Sesampainya teddy di kediaman bapak, laki-laki ini segera menemui atasan nya itu. Mereka terlihat berbincang sebentar. Setelah itu teddy keluar dari ruangan bapak dan bergabung dengan rekan rekannya yang lain yang akan ikut di acara ini.
"Wuih,, abis main bang? "
"Gila,, itu leher ampe merah merah gitu? "
"Bang hati hati, bini lu lagi hamil, jangan kelewatan"
"Pantesan abang makin gemoy, olahraga nya di kasur mulu sih"
"Yang penting sama sama berkeringat, iya nggak bang"
Begitulah celetukan dari Beberapa rekan teddy yang nampak menggodanya, sebagaimana candaan yang sering terlontar. Itu pun tak banyak yang berani melontarkan candaan seperti itu, mungkin hanya Rifki, radhif dan randy yang berani karena mereka sudah lama bersama. Sedangkan teddy, hanya menanggapi nya dengan senyuman tipis. Ia tak berusaha menutupi kissmark dari istri nya.
Hari ini teddy, Ricky, radhif, Randi dan beberapa petugas keamanan akan datang menemani bapak untuk datang di sebuah acara partai. Setelah semuanya bersiap mereka pun segera menuju ke gedung yang sudah disiapkan.
Kedatangan mereka sudah di nantikan di sana. Teddy terlihat berjalan terlebih dahulu di depan bapak yang sedang bersalaman dan menyapa para tamu undangan. Tentu saja mata elang teddy tak lepas mengawasi ke segala arah.
Sesekali laki ini juga tersenyum ketika ada seseorang yang memanggilnya.
"Ky,, lu gantiin gw bentar ya, gw siapin naskah buat pidato bapak dulu"
"Siap bang"
Teddy segera berlari ke depan. Ia dengan sigap menyiapkan beberapa naskah pidato yang sudah ia buat dadakan tadi. Pria matang ini terlihat serius sekali ketika sedang bekerja, tapi itu justru semakin membuat nya lebih berkharisma. Cara bicara yang lugas serta sorot mata nya yang nampak tajam, sungguh pesona laki-laki ini tak main main. Wajah yang tampan, kulit yang putih, tubuh yang kekar, ditunjang dengan setelan jas yang ia kenakan membuat nya semakin terlihat berwibawa. Sungguh siapapun yang melihat nya pasti akan terpesona dengan seskab tampan ini.
Hari sudah semakin siang, di kediaman mama Hanum Letisha yang baru saja bangun dari tidur nya tiba tiba merasa lapar.
"Kok tiba-tiba lapar" Gumamnya tiba-tiba bangun
Perut perempuan terasa tak nyaman alias lapar.
"Pengen makan" Gumamnya
Perempuan ini pun segera keluar dan dengan langkah pelannya ia menuruni anak tangga.
"Sayang, kamu mau kemana? " Tanya mama Hanum tak sengaja berpapasan dengan Letisha di tengah anak tangga
"Mau ke dapur ma, tiba-tiba tisha laper"
Mama Hanum tersenyum tipis. Ia tau sekali dengan keadaan menantunya yang sedang hamil seperti ini, pasti lebih sering merasa lapar. Dan mama Hanum menyukai hal ini.
"Ya sudah, mama bantu kamu turun ya" Mama Hanum merangkul lengan Letisha
"Eh,, nggak usah ma, tisha bisa sendiri kok"
"Jangan, kalau sampai kamu terpeleset, nanti mama yang disalahin sama teddy"
Letisha tersenyum kemudian mama Hanum dengan sigap membimbing menantunya untuk menuruni anak tangga satu per satu.
"Padahal aku dirumah biasa loh ma, naik turun tangga"
"Kalau gitu nanti mama akan minta teddy untuk nambah asisten, supaya kamu ada yang mengawasi saat naik turun tangga, bahaya, kamu lagi hamil"
Letisha terkekeh menanggapi mertuanya yang ternyata tak jauh beda dengan suaminya yang over protektif.
"Kamu mau makan apa, biar bi ijah masakin? " Tanya mama Hanum
KAMU SEDANG MEMBACA
Love After Separation
Ficção AdolescenteByantara teddy, baru menyadari jika cinta sang tunangan Letisha ayesha begitu besar kepada nya, setelah Letisha pergi meninggalkan nya. Letisha memilih menjauh dan memutuskan pertunangannya karena mengetahui jika sang tunangan mempunyai kekasih lain...
