Jadi dokter, pacar, suami, kakak ipar, kakak, selingkuhan, guru ngaji ataupun tutor? Jung Jaehyun of NCT bisa menjadi siapun yang kalian inginkan. Fiktif belaka ya jangan disamakan dengan kehidupan real life sang idola. Di sini kamu yang jadi lead f...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Memiliki suami kaya raya seperti Jung Jaehyun terkadang membuat Y/N sakit kepala. Ada saja tingkahnya yang membuat Y/N semakin tak mengerti, apakah Jaehyun adalah anak kecil yang terjebak dalam tubuh orang dewasa?
Jaehyun itu penyayang, iya. Bucin, banget. Cinta istri, sudah pasti. Ganteng, kurang apalagi? Mapan, tak diragukan lagi.
Hanya satu yang membuat Y/N sakit kepala, yaitu saat sang suami mulai menyombongkan kekayaannya. Ya, Y/N tahu jika kekayaan pria tersebut tidak akan habis tujuh turunan. Tapi haruskah dia seperti itu? Terkadang Y/N hanya bisa menggelengkan kepala pelan. Contohnya adalah saat dimana temannya menjahili pria itu.
"Jaehyun, si Y/N udah berapa bulan?" tanya salah satu teman Jaehyun yang bernama Yuta.
"Tujuh bulan, kenapa?"
"Weh cepat banget ya lo udah mau jadi bapak aja Jae. dua bulan lagi dong jadi papa?" sahut Taeyong.
"Mau lahiran di mana bang?" tanya Chandra yang sejak tadi menyimak.
"Gue sebenarnya maunya anak gue lahiran di Paris, biar ada bule-bulenya nanti tapi kayaknya Y/N nggak mau."
"Lho, emang kenapa Jae?"
"Dia bilang buang-buang uang, padahal uang gue nggak akan abis ya? gue beliin tiket pp kalian aja masih mampu. Apalagi bayar rumah sakit. Gue beliin rumah sakit yang di Paris juga masih mampu kali," ucap pria itu menyombongkan diri.
"Sumpah, manusia satu ini kalau sombongnya udah keluar ngeselin banget," timpal Yuta.
"Lah, paksa aja dah Bang. Kan gemoy nanti anak lo di ktp lahirnya Paris, nggak kayak bapak dan ibunya."
"Sembarangan lo Chan, gue lahir di Belanda ya," ujar Jaehyun tak terima.
"Yang bisa bujuk Y/N buat lahiran di Paris, gue beliin tiket liburan berikut uang saku, all in vacation selama seminggu."
"Anjir... mau!"
"Ok lah."
"Nah, boleh tuh. Tapi nanti kita ikut ke Paris kan Jae?" tanya Yuta.
"Iya tenang aja, gue juga mau anak gue pas buka mata liat om-om nya yang ganteng. Tapi inget jangan bilang Y/N yak, bisa mengamuk dia."
"Siap bos!"
Itulah kesombongan Jaehyun, orang terlanjur kaya. Ada lagi yang membuat Y/N gemas bukan main, saat dirinya pertama kali mengecek kandungan melalui alat tes kehamilan. Dari keisengannya untuk mencoba justru ia terkejut mendapati dirinya sedang mengandung si buah hati.
Dengan gerakan cepat, gadis itu mengirimi pesan kepada sang suami karena Jaehyun sedang dalam perjalanan dinasnya ke Bandung.