Anak Majikan

1.2K 159 5
                                        

"Jae, bisa bantu Mama nggak?" Pria yang sedang asik berkutat dengan ponselnya pun melirik sang ibu sebentar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jae, bisa bantu Mama nggak?" Pria yang sedang asik berkutat dengan ponselnya pun melirik sang ibu sebentar.

"Kenapa Mah?" tanyanya, matanya kembali fokus pada ponsel miliknya. Ada pesan dari sang kekasih yang memintanya untuk mengantar pergi ke salon.

"Mama lupa kalau hari ini ada janji ketemu sama Tante Siena. Tapi Mama udah keburu beli buah buat Bibi Kim."

"Lho, emang Bibi Kim lagi ada acara?" tanya sang anak, fokusnya kembali teralih kepada sang ibu.

"Kamu belum tahu? Bibi Kim kan sakit dari tiga hari yang lalu."

"Pantas aja Jae nggak pernah lihat," ujar pria itu merespon.

"Pacaran mulu sih kamu, sampai Bibi Kim nggak datang ke rumah aja bisa nggak tahu," sindir sang ibu, Jaehyun jika sudah berkutat dengan ponselnya dia tidak akan peduli dengan keadaan sekitar. Apalagi jika kekasihnya sudah menghubunginya membuat Jaehyun lupa waktu.

"Ya Allah Mah, suudzon mulu sama Jaehyun."

"Itu mah bukan suudzon tapi memang kenyataannya, masih pacaran kamu sama Kristi? Betah juga ya kamu sama cewek manja kayak dia?" tanya sang ibu bertubi-tubi. "Contoh tuh Y/N anaknya Bibi Kim, udah sayang orang tua, peduli sama sesama, mandiri no manja-manja club, mana cantik lagi... Kalau kamu cari istri carilah yang kayak Y/N, paket lengkap. Kalau bisa sih Y/N aja nggak usah cari kandidat lain yang jadi calon menantu Mama, setuju Mama tapi nggak tahu ya kalau Bibi Kim setuju nggak kamu sama dia. Secara Bibi Kim tahu gimana kamu dari kecil. Mama aja sampai gumoh sama kelakuan kamu."

Jaehyun merotasikan matanya malas mendengar ucapan sang ibu yang terlalu berlebihan, seperti apa sih Y/N hingga membuat ibunya begitu menyanjungnya. Bibi Kim tak pernah menceritakan apapun perihal Y/N, terkadang Y/N pun datang ke rumah di saat tak ada Jaehyun membuat keduanya sama sekali belum pernah bertemu.

"Mama nggak ada niatan buat jodohin Jaehyun kan?"

"Memangnya Mama orang tua kolot apa? Kamu masih bisa cari sendiri tapi kalau bisa ya yang paket lengkap seperti Y/N."

"Susah Mah cari yang paket lengkap begitu."

"Ya makanya usaha dong. Jangan ngebucin aja bisanya," sahut sang ibu. "Kandidat calon istri kamu harus Mama uji dulu."

"Udah kayak ujian nasional aja, jadi Mama mau minta bantuan Jaehyun apa?"

"Anterin buah ke rumah Bibi Kim ya? Sekalian kamu jengukin, takut sakitnya parah. Kalau parah tolong kamu bantu temenin berobat ke rumah sakit, di rumahnya kan nggak ada cowok. Barangkali mereka mau minta bantuan sama kita tapi sungkan," jelas sang ibu. Sebetulnya Jaehyun ada janji dengan Kristi karena baru saja dirinya mengiyakan permintaan gadis itu untuk mengantar ke salon langganannya.

"Kenapa nggak Mama aja sekalian mampir sebelum ketemuan sama teman Mama?"

"Nggak akan sempat, kalau sempat Mama nggak mungkin minta tolong kamu."

"Tapi sebetulnya Jaehyun ada janji sama Kristi."

"Mau ke mana? Kan bisa diundur atau ditunda dulu. Jangan begitulah sama Bibi Kim. Kamu dari kecil siapa yang rawat kalau bukan Bibi Kim?"

