Pagi ini teddy benar-benar menjemput Letisha di kediamannya. Letisha sudah kembali ke mode awalnya. Ia kembali memakai pakaian yang sedikit tertutup sesuai permintaan teddy waktu itu.
Letisha benar-benar berbeda dengan Callista, jika dulu Callista selalu menolak dan susah diatur, maka tidak dengan Letisha. Perempuan ini justru menurut selama teddy memberikan masukan yang sekiranya baik.
Kali ini tidak ada rasa canggung dan malu malu lagi. Di sepanjang perjalanan tangan mereka saling bertaut sambil sesekali mengikuti alunan lagu yang di putar selama perjalanan.
"Mas,, "
"Hmm? "
"Kamu kalau hari senin pakai seragam apa sih? Kok kadang pakai loreng kadang pakai kemeja hijau, kadang pakai jas"
"Tergantung situasi Tisha"
"Maksudnya? "
"Jadi disaat saya tidak ada agenda menemani bapak untuk kunjungan kerja keluar kantor, saya memakai seragam hijau ini, tapi jika saya harus menemani bapak untuk kunjungan kerja ke luar kantor, saya pakai seragam loreng. Kalau seragam yang ada jas nya, itu untuk acara kenegaraan seperti upacara, bertemu tamu tamu penting, atau kunjungan dinas ke luar negeri"
Letisha mengangguk
"Ingat baik baik ya, kalau perlu catat, biar nanti kamu nggak lupa untuk menyiapkan. Kalau kamu lupa, ujung-ujungnya saya juga yang harus menyiapkan semuanya sendiri"
Letisha tertegun sejenak, ia tau maksud dari kata nanti yang terucap dari bibir teddy adalah setelah menikah. Tapi Letisha berpura pura bodoh.
"Umm... Nanti itu kapan ya mas? "
Teddy menoleh dan menyentil dahi Letisha
"Akhh" Letisha mengaduh memegangi dahinya
"Nanti setelah kita menikah. Gitu aja nggak peka"
"Menikah? Memangnya siapa yang mau menikah sama kamu? "
"Kamu lah,,memang siapa lagi?" Ucap teddy sambil fokus menyetir
Letisha langsung menoleh mendapatkan pertanyaan seperti ini, matanya terpejam rapat dengan bibir yang ia lipat karena menahan senyuman. Ingin berteriak saja rasanya.
"Mas, kamu tau nggak bedanya otot sama kamu?"
Teddy menoleh ke arah Letisha
"Nggak tau! "
"Kalau otot ada bisep, trisep, kalau kamu itu si kasep" Ucap Letisha menoleh ke arah wajah teddy
Teddy mendengus geli
"Bocil, berani godain"
Letisha tertawa kecil
"Ada lagi, kalau orang lagi sakit malarindu, harusnya dibawa kemana mas? "
Teddy kembali menoleh dan tersenyum miring
"Malarindu? "
Letisha mengangguk
"Nggak tau juga"
Letisha mendekat kan tubuhnya dan berbisik
"Harus dibawa ke ruang i see you... "
Teddy tersenyum dan mengangguk
"Jadi harus ketemu dong"
"Betul"
"Sha, kamu tau, tadi saat saya berangkat jemput kamu, saya berpapasan dengan Ambulance didekat rumah kamu, kamu tau bunyi ambulans itu seperti apa? "
Letisha mengindindikan bahu
"Gimana? "
"Seperti ini... Miss you miss you... "
Letisha terbahak dan menutup mulutnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Love After Separation
Novela JuvenilByantara teddy, baru menyadari jika cinta sang tunangan Letisha ayesha begitu besar kepada nya, setelah Letisha pergi meninggalkan nya. Letisha memilih menjauh dan memutuskan pertunangannya karena mengetahui jika sang tunangan mempunyai kekasih lain...
