saya. Memangnya Bapak nggak perlu tidur?"

"Cepet, kerjain. Saya juga punya tugas yang lain."

"Pak... Makan dulu ya? Lapar, tolongin masakin mie dong. Saya kan tamu di sini."

"Diliat-liat makin kurang ajar aja ya kamu?"

Meskipun terlihat kesal, Jaehyun melangkahkan kakinya ke arah dapur. Setelah berkutat dengan memasak mie di dapur, pria berdimple itu kembali ke arah ruang televisi. Dilihatnya Y/N yang sedang tertidur membuatnya berdecak pelan.

"Anjir, dikadalin gue."

"Pak Jaehyun ini masih pagi. Masa iya mau bimbingan, lagian ini hari libur tahu," ujar Y/n saat tidurnya terusik.

"Pagi pagi, apanya yang masih pagi. Ini jam sepuluh siang Y/N, bayi aja udah lebih dulu bangun dari pada kamu. Siapa yang mau jadiin kamu istri kalau kamu aja bangun siang terus?"

"Siapa juga yang mau nikah dalam waktu dekat," sanggah Y/N.

Gadis itu berjalan melewati Jaehyun. "Kenapa masih di sini? Saya mau mandi."

Terkadang Jaehyun bingung, mana yang tuan rumah mana yang tamu. Mengapa dia terlihat tak bisa berkutik di rumahnya sendiri.

Jaehyun baru saja berolahraga, ia menyeka keringat di wajah dan lehernya.

"Pak Jalan-jalan yuk, bosan," ujar Y/N setelah mendudukkan dirinya di sofa, tepat di sebelah Jaehyun. Gadis itu melirik ke arah Jaehyun sesaat, sedikit terpana dengan ketampanan Jaehyun yang sedang berkeringat.

"Ganteng banget. Pantas aja banyak yang berbondong-bondong buat jadiin dia calon mantu," gumam Y/N di dalam hati.

"Y/N? Kenapa malah bengong."

JAEHYUN AS (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang