Jadi dokter, pacar, suami, kakak ipar, kakak, selingkuhan, guru ngaji ataupun tutor? Jung Jaehyun of NCT bisa menjadi siapun yang kalian inginkan. Fiktif belaka ya jangan disamakan dengan kehidupan real life sang idola. Di sini kamu yang jadi lead f...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku mengerutkan kening saat mendapati notif pesan bahwa Kak Jaehyun yang akan mengantarku ke kampus dan ternyata itu semua adalah ulah Mas Taeyong yang tiba-tiba saja tidak bisa menjemputku.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pst itu apa ya?
Terkadang aku tidak mengerti dengan singkatan dari pesan yang diberikan oleh Kak Jaehyun dan merasa sedikit heran mengapa Mas Taeyong dan Kak Jaehyun itu memiliki kesamaan dari ketikan tulisannya.
Aku tahu jika mereka bersahabat lama, hanya bedanya kalian akan dibuat sakit kepala ketika Mas Taeyong mengetik pesan tanpa huruf vocal aiueo. Maka dari itu, aku selalu memintanya untuk menghubungiku saja dibanding aku harus sakit kepala karena membaca pesannya dan mencari tahu apa isi pesannya itu.
"Dek, udah ada Nak Jaehyun di depan," ucap Mama menghampiriku di dapur.
Aku memang sengaja membuatkan sandwich untuk bekal. Kebetulan sekali aku belum sempat sarapan dan melihat bahannya ada di lemari es jadi aku memutuskan untuk membuatnya.
"Iya Ma, bisa minta tolong beritahu Kak Jaehyun buat menungguku sebentar? Aku masih menyelesaikan ini."
Mama tersenyum kemudian mengangguk dan berjalan menjauh dari dapur meninggalkanku sendirian.
"Mau Kakak bantu?" tawar Kak Jaehyun yang mengejutkanku tiba-tiba. Sejak kapan dia ada di belakangku?
"Kakak kenapa kemari?"
"Mau membantu kamu."
"Ini udah selesai." Aku menutup tupperware terakhir. Kak Jaehyun menatap ketiga tupperware yang aku masukkan ke dalam tas.
"Kenapa tiga?"
"Untuk aku, untuk Kak Doyoung dan juga untuk Kakak, sebagai ucapan terima kasih karena repot-repot jemput aku." Sebuah senyum terbit dari wajahnya. Sesaat aku terpana akan ketampanannya.
Tolong ingatkan jika aku sudah memiliki Kak Doyoung.
Ya, Kak Doyoung itu kekasihku. Kami menjalin kasih sejak tiga bulan yang lalu itupun karena unsur ketidaksengajaan. Aku ceritakan itu nanti karena sekarang aku harus bergegas ke kampus mengingat dosenku mengganti kelas pagi ini.