Jadi dokter, pacar, suami, kakak ipar, kakak, selingkuhan, guru ngaji ataupun tutor? Jung Jaehyun of NCT bisa menjadi siapun yang kalian inginkan. Fiktif belaka ya jangan disamakan dengan kehidupan real life sang idola. Di sini kamu yang jadi lead f...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bagaimana dengan kencan kemarin Mom?" tanya Jaemin saat berpapasan dengan Y/N yang baru saja sampai di koridor sekolah. Y/N sedikit terperanjat mendapati bocah nakal itu sudah berada di koridor sekolah sepagi ini.
Hal yang tak pernah dilakukan Jaemin. Apakah Jaemin telah berubah setelah Y/N makan malam bersama dengan ayah Jaemin semalam?
"Jaemin, saya sudah katakan sebelumnya berhenti memanggil saya dengan sebutan itu. Rasanya tidak enak kalau yang lain mendengarnya."
"Oke. Baiklah bagaimana jika aku ganti dengan sebutan Mama atau Bunda? Nggak terlihat buruk kan? Panggilan Ibu terlalu membosankan untukku, atau sayang? Tapi itu nggak mungkin Mom. Bisa-bisa namaku dihapus dari kartu keluarga kalau Daddy tahu."
Merotasikan matanya malas, Y/N kembali berjalan pelan meninggalkan Jaemin. Ini masih pagi dia tidak ingin merusak mood nya hari ini.
"Mom, tunggu! Ini masih terlalu pagi, bagaimana kalau kita sarapan bersama?" Ajak Jaemin mengekori Y/N tanpa peduli dimana mereka saat ini.
Y/N menghentikan langkahnya. "Berhenti. Berhenti mengganggu Ibu, bisa saja Ibu melaporkan kepala sekolah dan Daddy mu kalau kamu terus seperti ini," ancamnya.
Mungkinkah Y/N lupa sedang berhadapan dengan siapa dirinya saat ini? Jung Jaemin anak bungsu dari Jung Jaehyun yang tidak akan mudah menyerah.
Jaemin tersenyum manis lalu menarik punggung tangan Y/N untuk disaliminya. "Iya Mom, semoga harimu menyenangkan dan juga semalam Daddy bilang kepadaku, dia menyukaimu."
Menghembuskan napasnya kasar Y/N kembali berjalan menuju ruangan guru, tanpa peduli kepada Jaemin. "Mereka memang perpaduan yang sangat cocok, pantas saja Jaemin seperti itu." pikir Y/N.
❧❧❧
Jaehyun berjalan santai menuju ruangannya dengan senyum yang tak pernah luntur sejak tadi bahkan dirinya membalas sapaan para karyawannya, membuat heran beberapa rekan kerjanya termasuk Taeyong yang sedari tadi memperhatikan Jaehyun dengan seksama.
"Cerah banget hari ini, ada apakah gerangan?" tanya Taeyong yang tiba-tiba masuk ke ruangan Jaehyun. Jaehyun yang baru mendudukkan dirinya di kursi pun menatap jengah rekan sekaligus sepupunya itu.
"Ck, masih pagi Bang. Lo ada perlu apa kemari?"
"Nggak ada sih, cuma gue heran aja, kenapa bisa seorang Jaehyun se-sumringah ini. Habis dapat jatah dari Rossie?" tanya Taeyong asal.
"Ck, nggak usah mengada-ada Bang."
"Siapa tahu kan Jae? Barangkali aja Rossie luluh mau kasih jatah, mengingat lo udah puasa sebegitu lamanya."
Jaehyun menatap Taeyong sengit, tidak tahu alasan pria itu datang ke ruangannya. "Sumpah Bang, obrolan lo nggak penting. Mending balik ke ruangan aja sana daripada ganggu gue."