6. Keinginan Hanindita

6.9K 856 23
                                        

Bu Hanin mengurut dadanya saat mendengar curhatan Akhyar dengan seksama lewat ponselnya pagi itu. Dia tidak menyangka sikap besannya yang menurut Akhyar agak mengecewakan. Bu Hanin akhirnya hanya mampu menenangkan Akhyar dengan kata-kata bijak dan mengharapkan Akhyar agar lebih bersabar.

"Aku sangat kecewa saat dia tolak bantuanku. Padahal kita kan sudah saling mengenal. Kita sudah memiliki hubungan persaudaraan. Cucunya menikah dengan iparku. Meski bukan cucu kandung, aku tetap menganggapnya orang dekat. Apalagi ternyata menantunya adalah anak dari salah satu teman bisnisku, Corrin. Tapi kenapa dia tolak bantuanku mentah-mentah, Hanin? Aku akui aku mungkin terlalu cepat bertindak atau terlalu cepat menilai Ola akan bisa aku ajak jadi 'teman'. Tapi ada sebaiknya dia beri aku kesempatan bicara..."

Terdengar helaan kecewa dari Akhyar. 

"Maaf, Hanin. Mengganggu waktumu. Aku mungkin terlalu percaya diri bisa merebut hatinya. Tapi jujur, aku kecewa."

Bu memejamkan matanya menyayangkan sikap Bu Ola.

"Kamu telepon dia..., bilang maaf. Mungkin ada sikap kamu yang dia tidak suka."

"Sikap yang bagaimana? Aku tidak menakutkan. Semua baik-baik saja ketika kita berkumpul di ruangan menunggu pesawat Farid tiba. Sikapnya juga sangat menenangkan. Tapi dia berubah saat pulang,"

"Menurutku waktu itu dia hanya ingin menjaga perasaan anak dan menantunya saja. Agar mereka berangkat dengan perasaan tenang. Ola itu pandai, Yar. Dia tidak ingin perasaan anak-anaknya terluka atau sedih. Aku tau dia. Mungkin ketika pulang, dia tidak ingin diganggu siapapun."

Percakapan yang sedikit mengganggu pikiran Bu Hanin. Tiba-tiba dia teringat sosok Akhyar yang menurutnya agak aneh. Mengaku memiliki anak dan cucu kandung, tapi tidak pernah menikah. Ada rumor pula yang mengatakan bahwa dia pecinta gadis-gadis muda. Dan Akhyar tidak pernah menyinggung rumor tentang dirinya tersebut. Karena Bu Hanin juga tidak ingin bertanya. Bu Hanin menganggap itu adalah privasi Akhyar yang tidak baik dipertanyakan. Semua orang berhak memilih jalan hidupnya masing-masing.

Tapi kali ini, Akhyar sudah mulai berani menembus lingkaran hidupnya. Akhyar ingin memiliki hubungan khusus dengan besannya. Bu Hanin menganggap sudah waktunya dia mengenal mantan sugar daddy itu lebih dalam. Bagaimana dia mendekatkan seseorang dengan besannya, sementara dia tidak mengenal sosok orang itu secara dekat. Bagi Bu Hanin, permasalahan Bu Ola juga berarti permasalahan dirinya. Apalagi Akhyar sudah terang-terangan menginginkan bantuannya untuk mendekatkan dirinya dengan Bu Ola.

"Anggiat. Bisa kamu datang ke rumah Guntur. Ada yang ingin aku bicarakan. Tentang Akhyar..."

_______

Anggiat sebenarnya sudah agak bosan menangani persoalan yang berhubungan dengan percintaan atau permasalahan keluarga-keluarga kaya raya yang menjadi kliennya. Dalam beberapa tahun terakhir, dia selalu dilibatkan dalam masalah peliknya urusan percintaan atau masalah keluarga kalangan atas tersebut. Terutama yang berhubungan dengan keluarga Bu Hanin. Dari persoalan Guntur, mantan tunangannnya, pernikahannya, persoalan hak asuh anaknya, pernikahan anaknya lagi.

Terkadang ada saat-saat dia merindukan menangani kasus-kasus menantang, seperti kasus anaknya yang terlibat pemerkosaan di negeri kangguru, atau kasus kekerasan yang menimpa beberapa tenaga kerja indonesia di beberapa negara lain. Tapi sepertinya akhir-akhir ini dia memang tidak bisa terpisah dari masalah yang berhubungan dengan keluarga Bu Hanin. Yang agak membuat bahunya bergidik, nama Akhyar yang disinggung kali ini oleh Bu Hanin. 

"Akhyar itu sebenarnya sangat tertutup. Dia sebelumnya sama sekali tidak pernah melibatkan urusan kehidupan pribadinya ke persidangan atau pengadilan manapun lewat saya. Saya hanya dilibatkan dalam urusan perusahaannya saja. Sejak dia percayakan saya mengurus pengangkatan seorang perempuan yang bernama Sabine Mahfouz sebagai anaknya, barulah dia lebih terbuka."

A Love StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang