Cemburu

1.3K 78 5
                                        

Saat ini teddy sedang di periksa oleh dokter gibran. Ya, setelah mereka puas berpelukan tadi, Letisha segera memanggil dokter untuk memeriksa keadaan suaminya.

Dokter gibran terlihat serius memeriksa teddy. Sesekali ia melirik ke arah tangan Letisha dan juga teddy yang saling bertaut.

"Apa yang anda rasakan sekarang ini pak? "

"Pusing saja dok, tapi sudah tidak separah kemarin" Jawab teddy

Gibran mengangguk kan kepala kemudian kembali memeriksa keadaan teddy.

"Gimana dok, apa ada masalah serius dengan suami saya? " Tanya Letisha

Nyess

Hati gibran terasa tercubit dan ngilu ketika Letisha menyebutkan kata suami saya di depannya. Entah mungkin ini perasaan cemburu, tapi kenyataan nya gibran tak berhak untuk cemburu karena bagaimana pun Letisha adalah istri dari pasien nya.

Laki-laki ini kemudian menatap Letisha dengan senyuman.
"Keadaan nya sudah membaik Letisha,tidak ada yang serius,tensinya sudah turun, nanti aku akan berikan obat untuk meredakan rasa sakit di kepala nya" Jawab dokter gibran.

Letisha mendesah pelan kemudian mengusap rambut suaminya.

"Sudah, jangan terlalu dipikirkan ya" Ucap gibran menenangkan Letisha.

Melihat cara dokter gibran memandang dan tersenyum kepada istri nya membuat teddy tidak menyukai nya. Sebagai laki-laki tentunya ia tau arti dari tatapan gibran dan senyuman nya.

Apalagi cara bicara gibran kepada Letisha yang terdengar sok dekat.  Jiwa jiwa posesif nya kini sudah kembali. Laki-laki ini pun mencoba untuk duduk. Melihat itu, dokter gibran yang sigap segera mengatur sandaran untuk teddy, supaya pasiennya ini merasa nyaman.

"Sayang" Panggil teddy dengan tatapan tajam ke arah dokter gibran

"Iya mas"

Srett

Teddy menarik tangan Letisha hingga perempuan ini duduk di sebelahnya.

Cup

Teddy mencium pipi istri nya kemudian memeluk nya. Dengan posisi menyandar pada ranjang  tentu teddy sangat mudah melakukan hal itu.

"Mas " Letisha melotot ke arah suaminya

"Kenapa sayang? Mas cuma mau peluk kok, mas kangen banget tau" Ucap nya sambil melirik ke arah dokter

"Jangan kek gini, malu lah mas" Lirih Letisha

"Kenapa malu? Kita kan suami istri sayang? " Jawabnya

Sementara gibran yang ada disana hanya tersenyum tipis sambil menggelengkan kepala melihat sikap dari teddy. Ia tau jika teddy mungkin cemburu kepada dirinya, sebagai mana dirinya yang saat ini juga merasa cemburu kepada teddy. Tapi gibran tau diri.

"Kalau begitu aku permisi dulu ya" Ucap gibran yang di balas anggukan oleh Letisha

"Mas, lepas bentar, aku antar dokter gibran keluar dulu? "

Bukannya melepas pelukan tapi teddy justru mempererat pelukan nya
"Ngapain diantar sih sayang, dia kan tau dimana pintunya? " Jawab teddy yang masih bisa di dengar oleh gibran.

Laki-laki ini kemudian berbalik dan tersenyum
"Suami kamu benar Letisha, aku tau dimana pintunya kok, nggak usah diantar. Mending kamu urusin bayi besar kamu yang masih kangen itu ya. Permisi" Ucap gibran kemudian keluar dari kamar rawat teddy

"Apa dia bilang? Bayi? Sayang mas nggak Terima loh, dikatain bayi sama dokter itu? "

"Terus kalau kamu nggak Terima, kamu mau apa hmm? Lagian ya mas, dokter gibran tuh bener, kamu itu kaya bayi"

Love After SeparationTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang