Vampire pt. 3

1.1K 159 6
                                        

"Jaehyun, sungguh aku butuh istirahat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jaehyun, sungguh aku butuh istirahat. Bisakah aku menyelesaikan tugas-tugas ini besok?"

"Tidak bisa," tolak Jaehyun dengan tak tahu diri, bahkan pria berwajah pucat itu sama sekali tidak merasa kasihan pada Y/N.

"Selesaikan hukumanmu."

"Tapi... Ini terlalu berlebihan," ujar Y/n tak mengerti, saat ini sudah memasuki dini hari tapi Jaehyun masih menghukumnya dengan cara tidak tahu diri.

"Berlebihan menurutmu? Apa aku harus membawamu ke kamar?"

"Apa, apa yang akan kamu lakukan?"

"Tentu saja melakukan itu, apalagi?"

"Aku mohon, kepalaku sakit. Aku butuh istirahat lagipula kalau aku sakit, kau juga yang kerepotan. Iya kan?"

Jaehyun menghela nafasnya lelah, benar juga apa yang dikatakan Y/N. Jika Y/N sakit sudah pasti dirinya akan dibuat sakit kepala.

"Yasudah, tapi besok tugasku sudah harus selesai semua."

"Iya, tapi jangan salahkan aku jika nilaimu turun. Kau ingat kita beda jurusan?"

"Tak masalah, ayahku donatur terbesar di kampus itu. Sebenarnya tak masalah jika aku mendapatkan nilai 0 sekalipun."

"Lalu untuk apa memintaku mengerjakan tugas-tugas itu? Bukankah tidak perlu untukmu mengerjakannya jika sebenarnya kamu memiliki hak istimewa. Ah, kau ini benar-benar menyusahkanku saja.

Jaehyun tak menanggapi Y/N sama sekali, tubuhnya terasa lemas. Dengan pergerakan cepat, dirinya bersandar pada kepala sofa. Y/N yang menyadari perubahan sikap Jaehyun pun dibuat kebingungan.

"Jae? Ada apa?"

"Darah."

"Hah? Apa yang kamu katakan? Aku tak mendengarnya?"

Y/N memilih untuk mendekatkan diri kepada Jaehyun. Ia mendudukkan dirinya tepat di sebelah Jaehyun.

"Darah..."

"Da..rah?"

Kedua alisnya tertaut, darah? Apa yang sedang Jaehyun butuhkan? Apa pria berdimple itu membutuhkan darah saat ini?

"Di mana kamu menyimpannya?" tanya Y/n mulai khawatir, pasalnya pria itu sudah menutup matanya.

"Jaehyun, buka matamu. Di mana kamu menyimpannya?"

"Lemari pendingin," sahutnya dengan suara lemah, Y/n yang mendengarnya dengan samar pun segera berlari ke arah lemari es di dapur.

Gadis bermata cokelat itu meneliti setiap sudut. Tidak ada kantung atau botol yang berisikan darah sama sekali. Apa stock darah yang dimiliki Jaehyun habis?

"Apa yang harus aku lakukan?" monolognya pelan. Gadis itu memegangi bracelet yang diberikan Doyoung tadi siang. Ia berpikir untuk menghubungi pria itu, tapi dirinya sama sekali tidak memiliki contact pria tampan itu.

JAEHYUN AS (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang