Masa lalu Letisha

1.1K 45 8
                                        

Hari ini mereka memulai aktivitas mereka masing masing. Teddy yang sibuk dengan bapak menteri, sedangkan Letisha yang juga sibuk dengan pekerjaan nya di kantor mahesa gemilang. Semenjak mereka bertunangan, Letisha memilih untuk resign dari kantor kementerian dan bekerja di perusahaan papa nya.

Disana Letisha bekerja sebagai manager keuangan. Tapi meskipun ia adalah anak dari ceo disini, tidak ada perlakuan khusus dari Pak akbar jika di kantor. Mereka bersikap profesional layaknya CEO dan manager. Jika Letisha terlambat, maka pak akbar tak segan untuk menegurnya, dan jika Letisha tidak masuk, gajinya juga di potong.

Sesuai permintaan suaminya, Letisha ke kantor diantar oleh Satria, asisten pribadi teddy. Letisha terlihat gelisah sambil sesekali menoleh ke arah jam tangan yang melingkar di tangannya.

"Duh, macet banget lagi? Gw harus berangkat jam berapa sih biar nggak kejebak macet gini"Letisha nampak kesal ketika terjebak macet

" Tenang aja bu, toh perusahaan milik sendiri "

Letisha melirik tak suka ke arah satria
"Enak aja! Kamu pikir aku disana nyantai gitu karena itu perusahaan papa? Nggak ya satria, aku disana juga kerja, dan kalau aku nggak masuk gaji aku dipotong, aku telat, aku juga di tegur, sama kaya karyawan lain" Jelas Letisha

Satria menganggukkan kepala

"Lagian kamu kenapa manggil saya Bu, sih? Aneh tau nggak. Panggil nama aja, udah"

Satria tersenyum "mana bisa Bu, ibu Letisha ini kan istri nya pak teddy, atasan saya, masa saya harus panggil nama, yang ada saya di gantung sama bapak"

"Terserah deh"

1 jam kemudian, mobil Letisha sudah sampai di parkiran. Perempuan ini segera turun kemudian setengah berlari masuk ke dalam kantornya.
"Pagi Bu.. " Sapa resepsionis di lobby

Letisha mengangguk dan segera masuk ke dalam lift yang kebetulan terbuka.

"Hah.. Hah" Letisha terengah-engah memegangi dadanya tanpa sempat melihat siapa saja yang di dalam lift.

"Jam berapa ini ibu Letisha Ayesha yang terhormat?  "

Degg
Letisha seketika menoleh dengan takut
"Maaf Pak. Macet"

"Alasan kamu selalu sama! Usahakan bangun pagi! " Papa akbar menegur tanpa pandang bulu di dalam lift itu, yang ternyata ada beberapa karyawan lain disana.

"Jangan mentang mentang pengantin baru, kamu bisa seenaknya datang terlambat! " Tegur papa akbar lagi yang membuat wajah Letisha memerah karena malu. Apalagi karyawan disana terlihat menahan tawanya.

Letisha hanya bisa menunduk malu dan tidak memberikan jawaban apapun.

Ting

Pintu lift terbuka,pak akbar dan asisten nya keluar dari kotak tersebut. Seketika Letisha bernafas lega.

Sesampainya di ruangan, Letisha segera duduk di kursi nya dan meneguk teh hangat yang sudah tersaji di mejanya. Perempuan ini kemudian mengambil ponselnya di dalam tas, dan mengirimkan pesan untuk suaminya.

Me : Sayang aku udah dikantor
Me : kamu lagi dimana

Teddy yang saat itu sedang dalam perjalanan dan  senggang pun segera mengetikan balasan untuk istri nya.

Mas teddy : mas lagi dalam perjalanan sayang, sebentar lagi sampai

Me : aku ditegur CEO
Me : karena terlambat

Teddy tersenyum geli di sana

Mas teddy : kamu takut ditegur papa?

Me : mas, papa itu kalau di kantor galak, nggak kaya dirumah, dia nggak pandang bulu tegur aku sama seperti dia menegur karyawan yang lain.

Love After SeparationTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang