CHAPTER 11

10.4K 284 13
                                        

*SKIP*

Keesokkan paginya,

Aku tiba dikantor jam 7.30 pagi. Mobilku parkir tepat didepan pintu masuk. Semua karyawan seperti biasa berbaris rapi disamping pintu.

Pak Anto membukakan pintu untukku dan aku pun turun dari mobil.

"Selamat pagi pak.."sapa semua karyawanku bersamaan sambil menundukkan kepala.

"Pagi.."balasku

Aku melihat mereka semua satu persatu hingga akhirnya mataku berhenti tepat di Mila. Dia hari ini tampil berbeda. Lebih manis.

Aku pun berdiri tepat dihadapannya.

"Ikut dengan saya.."kataku formal.

"Baik pak.."balasnya

Aku langsung berjalan keruanganku. Dan Mila ikut denganku masuk.

Diruanganku,

Aku berjalan ke kursiku. Sedangkan dia masih berdiri sambil menundukkan kepalanya.

"Duduklah.. aku ingin melihat schedule yang telah kamu urus.."kataku

"Baik pak.."katanya sambil berjalan dan kemudian duduk tepat dihadapanku.

Kubuka catatan scheduleku yang sudah diurusnya.

"Bagus.. semuanya rapi.."pujiku

"Makasih pak.."katanya

Aku tutup catatan scheduleku dan kuberikan kembali padanya.

"Sudah kubilang.. jangan terlalu formal padaku.. diruangan ini hanya ada kita.. untuk apa bersikap terlalu formal padaku?"tanyaku

"Tapi ini kan dikantor.."jawabnya

"Iya.. tapi masalahnya diruangan ini hanya ada aku dan kamu.. berbicaralah seperti kemarin.."kataku

"Ya.."balasnya.

"Ya udah.. bersiap-siaplah.. 1 jam lagi kita berangkat.."kataku

"Baik.. aku permisi dulu.."ucapnya

"Ya.."balasku

Mila pun berjalan keluar.

Aku hanya duduk termenung diruanganku.

'Untuk pertama kalinya aku bisa merasa nyaman lagi didekat seorang perempuan. Aku bisa merasakan kalau Mila berbeda dari gadis lainnya. Dia cantik dan juga baik. Dan yang paling penting adalah dia sayang sama Kenzo. Tapi, aku tidak mau gegabah lagi. Biarlah waktu yang menjawab semuanya nanti. Lagipula, aku baru mengenalnya selama 2 hari. Pasti masih banyak hal yang tak kuketahui tentangnya. Misalnya Sahila, aku mengenalnya selama 4 tahun. Tapi tetap saja dia bisa mengkhianatiku, apalagi Mila. Jika memang Mila adalah kiriman Tuhan untukku, biarlah takdir yang menyatukan kami, biarlah semuanya berjalan seiring dengan waktu.'kataku dalam hati.

*SKIP*

Kami tiba disebuah kafe. Disinilah kami akan meeting dengan klienku dari Amerika itu. Aku dan Mila berjalan ke sebuah meja yang sudah ku reservasi sebelumnya. Kami pun duduk.

"Kita tunggu sebentar lagi.. mungkin bentar lagi mereka bakal datang.."kataku pada Mila

"Ya.."katanya.

Kulihat dia sedikit gugup. Mungkin karena dia tak biasa mengikuti meeting seperti ini. Kuraih pelan tangannya dan kugenggam.

"Gak perlu takut.. mereka juga bisa berbahasa Indonesia.. lagian kamu tak perlu ngomong apapun sama mereka. Kamu cuma perlu berikan aku berkas yang aku butuhkan.. mudah kan?"kataku pelan

Mila pun hanya mengangguk pelan.

Tak lama, klienku pun datang.

~POV Mila~

Aku menemani Kevin meeting. Aku tak berbicara sama sekali selama meeting ini. Aku hanya memberikan berkas yang Kevin minta.

Aku sedikit risih, karena sedari tadi, kliennya Kevin yang berjumlah 2 orang laki-laki itu terus menatapku dengan tatapan aneh.

Aku pun berniat ke toilet.

"Aku ke toilet bentar.."bisikku pelan pada Kevin

"Ya.."balasnya sambil terus melihat kertas kontraknya.

Aku pun berjalan ke toilet.

*SKIP*

Aku berjalan keluar dari toilet. Aku pun berniat kembali ke tempat Kevin tadi. Namun, tiba-tiba tanganku ditahan seseorang. Aku pun menoleh.

Ternyata yang menahan tanganku adalah salah satu klien Kevin tadi. Dia menahan tanganku cukup keras sambil tersenyum sinis. Kemudian dia mendorongku hingga tubuhku bersandar pada dinding dekat toilet.

"Lepaskan saya pak.. apa yang mau anda lakukan?"ketusku

"Saya tidak akan melakukan apapun.. only one kiss.. dan saya akan memberikan kontrak kerja saya pada perusahaan anda.. mudah kan?"katanya sambil tertawa.

"Tolong.. jangan lakukan itu pak.. tolong lepaskan saya.."kataku keras.

"Tidak akan..! Saya sudah sangat haus akan dirimu.."katanya

Saat itu seluruh tubuhku sudah gemetar. Aku takut. Sangat takut. Perlahan terasa air mata menggelinang keluar.

"Tolong..!"teriakku keras.

Namun, sepertinya tak ada yang mendengar teriakkanku.

TO BE CONTINUED..

IS THIS LOVE?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang