*SKIP*
Mobilku akhirnya tiba dan parkir didepan rumah Mila. Aku turun dari mobil dan berjalan kepintu rumahnya. Kuketuk pelan pintu rumahnya
'Tok! Tok! Tok!'
Tak lama, Mila pun keluar.
"Pagi, Chubby.."sapaku sambil tersenyum pelan padaku
"Pagi.."balas Mila
"Ayo, kita berangkat sekarang.."ajakku
Mila hanya mengangguk pelan. Kami pun berjalan kemobil. Aku membukakan pintu untuknya. Setelah Mila masuk, aku baru masuk kemobil. Mobilku pun melaju kekantor.
*SKIP*
Mobilku parkir didepan perusahaan. Aku pun turun dari mobil. Kulihat semua karyawanku telah berbaris didepan pintu masuk seperti biasa.
Mila juga turun dari mobil. Sebagian dari mereka menatap heran. Mungkin ada pertanyaan dibenak mereka, mengapa Mila bisa satu mobil denganku.
Aku tersenyum pelan. Kuraih tangan Mila. Kugenggam erat tangan Mila.
"Jangan takut.. hari ini akan kuumumkan semuanya.."bisikku pelan pada Mila
Mila hanya mengangguk pelan. Aku pun menuntun Mila untuk melangkah bersamaku masuk kedalam kantor.
Aku berhenti didepan mereka semua.
"Semua staff berkumpul diruangan meeting sekarang.. saya ada pengumuman buat kalian semua.."kataku
"Baik, pak.."balas mereka semua bersamaan
Aku pun mengandeng Mila hingga masuk keruanganku. Aku berjalan dan duduk dikursi kerjaku
"Kita tunggu Ali datang dulu.. setelah itu, aku akan umumkan semuanya diruangan meeting pada semua karyawan.. aku yakin sekarang adalah waktu yang paling tepat untuk kasih tahu mereka semuanya.."kataku pada Mila
Mila hanya diam. Wajahnya menunjukkan kalau dia cukup tegang. Aku berjalan mendekatinya. Perlahan kuelus pipinya
"Jangan tegang.. ataupun takut.. aku akan lindungi kamu.. dan sebenarnya kamu tak perlu takut apapun.. ini hal yang membahagiakan buat kita, kan? Dan kalau memang setelah diumumkan semua tentang kita pada mereka nanti, dan mereka ada yang gak suka atau gak diterima sama mereka.. apalagi sampai ada yang berani berbuat sesuatu yang gak baik sama kamu.. hanya ada dua pilihan buat mereka saat itu, mereka mengundurkan diri sendiri dari perusahaan ini atau akan kupecat mereka, oke? So.. don't worry about them.. aku akan selalu jagain kamu.."kataku
Perlahan Mila tersenyum padaku
"Aku percaya sama kamu.. selalu percaya sama kamu.."katanya
Tiba-tiba,
'Tok! Tok! Tok!'
"Masuk.."kataku
Aliando pun masuk. Aku dan Mila pun menatapnya
"Apa gua ganggu?"tanyanya sambil tertawa pelan
Aku juga ikut tertawa karenanya.
"Apaan sih, Ali.. sini masuk.."kataku
"Oke.. berarti aku gak ganggu nih ya?"tanyanya sambil berjalan masuk dan tertawa
Aliando meletakkan beberapa berkas dimejaku
"Gua dengar dari Desi, nanti ada rapat staff.. kenapa mendadak gitu, kak?"tanya Aliando heran
"Gua ada pengumuman buat mereka.."jawabku
"Pengumuman apa?"tanyanya heran
"Soal hubungan gua dan Mila.."jawabku
"Hah?! Kog tiba-tiba gini, kak?"kagetnya
"Ini tidak terlalu cepat lagi, Ali.. Yuni, Joe dan beberapa karyawan diperusahaan ini sudah tahu soal hubungan gua dan Mila.. hanya saja gua ingin mempertegas semuanya.. gua ingin semua orang didunia ini tahu kalau Mila itu milik gua.. dan gak ada yang boleh mengambilnya dari gua.."jelasku
"Kalau memang ini menurut loe yang terbaik.. lakukan aja.. tapi gua gak perlu ikut meeting itu, kan?"pintanya
"Terserah loe.. tapi gua rasa sih gak usah.. loe kan udah tahu semuanya.. lebih baik, loe tetap diruangan loe.. urus pekerjaan loe.. itu lebih penting.."kataku
"Oke.. gua balik sekarang keruangan gua.."balasnya sambil berjalan keluar dari ruanganku
Aku mengenggm erat tangan Mila.
"Kita keruangan meeting sekarang.."ajakku
"Ya.."balas Mila
Aku dan Mila berjalan keruangan meeting.
Diruangan meeting.
Semua staff berdiri dan memberi hormat kala aku dan Mila berjalan masuk kedalam ruangan. Aku pun meminta mereka semua duduk termasuk Mila.
"Selamat pagi semua.."sapaku
"Selamat pagi, pak.."balas mereka bersamaan
"Puji Tuhan.. hari ini saya masih bisa berdiri disini.. ditengah-tengah kalian semua.. satu bulan yang lalu saya melakukan perjalanan bisnis ke Australia.. saya kesana bukan untuk perjalanan bisnis biasa.. seperti yang kalian tahu, saya dan beberapa pemegang saham besar perusahaan akan membangun perusahaan cabang di Australia.. dan jika semuanya berjalan sesuai rencana, harusnya akhir tahun depan, semua akan selesai.. dan yang saya pilih untuk mempimpin perusahaan saya disana adalah adik laki-laki saya, Aliando.."kataku
Semuanya pun bertepuk tangan atas apa yang baru kubicarakan
"Tapi.. bukan itu pengumuman yang saya mau umumkan pada pagi ini.. pengumuman yang mau saya umumkan adalah.. hubungan saya dengan salah satu karyawan diperusahaan ini.. salah satu dari karyawan disini adalah kekasih saya.. kami menjalin hubungan sudah lebih dari 3 bulan.. dan saya akui.. saya sangat mencintainya.. dia segalanya buat saya.. dan orangnya adalah.. Jessica Mila Agnesia.."kataku sambil menunjuk Mila yang duduknya disebelahku
Kulihat wajah mereka satu persatu. Ada yang cukup kaget, namun ada juga yang biasa saja. Seolah dia telah menerka semuanya. Mila pun bangkit dan berdiri disampingku
"Kami jadian saat di Italia.. maksud saya umumkan ini semua agar nanti kedepannya tak ada kesalahpahaman yang akan memojokkan Mila.. dan satu yang mau saya tegaskan disini.. jangan ada yang berani mengintimidasinya.. karena akibatnya kalian aka tahu sendiri.. yang pasti saya tak akan mengampuni siapapun yang menyakitinya.."kataku
Wajah mereka terlihat tegang dan kemudian perlahan mereka mengangguk, tanda mengerti.
Setelah lama berpidato, aku pun mengakhiri meeting pagi ini. Semoga semuanya baik-baik saja setelah ini.
TO BE CONTINUED...
KAMU SEDANG MEMBACA
IS THIS LOVE?
RomanceSeorang pengusaha sukses, punya kekayaan berlimpah, terlahir dengan wajah yang tampan Bertemu seorang gadis cantik dan polos yang ingin menjadi sekretaris pribadiku. Awalnya aku mengira dia sama seperti gadis lainnya, hanya menginginkan hartaku. Han...
