Aktor Musical

888 146 9
                                        

Aku memandangi secarik tiket Musical yang diberikan oleh kekasihku beberapa hari yang lalu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aku memandangi secarik tiket Musical yang diberikan oleh kekasihku beberapa hari yang lalu. Entah ada angin apa, pria itu dengan mudahnya memberikanku tiket drama musical yang sedang ia perankan. Jaehyun tak pernah seperti ini sebelumnya, dia tak pernah mengijinkanku untuk menonton drama musicalnya secara langsung.

"Masih diliatin? Harusnya kamu bersyukur. Ada perubahan dalam hubungan kamu. Bukannya kamu sendiri yang mau menonton musicalnya ya? Terus yang buat kamu bimbang apa?"

"Nggak ada sih Jo, aku cuma bingung aja. Dari dulu Jaehyun paling nggak suka aku nonton drama musicalnya, sempat aku mikir kalau dia ada main sama salah satu pemerannya," celetukku kepada Joana yang merupakan teman fakultasku dan juga Jaehyun.

"Pikiran kamu terlalu sempit Y/N, buang jauh-jauh pikiran itu dan harusnya kamu bangga semenjak Jaehyun debut dia jadi lebih terkenal sekarang, nggak kalah kayak aktor-aktor televisi papan atas."

Sejujurnya aku juga mengamini ucapan Joana, hanya saja aku takut jika perhatian Jaehyun kepadaku teralihkan karena kesibukannya akhir-akhir ditambah aku kerap kali cemburu dengan pasangan musicalnya. Terlalu kekanak-kanakan memang, aku sudah mencoba untuk bersikap biasa saja tapi tidak bisa. Apakah aku terlalu lemah?

Kuhela nafasku secara perlahan. "Itu Jaehyun, aku ke perpus ya?"

"Eh, mau ke mana Y/N?" Menjauhi Jaehyun dalam waktu beberapa hari adalah pilihan yang tepat untukku. Aku harus menenangkan pikiran.

Mungkin aku terkesan berlebihan, hatiku terlalu lemah untuk menyaksikan dia bersanding dengan yang lain. Terlalu lucu memang, padahal hanya dalam sebuah drama bukan kenyataan, bagaimana jika aku melihat Jaehyun bersanding dengan wanita lain di pernikahannya kelak?

Yang membuatku semakin down adalah saat dimana para penggemarnya membandingkan aku dengan lawan mainnya di drama musical, mereka tak akan segan-segan mengatakan itu bahkan di hadapanku sekalipun.

"Lebih cocok sama Leta sih ya dibanding pacar Jaehyun si Y/N."

"Gue berharap mereka saling jatuh cinta dan Jaehyun memilih Leta dibanding pacarnya."

"Kok bisa Jaehyun sama Y/N pacaran? Kenapa nggak sama Leta aja? Mereka cocok, yang satu tampan dan yang satu cantik."

Mengingat kalimat-kalimat menyebalkan itu membuat aku semakin kesal, "Leta,Leta, Leta dan Leta, apa aku nggak sepantas itu ya bersanding dengan Jaehyun?"

Seseorang menutup ke dua mataku, sudah dapat dipastikan yang biasa melakukan itu adalah Taeyong, pria itu memang sangat jahil kepadaku.

"Taeyong, lepasin."

"Siapa Taeyong?"

"JaeHyun, kamu?"

"Iya ini aku, kamu pikir aku siapa? Taeyong?" Terdapat respon tak suka dari wajahnya.

"Maaf, aku pikir teman aku. Bukannya hari ini jadwal kuliah kamu kosong?"

"Memang, tapi aku kangen kamu. Biasanya kamu hubungin aku, hari ini kenapa? Sibuk banget ya? Ditambah tadi kamu kayak menghindari aku."

"Oh itu, aku lagi banyak tugas," ujarku berdusta, percuma saja aku menghindarinya jika dia mencariku seperti ini.

"Hanya karena itu? Aku kenal kamu, hampir tiga tahun kita sama-sama. Ada yang lagi ganggu pikiran kamu ya?"

"Iya dan itu kamu," ujarku dalam hati. "Nggak ada, perasaan kamu aja kali, aku nggak apa."