"Oke, Jaehyun ke sana dulu."

"Nah gitu dong ganteng, semoga ketemu Y/N ya... Mama doain semoga kamu jatuh cinta sama dia," ucap sang ibu asal, tapi siapa tahu jika ucapan sang ibu diamini oleh para malaikat.







***






Y/N menatap sang ibu dengan cemas, sudah hari ke tiga tapi kondisi ibunya belum juga membaik. Ingin mengantarkannya ke rumah sakit tapi Y/N kebingungan bagaimana caranya.

"Apa pesan taxi aja ya?"

"Iya kali ya? Bodoh banget Y/N. Tapi kalau ibu di rawat siapa yang nemenin ibu sedangkan aku harus kuliah dan kerja part time?"

"Permisi..."

Suara ketukan dari luar membuat atensi Y/N teralihkan, gadis itu merapihkan selimut sang ibu. "Bu, aku tinggal dulu ya. Kayaknya ada tamu di luar."

Gadis itu kembali bergegas saat ketukan pintu kembali terdengar. Ia terperanjat saat mendapati kakak tingkat yang merangkap sebagai anak majikannya sedang berdiri di ambang pintu rumahnya.

"Kak Jaehyun?"

"Loh, kamu Y/N kan anak FK?" Jaehyun sama terkejutnya dengan Y/N, jadi selama ini anak dari Bibi Kim merupakan adik tingkatnya? Tak menyangka jika Bibi Kim memiliki anak yang pintar, sangat sulit untuk masuk universitas tempatnya menimba ilmu saat ini.

"Iya Kak. Kakak ada perlu apa ya?"

"Saya datang ke sini ingin menjenguk Ibu kamu."

"Oh, makasih sebelumnya. Silahkan masuk."

Jaehyun mengangguk lalu mengekori Y/N memasuki rumahnya. Ini kali pertama Jaehyun mengunjungi rumah Bibi Kim selama Bibi Kim mengabdi kepada keluarganya bahkan sejak Jaehyun kecil pun Jaehyun belum pernah menyambangi rumah ini.

"Ibu kamu sakit apa?"

"Saya kira hanya demam biasa Kak tapi makin ke sini kondisinya makin buruk."

"Sudah berobat."

"Sudah, ke klinik dekat sini saya juga sudah membeli beberapa obat yang direkomendasikan dokter kampus tapi belum ada perubahan."

"Kita ke rumah sakit."

"Hah?" Y/N takut salah mendengar kalimat Jaehyun barusan.

"Ayo bersiap, saya antar ke rumah sakit."

"Jangan Kak, terlalu merepotkan."

"Mama yang minta saya melakukan itu, lagipula saya nggak merasa direpotkan sama sekali. Cepat berkemas, kamu nggak mau sesuatu terjadi pada Ibu kamu kan?" Gadis bermata cokelat itu pun mengangguk.

Kalau dipikir-pikir apa yang ibunya katakan itu benar adanya, pantas jika Y/N kerap kali mengikuti kegiatan sosial. Jaehyun sering melihatnya yang aktif membantu orang lain.

"Kak Jaehyun."

"Udah siap?"

"Nak Jeje?"

"Iya, Bibi. Maaf Abang baru sempat jenguk. Ada salam dari Mama, maaf belum sempat jenguk."

"Aduh maaf ya, Bibi jadi merepotkan."

"Sama sekali nggak." Jaehyun tersenyum membuat Y/N terpana, Y/N memang mengetahui jika Jaehyun merupakan mahasiswa yang cukup terkenal di kampusnya terlebih pria itu merupakan anak Teknik gudangnya mahasiswa tampan seantero kampus tempatnya menimba ilmu.

"Mari saya bantu."

Semburat senyum tercetak jelas di wajah cantiknya, membuat Jaehyun ikut tersenyum sepertinya cupid sedang bekerja saat ini. Ingatkan Jaehyun jika pria itu sudah memiliki tambatan hati.

"Makasih Kak."

"Sama-sama."









JAEHYUN AS (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang