114. That is called a Family

7.4K 943 37
                                        

"Iya, Bu. Kayak Papa. Mas Niko juga bilang begitu. Tapi kata Mas Niko, si kembar lebih hati-hati ketimbang Papa,"

"Biarkan mereka kompak seperti itu. Ibu seneeeng banget. Hera aja yang pendiam malah bisa akrab banget dengan si Kembar."

Sabine mendelik seakan mengingat sesuatu.

"Hera masih di Bandung, Bu?"

"Masih..."

Sabine tertawa kecil.

"Kok ketawa?"

"Itu, Bu. Pada gosipin Hera pacaran sama Idris."

Ola yang tertawa kali ini.

"Pacaran gimana..., wong masih piyik gitu."

"Ih, Ibu. Orang kembar cerita ke aku katanya mereka liat Idris pegang-pegang rambutnya Hera. Peluk-pelukan di taman rumah kak Nayra."

"Aih? Beneran, Sabine?"

Ola hirup kuah asam pedasnya.

"Ke mana-mana berdua, Bu. Kayaknya kalo aku liat Farid nggak ngeh, tapi Daddynya Idris kayak sengaja gitu. Aku juga liat Pak Igor gendong-gendong Hera di acara acara kumpul keluarga, trus dia suruh Idris meluk Hera..., hm..., sodara-sodara pada ngeliatin mereka berduaan, Bu. Lucu deh, Bu. Ada yang bilang kalo Hera dan Idris itu sering tatap-tatapan terus senyum-senyum gitu..."

Ola menggeleng tertawa.

"Aduh. Ada-ada saja...,"

"Gema baru aja curhat...,"

"Lho. Bukannya Gema sedang di Kolombo?"

"Iya. Masih di sana kok. Katanya Idris tuh demam di sana sampe ngelindurin Hera."

Ola menghentikan suapannya sejenak.

"Hm..., Gema itu nggak suka rambut keriting lho, Sabine..."

"Haha..., Gema juga ngomongin itu. Dia agak trauma, Bu. Soalnya pacar Pak Igor yang pertama itu rambutnya persis rambut Hera."

"Oalaaah. Iya. Ibu pernah dengar cerita Sarah. Gema itu nggak suka liat Farid. Katanya rambutnya bikin apa itu istilahnya..., ilfil."

Sabine tertawa melihat cara Ola menyebut kata ilfil. Terdengar kaku dan terkesan tidak biasa.

"Nah. Soalnya dulu waktu awal-awal menikah dengan Pak Igor, kan serumah dengan pacar yang berambut keriwil..., makanya Gema agak gimana gitu pas tau perempuan yang disukai Idris malah berambut keriting..."

Ola tertawa. Cukup lama. Dia letakkan mangkuknya di atas meja.

"Ya Ampun. Ibu baru ingat, Sabine. Ibu pernah bilang sama Gema, jangan sampai terlalu membenci orang berambut keriting..., ntar dapat menantu keriting..."

Sabine tertawa lepas.

"Astaga, Ibuuuu."

"Iya. Udah pernah Ibu ingatin."

"Haha..., kebayang Gema uring-uringan..." gumam Sabine.

"Sudah..., nggak usah diseriusin. Masih kecil. Paling kalo udah gede ya berubah."

***

Sore ini jadwal Ola dan Nayra mengikuti senam hamil di sebuah pusat kebugaran khusus ibu hamil. Kedua anak dan ibu itu terlihat sangat kompak mengikuti instruktur senam. Ola terus mendapat pujian selama senam berlangsung karena meski usianya paling tua di antara para peserta, tapi semangatnya sangat prima dan luar biasa. Ola disarankan untuk senam yang gerakannya tidak terlalu menguras tenaga dan lebih mudah.

A Love StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang