Jadi dokter, pacar, suami, kakak ipar, kakak, selingkuhan, guru ngaji ataupun tutor? Jung Jaehyun of NCT bisa menjadi siapun yang kalian inginkan. Fiktif belaka ya jangan disamakan dengan kehidupan real life sang idola. Di sini kamu yang jadi lead f...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Memiliki pekerjaan sampingan sebagai DC membuat Jaehyun harus berbesar hati ada saja tingkah nasabah yang membuatnya tertawa geli atau bisa meluapkan emosi. Dalam sebulan bisa saja dirinya mendapatkan pundi-pundi sebesar dus puluh Juta. Itu yang membuat dirinya sayang mengundurkan diri dari kerjaan sampingan itu.
Mencari pekerjaan itu sulit, ditambah ia memiliki pengeluaran yang cukup banyak apalagi sang adik juga masih membutuhkan biaya sekolah.
Kerap kali istilah DC menjadi sesuatu yang sangat menakutkan dan sangat dihindari ketika menghadapi hutang. Banyak contoh kasus DC yang menagih hutang secara langsung dengan kekerasan dan tidak sesuai dengan SOP perusahaan. Tentu saja Jaehyun juga merasa tidak setuju dengan tindakan itu.
Upaya pemerintah dalam menangani kekerasan, pengintimidasian, pengancaman yang dilakukan penagih hutang juga cukup optimal. Adanya form pengaduan dari berbagai pihak terkait membuat para nasabah cukup terlindungi, akan tetapi pemerintah masih menutup mata dengan cara penagihan DC yang tidak sesuai aturan khususnya pada fintect legal maupun illegal.
Salah satu faktor yang mungkin mempengaruhi buruknya cara kerja DC adalah sistem perekrutan yang masih memanfaatkan perusahaan outsourcing sehingga menyebabkan kurang profesionalnya penagih hutang karena hanya mengutamakan kekuatan fisik dan emosi saja, harusnya mereka diberi pelatihan khusus bagaimana caranya menangani para nasabah.
Seringkali, DC juga tidak memahami dan mengabaikan etika atau batasan dari pihak bank atau kreditur untuk melakukan penagihan sesuai dengan aturan dan hukum berlaku. Itulah yang menjadi alasan mengapa kebanyakan DC sering bertindak secara berlebihan.
Kembali lagi Jaehyun semakin miris dengan keadaan seperti ini. Jaehyun tidak seperti DC yang hanya mengandalkan fisik, emosi ataupun beradu argumen. Pria itu masih memikirkan bagaimana mental para kreditur bahkan berujung saling curhat dengan kreditur.
Jaehyun menatap layar ponselnya. Beruntung dirinya bisa bekerja paruh waktu, biasanya teman yang lain bekerja dari pagi hingga pukul tujuh malam pada tiap hari kecuali hari Sabtu dan Minggu.
Jaehyun melirik ke arah Yudha yang sedang menggelengkan kepala frustasi, "Kenape lo?" tanyanya.
"Jae, elu aja deh ini lanjutin. Nggak kuat gue."
"Lah?"
Pria berdimple itu menggeser kursinya mendekati Yudha, setelah membaca pesan demi pesan dari kreditur tersebut, Jaehyun tertawa terbahak-bahak. "Hahaha, lucu anjir. Pacarin aja, gemes banget udah kayak chat sama pacar sendiri."
"Sembarangan banget lo. Ambil alih nih. Kayaknya cakep. Kali jinak sama lo, pusing gue dia pinter jawabnya."
"Yaudah."
"Your Name. 12344."
"Oke."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.