Seakan tidak percaya dengan ucapanku, Jaehyun menatap wajahku dengan lekat. Aku berusaha untuk bersikap santai agar dia tidak curiga.







***






Bodoh harusnya aku tak kemari, apa Jaehyun sengaja memberiku tiket agar aku dapat menyaksikan mereka berciuman, ya Jaehyun dan Leta, mereka sedang berciuman. Aku tahu jika itu hanyalah tuntutan pekerjaan tapi aku cemburu melihat kedekatan mereka.

"Jaehyun, aku pulang duluan ya. Akting hari ini cukup memuaskan," ujar Leta dengan senyuman nakal, sungguh aku tak suka dengan kalimatnya itu.

"Iya." Jaehyun menimpalinya dengan satu kata karena dirinya sedang sibuk menahan lenganku yang ingin jauh darinya.

"Kamu kenapa? Marah sama aku?"

"Jangan diam aja sayang, aku nggak bisa baca pikiran kamu."

"Gimana akting tadi? Memuaskan ya?" tanyaku mengintimidasi.

"Hehe, kesayangan aku lagi cemburu rupanya. Gimana akting aku, makin bagus kan? Jelas sih, Jung Jaehyun."

Aku berdecih pelan, sempat-sempatnya dia menyombongkan diri. "Jae... Gimana kalau kita break dulu sebentar."

"Kamu ngomong apa? Kita lagi nggak dalam masalah sayang."

"Itu menurut kamu. Aku lagi capek aja... Sama hubungan ini."

"Y/N, kalau aku ada salah kamu bisa bilang ya aku bisa perbaiki."

"Kalau sumber masalahnya ada pada Leta apa kamu bisa perbaiki juga? Nggak mungkin kan kamu meminta peran Leta digantikan atau kamu memilih untuk meninggalkan drama musical yang melambungkan nama kamu itu?"

"Astaga Y/N, cemburumu terlalu berlebihan. Aku dan Leta, kami nggak memiliki hubungan apapun."

"Kami?"

"Aku dan dia," koreksinya. "Sayang, ini hanya masalah kecil. Ayolah, jangan kekanak-kanakan."

Aku tersenyum tipis, kekanak-kanakan ya menurutnya?

"Jae, kamu tahu? Masalah seperti ini kalau didiamkan akan menjadi bom waktu, kamu terlalu menggampangkan sebuah masalah. Ya betul, hanya dengan minta maaf semua masalah terselesaikan itu kan menurutmu? Aku lelah Jaehyun, sangat lelah saat dimana mereka membandingkan aku dengan Leta. Mungkin aku memang kekanak-kanakan seperti apa yang kamu bilanh, tapi batas kesabaranku sudah mencapai limitnya. Aku menyerah..."

"Jaehyun lebih cocok dengan Leta, bagaimana Jaehyun bisa memilih Y/N? Aku harap mereka berpacaran saja dibanding dengan kekasih Jaehyun saat ini, dan bla-bla-bla.. sekali dua kali, aku bisa memakluminya dan jujur saja aku justru merasa senang karena aktingmu sebagus itu tapi semakin ke sini aku merasa semakin terpojokkan Jaehyun. Seakan Leta kekasihmu dan aku adalah selingkuhanmu. Maaf, hatiku terlalu lemah untuk ini. Aku sadar mereka berhak untuk berkomentar apapun tapi haruskah mereka menjelekkan di hadapanku langsung? Aku sakit hati Jaehyun, kamu tahu bagaimana rasa sakitnya? Berulang kali aku mencoba untuk memahami tapi maaf kali ini aku menyerah. Beri aku waktu, dengan begitu kita tahu bagaimana seberapa pentingnya kamu bagiku dan begitupun sebaliknya."

"Y/N... Aku..."

"Jika kamu bertanya padaku bagaimana aktingmu hari ini? Kamu pantas mendapatkan piala penghargaan Jaehyun, aku pamit ya."

Tanpa peduli dengan suara teriakannya yang menyebut namaku, aku kembali berjalan menjauhi dirinya. Apa aku salah bertindak seperti ini?

Mungkin aku menyakiti dirinya, tapi di sini aku ingin dia sadar untuk tak menggampangkan masalah sekecil apapun itu.



JAEHYUN AS (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang