Usaha teddy

1.1K 74 15
                                        

Setiap hari, setelah pulang dari kantor teddy tak langsung pulang, melainkan menuju ke kediaman Letisha. Meski hanya melihat dari jauh, setidak nya bisa mengobati rasa rindunya kepada sang istri. Tapi kali ini, teddy sudah bertekad untuk menemui Letisha secara langsung dan meminta maaf. Ia tak peduli jika nanti papa akbar akan mengusirnya, yang terpenting saat ini ia ingin bertemu dan meminta maaaf kepada sang istri.

Dan disinilah teddy sekarang, ia menatap bangunan yang cukup mewah di depan nya. Laki-laki ini kemudian menghirup nafas panjang kemudian keluar dari mobil dengan membawa buket bunga mawar berwarna merah dan putih, teddy kemudian memencet tombol pintu gerbang kediaman Letisha.

"Semoga kamu suka dengan bunga ini sayang. Dan semoga kamu mau memaafkan mas" Gumam teddy menunggu pintu terbuka.

Teddy kembali memencet bel rumah, karena pak farhan belum membukanya. Tak sabar sekali dia ini.

"Pak teddy? " Sapa pak farhan membuka pintu

Teddy mengangguk dan tersenyum

"Malam Pak, saya ingin bertemu Letisha? Ada kan? " Tanya teddy

"Maaf Pak, non Letisha nya belum pulang? "

Dahi teddy mengernyit "belum pulang? Memang dia kemana? "

"Lhoh pak teddy belum tau, non tisha kan sudah kembali bekerja seperti biasa Pak" Jawab pak farhan.

"Sejak kapan? Memang dia sudah sehat? "

"Kalau soal itu non Tisha sudah sehat atau belum, saya kurang tau pak, sejauh ini saya melihat sih non Tisha sudah sehat, makanya dia udah mulai bekerja selama beberapa hari ini"

Teddy mendesah pelan dan menggaruk dahi nya "seharusnya kamu istirahat dirumah sayang, bukannya kerja, kamu sedang hamil" Batin teddy

Laki-laki ini kemudian menoleh lagi ke arah oak farhan

"Ya sudah kalau begitu, saya permisi ya" Ucap teddy

Laki-laki ini pun memilih menunggu Letisha di pinggir jalan. Teddy pun merasa dejavu, dulu ia pernah menunggu Letisha seperti ini disaat ia mengejar cinta perempuan itu, dan kini ia kembali melakukan hal yang sama untuk mendapatkan maaf darinya.

30 menit sudah teddy disana tapi ia tak merasa bosan. Dan tak lama kemudian, sebuah mobil sedan berwarna putih terlihat memasuki gerbang rumah itu, senyum pun terukir di bibir teddy melihat seorang yang ditunggu sedari tadi akhirnya sampai.

"Letisha" Gumamnya kemudian membuka pintu mobilnya.

Letisha yang baru saja memasuki rumahnya segera mematikan mesin mobil dan keluar dari mobilnya ketika pak farhan membantu membukakan pintu untuknya.

"Malem non Tisha" Sapa pak farhan

"Malam Pak" Jawab Letisha dengan senyuman tipis keluar dari mobil.

"Letisha" Panggil teddy di depan gerbang yang membuat Letisha menoleh

"Mas teddy? "Gumamnya

"Pak teddy, sudah dari tadi nunggu non tisha dateng" Jelas pak farhan

Letisha mengangguk "mau apa lagi sih dia"

Perempuan ini kemudian melangkah mendekati laki-laki yang masih berstatus menjadi suaminya ini. Letisha berdiri di depan teddy dan menatap datar pada laki-laki itu.

"Ngapain? " Tanyanya

"Mau ngasih ini buat kamu" Teddy menyodorkan buket bunga tersebut kepada Letisha.

Letisha menatap uluran bunga tersebut kemudian mengambil bunga itu

"Udah kan" Jawab Letisha dengan ekspresi yang masih datar seperti tadi.

Love After SeparationTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang