"Sa---yang bangun" Teddy menepuk-nepuk pipi istri nya, tapi tidak ada jawaban.
Melihat istri nya tidak merespon pangggilan nya, laki-laki ini terlihat sangat panik. Ia segera turun dan meraih celana serta baju untuk ia pakai. Setelah selesai berpakaian, teddy segera memakai kan piyama milik Letisha yang tadi ia
"Sayang,,, maaf sayang,, mas mohon bangun sayang" Paniknya dengan memakaikan baju untuk istri nya. Laki-laki ini juga mengelap lelehan darah yang ada di selangkangan istri nya.
"Semoga kalian baik baik saja,sayang. Maaf" Lirih teddy
Laki-laki ini kemudian menggendong tubuh istri nya dan segera membawanya keluar rumah
"Satria! Siapkan mobil! " Teriak teddy dengan suaranya yang lantang
Mendengar teriakan itu, satria pun bergegas keluar dari pos penjagaan. Ia sempat heran melihat Letisha yang tak sadarkan diri dalam gendongan suaminya
"Pak... "
"Siapkan mobil sekarang juga, antar saya ke rumah sakit" Potong teddy
"Siap pak" Jawab satria.
Satria bergegas mengambil mobil yang sudah terparkir di garasi tanpa bertanya lagi
"Sayang, kamu harus bertahan sayang, kalian berdua harus baik baik saja" Gumamnya sambil menciumi pipi istri nya
"Pak ayo" Teriak satria begitu mobil itu sudah siap.
Dengan setengah berlari teddy segera mendekati mobil kemudian masuk ke dalam mobil yang pintunya sudah di buka oleh Rama.
Didalam mobil teddy memangku tubuh istri nya yang tak sadarkan diri itu.
"Sayang, bangun sayang, maafin mas ya" Teddy yang panik terus memeluk tubuh istri nya yang tidak sadarkan diri itu sambil memanggil nama istri nya hingga tanpa ia sadari air matanya sudah jatuh di pipi karena ketakutan nya.
"Satria cepat! " Perintah teddy, sedangkan satria yang bingung hanya menganggukkan kepala nya saja. Ia tidak berani bertanya mengenai apa yang sebenarnya sudah terjadi. Ia hanya bisa menatap dan memperhatikan gerak gerik bos nya dari center spion
"Bodoh! Bodoh! Gw benar-benar bodoh! " Teddy menggedor kan kepalanya di badan mobil
"Pak,, cukup, jangan sakiti diri bapak sendiri. Lebih baik bapak banyak banyak berdo'a supaya ibu dan bayi anda baik baik saja" Ucap satria mengingatkan
"Gw bodoh satria! Gw bodoh, kenapa gw nggak bisa kontrol diri gw" Racau teddy dalam isakannya.
"Letisha.. Sayang,,, bangun,,, maafin mas sayang" Ucap nya pada istri nya yang masih memejam kan mata.
Di sepanjang jalan teddy tak berhenti merutuki dirinya sendiri. Andai saja dirinya bisa mengontrol diri, pasti kejadian ini tidak akan pernah terjadi. Letisha nya pasti masih baik baik saja, begitu juga dengan bayi mereka.
Teddy bertambah panik ketika merasakan suhu tubuh Letisha semakin tinggi.
"Sayang,, kenapa badan kamu jadi demam gini? " Panik teddy "satria cepat satria! " Perintah teddy lagi
"Kalau ada apa apa sama kamu dan bayi kita, mas nggak bisa maafin diri mas sendiri" Lanjutnya merutuki kebodohannya sendiri
Sesampainya di rumah sakit mereka segera disambut oleh beberapa perawat yang sudah membawa brangkat. Teddy segera membaringkan sang istri di brangkar tersebut dengan sangat hati hati.
Laki laki ini berjalan dengan sangat panik di sebelah kiri Letisha dengan tangan yang terus menggenggam tangan Letisha.
Perawat tersebut segera membawa Letisha masuk ke dalam UGD. Teddy tak di perkenan kan masuk dan ia pun menunggu di luar bersama satria.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love After Separation
Teen FictionByantara teddy, baru menyadari jika cinta sang tunangan Letisha ayesha begitu besar kepada nya, setelah Letisha pergi meninggalkan nya. Letisha memilih menjauh dan memutuskan pertunangannya karena mengetahui jika sang tunangan mempunyai kekasih lain...
