Dinding yang roboh

2.1K 57 15
                                        

Setelah berkendara kurang lebih setengah jam, mereka kini sudah sampai di sebuah lapangan olahraga raga.
Teddy terlihat menggenggam tangan Letisha memasuki arena olahraga.

"Kita pemanasan dulu ya, baru lari" Ucap teddy

Letisha mengangguk, kemudian mulai menggerakkan tangannya untuk pemanasan. Sedangkan teddy memilih push up terlebih dahulu.

Letisha memandang teddy dengan tersipu sipu ketika melihat laki-laki ini sedang push up. Tiba-tiba pikirannya traveling kemana mana.

"Kalau ngeliat mas teddy push up, jadi ngebayangin gw ada di bawahnya" Batinnya kemudian terkikik geli membayangkan.

Kemudian ia memukul mukul kepalanya sendiri. "Eh, mikir apaan sih gw, mesum banget, pasti karena film yang kemarin gw tonton" Gumam Letisha sambil memukuli Kepala nya.

Teddy yang melihat Letisha memukul Kepala  ya mengernyitkan dahi nya kemudian mendekati nya.

"Sha, you okay? " Tanya teddy membuyarkan pikiran kotor Letisha

"I'm okay mas, cuma tadi kepalaku tiba tiba nggak enak"

"Kamu sakit? Kalau sakit nggak usah ikut lari ya"

"Nggak apa apa kali mas, aku udah sehat kok yuk"

Teddy mengangguk kemudian menggenggam tangan Letisha

"Mas, kenapa kita pegangan tangan sih, malu lah, masa mau bucin sambil olahraga, lagipula Dilihatin banyak orang tau!" Ucap Letisha

"Who cares! Biarin aja mereka ngeliat, kita nggak rugi juga. Lagian mas harus pastikan kalau kamu mempunyai putaran yang sama" Jawab teddy

Letisha membulatkan matanya

"Ya nggak bisa gitu dong mas, mana bisa aku yang tukang rebahan ini bisa mengimbangi kamu yang seorang tentara"

"Udah jangan ngomong terus, mau mas cium biar bisa diem"

Letisha menahan senyumnya "mau banget lah mas" Batinnya

"Ngapain senyum senyum? Ayo lari" Ajak teddy

Mereka berdua pun mulai berlari mengitari gor. Berbeda dengan teddy yang seorang abdi negara, berkeliling gor selama satu putaran tidak ada artinya sama sekali, sementara Letisha, baru setengah putaran saja, nafasnya sudah ngos ngosan. Perempuan ini pun berhenti karena merasa sudah tak sanggup.

"Ayo sayang, baru setengah putaran ini? "

Letisha menggeleng sambil mengibaskan tangan nya

"Nggak kuat aku mas, ini aja jantungku udah ngomong : mau kamu yang berhenti, atau aku yang berhenti, serem kan? "

Teddy menggeleng tak habis pikir, perempuan ini memang benar-benar random. Ia pun melepaskan genggaman tangannya dan berlari sendiri an.

"Mas.. "

"Mas teddy"

Panggil Letisha kepada teddy, sedangkan laki-laki ini sudah melesat jauh.

"Tck,, bodo amat lah"

Perempuan ini kemudian menuju ke penjual bubur ayam yang ada di gor. Ia memilih menikmati sarapan paginya ketimbang berlari.

Satu jam kemudian, ponsel Letisha berdering, pertanda ada panggilan masuk.

Drrt drrt

Mas teddy calling

"Halo mas"

"Sayang, kamu dimana? "

"Di tukang bubur ayam"

"Mas ada di kantin, kamu kesini ya? "

Love After SeparationTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang